Having finished his homework, he went out. Feeling exhausted, she went to bed early.
Yang akan kamu pelajari
Klausa partisip adverbial menyampaikan gagasan waktu, sebab, atau syarat tanpa subjek dan tanpa kata hubung. “After he finished his homework, he went out.” menjadi “Having finished his homework, he went out.” Bentuk ini sangat umum dalam teks formal, laporan, dan karya sastra, di mana keringkasan penting.
Bahasa Indonesia juga sering menghilangkan subjek dalam anak kalimat: “Setelah menyelesaikan PR-nya, dia pergi keluar”, “Sambil menunggu bus, dia membaca buku.” Jadi idenya tidak asing. Bedanya, kata kerja bahasa Indonesia tidak berubah bentuk, sedangkan bahasa Inggris harus memilih bentuk yang tepat: -ing, having + past participle, atau past participle. Terjemahan kata per kata seperti “After finish his homework” atau “While wait for the bus” salah.
Jangan menyamakannya dengan klausa relatif yang diringkas (“the man sitting next to me”), yang menjelaskan sebuah kata benda. Klausa partisip adverbial berhubungan dengan seluruh induk kalimat.
Bentuk -ing menunjukkan tindakan yang terjadi bersamaan dengan tindakan utama (“While she was waiting for the bus…” → “Waiting for the bus, …”) atau keadaan yang menyertai atau menjelaskannya (“Because she felt exhausted…” → “Feeling exhausted, …”).
Dalam bahasa Indonesia kita berkata “Sambil menunggu bus, …” atau “Karena merasa sangat lelah, …”. Dalam bahasa Inggris, “sambil menunggu” menjadi Waiting (atau While waiting, dengan -ing), dan “karena merasa lelah” menjadi Feeling exhausted. “Because tired, she went to bed early” salah: kalau ingin memakai because, perlu klausa lengkap (“Because she was tired, …”). Ingat juga bahwa -ing menunjukkan kebersamaan waktu: kalau tindakannya sudah selesai lebih dulu, kamu perlu bentuk dengan having.
“Having” + past participle menunjukkan bahwa tindakan itu sudah selesai ketika tindakan utama dimulai: ini past perfect (“After I had checked…”) yang dipadatkan menjadi frasa pendek.
Dalam bahasa Indonesia urutan waktu ditunjukkan oleh kata seperti “setelah” atau “sudah”, bukan oleh bentuk kata kerja: “Setelah memeriksa angka-angkanya dua kali, saya mengirim laporan itu.” Karena itu, banyak pelajar memakai -ing biasa (“Checking the numbers twice, I submitted the report”), yang terdengar seolah-olah kedua tindakan terjadi bersamaan, atau menerjemahkan “sudah” menjadi already (“Already paid, he…”). Yang benar: “Having checked the numbers twice, I submitted the report.”, “Having already paid, he didn't need his wallet.”
Untuk tindakan yang berurutan sangat cepat (“Opening the door, she saw…”), -ing biasa sering cukup. Tetapi kalau jelas sesuatu sudah selesai sebelumnya (tagihan sudah dibayar, angka sudah diperiksa), “having” + past participle adalah pilihan aman. Kalau kamu lebih suka memakai kata hubung, ingat bahwa setelah after kata kerjanya memakai -ing, bukan bentuk dasar: “After locking the door”, bukan “After lock the door”.
Past participle (-ed/-en) di awal kalimat bermakna pasif: subjek induk kalimat adalah yang menerima tindakan, bukan pelakunya. “Written in French, the letter…” berarti surat itu ditulis dalam bahasa Prancis.
Di sini bahasa Indonesia membantu: “Ditulis dalam bahasa Prancis, surat itu sulit dibaca” bekerja persis sama. Anggap saja bentuk di- sebagai petunjuk: kalau dalam bahasa Indonesia kamu memakai di- (“ditulis”, “dibangun”, “digunakan”), dalam bahasa Inggris pakai past participle (written, constructed, used), bukan -ing. “Writing in French, the letter…” berarti surat itu sendiri yang menulis.
Subjek tersirat klausa partisip harus sama dengan subjek induk kalimat. Kalau tidak, muncul dangling participle dan kalimatnya menjadi lucu: “Walking down the street, the trees looked beautiful.” secara harfiah berarti pohon-pohon itulah yang berjalan di jalan.
Ini jebakan yang sering muncul bagi penutur bahasa Indonesia, karena dalam bahasa Indonesia induk kalimat sering berbentuk pasif di- tanpa pelaku: “Setelah memeriksa data, perkiraan itu diperbarui”, “Saat memasuki gedung, kartu identitas harus ditunjukkan.” Kalau diterjemahkan kata per kata (“Entering the building, an ID must be shown.”), partisipnya menggantung: kartu identitas tidak masuk ke mana-mana. Selalu tanyakan: siapa yang melakukan tindakan dalam partisip itu? Subjek itulah yang harus muncul tepat setelah koma.
Solusinya: taruh subjek yang benar di induk kalimat (“…, I thought the trees looked beautiful.”) atau pakai anak kalimat lengkap (“When you enter the building, …”).
Kalau tindakannya sudah selesai SEBELUM tindakan utama (“setelah menyelesaikan”), pakai having + past participle. -ing biasa terdengar seperti terjadi bersamaan.
Surat itu tidak menulis apa-apa: kalau dalam bahasa Indonesia ada di- (“ditulis”), pakai past participle -ed/-en.
“Setelah mengunci pintu”: kata kerja bahasa Indonesia tidak berubah, tetapi setelah after kata kerja bahasa Inggris memakai -ing.
“Karena lelah” tidak bisa diterjemahkan kata per kata. Pakai klausa partisip (Feeling tired) atau klausa lengkap (Because he was tired).
Subjek tersirat klausa partisip harus sama dengan subjek induk kalimat: pohon-pohon itu tidak sedang berjalan.
Pola “Setelah meninjau data, perkiraan itu diperbarui” wajar dalam bahasa Indonesia, tetapi dalam bahasa Inggris pelakunya harus menjadi subjek setelah koma.
Bahasa Indonesia juga menghilangkan subjek anak kalimat: “Setelah kehilangan paspornya, dia tidak bisa naik pesawat”, “Sambil menunggu bus, dia membaca buku”
Idenya sama, tetapi bahasa Inggris memerlukan bentuk kata kerja khusus. Tindakan bersamaan → -ing: “Waiting for the bus, she read a book.” Tindakan yang sudah selesai lebih dulu → having + past participle: “Having lost his passport, he couldn't board the flight.” Kalau tetap memakai kata hubung, kata kerjanya -ing: “After losing his passport, …”, bukan “After lose”.
Urutan waktu ditandai dengan “setelah” atau “sudah”, sedangkan kata kerjanya tetap: “Setelah membayar, dia pergi”, “Karena sudah membayar, dia tidak perlu dompet”
Dalam klausa partisip bahasa Inggris, waktu ditunjukkan oleh bentuk kata kerjanya. -ing biasa berarti bersamaan; untuk tindakan yang sudah selesai pakai having: “Having already paid, he didn't need his wallet.” Jangan menerjemahkan “sudah” dengan already saja (“Already paid, he…”), dan jangan memakai -ing biasa untuk tindakan yang selesai lebih dulu.
Dalam tulisan formal bahasa Indonesia, induk kalimat sering berbentuk pasif di- tanpa pelaku: “Setelah meninjau data, perkiraan itu diperbarui”
Dalam bahasa Inggris, pelaku tindakan partisip harus menjadi subjek induk kalimat. “Having reviewed the data, the forecast was updated.” menyiratkan bahwa perkiraan itu yang meninjau data. Yang benar: “Having reviewed the data, the analyst updated the forecast.” Induk kalimat pasif membuat pelakunya hilang, dan itulah penyebab paling sering partisip menggantung.
💡 Tindakannya sudah selesai lebih dulu? Pakai having + past participle, bukan -ing biasa.
💡 Dalam bahasa Indonesia ada di- (subjek menerima tindakan)? Pakai past participle -ed/-en: Written, Constructed, Used.
💡 Selalu tanyakan: siapa pelaku tindakan dalam partisip? Itulah subjek setelah koma, bukan kalimat pasif tanpa pelaku.
"Why were you late?"
"Having missed the first train, I had to wait twenty minutes for the next one."
"That's rough. Did you call ahead?"
"I did — realizing I'd be late, I texted the office right away."
Latihan 1 · Pilih bentuk ringkas yang benar
Choose the correctly reduced adverbial clause for: 'After he finished his homework, he went out.' (completed before)
Latihan 2 · Pilih bentuk ringkas yang benar
Choose the correctly reduced adverbial clause for: 'Because she felt exhausted, she went to bed early.' (simultaneous state)
Latihan 3 · Pilih bentuk ringkas yang benar
Choose the correctly reduced adverbial clause for: 'While she was waiting for the bus, she read a book.' (simultaneous action)
Latihan 4 · Pilih bentuk ringkas yang benar
Choose the correctly reduced adverbial clause for: 'Since he had already paid, he didn't need his wallet.' (completed before)
Latihan 5 · Pilih bentuk ringkas pasif yang benar
Choose the correctly reduced passive adverbial clause for: 'Because it was written in French, the letter was hard to read.'
Latihan 6 · Pilih kalimat tanpa partisip menggantung
Choose the sentence WITHOUT a dangling participle: '___ down the street, the trees looked beautiful.'
Latihan 7 · Pilih bentuk ringkas yang benar
Choose the correctly reduced adverbial clause for: 'If it is used correctly, this tool saves time.'
Latihan 8 · Pilih bentuk ringkas yang benar
Choose the correctly reduced adverbial clause for: 'After I had checked the numbers twice, I submitted the report.'
Latihan 9 · Ringkas anak kalimatnya
Reduce this clause (completed-before action): 'After she had locked the door, she left.' → ___, she left.
Latihan 10 · Ringkas anak kalimatnya
Reduce this clause (simultaneous action): 'While he was driving, he listened to the radio.' → ___, he listened to the radio.
Latihan 11 · Kelompokkan: bentuk waktu tepat atau tidak
0 / 4 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: “setelah” + kata kerja dasar
Indonesian: “Setelah mengunci pintu, dia pergi.” Which English translation is correct?
Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
Choose the correctly reduced adverbial clause for: 'Because he had lost his passport, he couldn't board the flight.'
Subjunctive dalam bahasa Inggris
Mandative subjunctive: bentuk dasar kata kerja setelah kata kerja dan kata sifat permintaan atau keharusan, seperti “menyarankan agar” dan “penting agar”.
Nominalisasi (nominalisation)
Nominalisasi dalam bahasa Inggris: mengubah kata kerja dan kata sifat menjadi kata benda untuk gaya formal, preposisi setelahnya, dan kapan terlalu berat.
Kata pengganti: one/ones, do, dan so
Substitusi dalam bahasa Inggris dengan one/ones, do, dan so/not agar tidak mengulang kata, dan mengapa “sepertinya iya” adalah I think so.
Ellipsis: menghilangkan kata
Ellipsis dalam bahasa Inggris: kata yang sudah jelas dari konteks dihilangkan setelah auxiliary dan modal, dalam perbandingan, dan dalam jawaban singkat.