She left early. To leave early… Walking to work… Ada klausa yang menunjukkan tense dan subjek, ada yang tidak, dan itu menentukan fungsinya dalam kalimat.
Yang akan kamu pelajari
Finite clause berisi kata kerja yang menunjukkan tense dan sesuai dengan subjeknya, dan bisa berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap. Non-finite clause tidak punya tense dan tidak bisa berdiri sendiri; ia dibentuk dengan to-infinitive atau participle.
Bagi penutur bahasa Indonesia, perbedaan ini tidak terlihat dalam bahasa sendiri: “Dia pergi pagi-pagi”, “untuk pergi”, dan “setelah pergi” memakai bentuk kata kerja yang sama. Dalam bahasa Inggris bentuknya berbeda: “She left early.” adalah kalimat lengkap, sedangkan “to leave early” atau “walking to work” hanya potongan yang harus menempel pada klausa lain.
Non-finite clause dibentuk dengan salah satu dari tiga bentuk kata kerja: to-infinitive (to leave), bentuk -ing (leaving), atau past participle (left, written).
Untuk tujuan, kita memakai “untuk + kata kerja”, dan “untuk” sering langsung diterjemahkan menjadi for. Dalam bahasa Inggris cukup to-infinitive: “To win the race, she trained every day.” Jangan “for win” atau “for to win”; kalau ingin menekankan tujuan, pakai in order to.
Hati-hati juga setelah preposisi. Dalam bahasa Indonesia kata kerjanya tetap bentuk dasar (“setelah menyelesaikan laporan”, “tanpa berkata apa-apa”), tetapi dalam bahasa Inggris setelah preposisi dipakai bentuk -ing: “after finishing”, “without saying anything”. “Setelah selesai menulis laporan…” juga bisa menjadi “Having finished the report, …”, bentuk yang lebih sering muncul dalam tulisan; dalam percakapan, “After finishing the report” atau finite clause lebih umum.
Non-finite clause bisa menjadi subjek kalimat, objek kata kerja, atau penjelas yang memberi informasi tentang kata benda, sama seperti finite clause, tetapi lebih ringkas.
Sebagai penjelas, kita biasa memakai “yang”: “pria yang berdiri di dekat pintu”, “buku yang ditulis olehnya”. Dalam bahasa Inggris ada dua pilihan yang sama-sama benar: klausa relatif lengkap dengan be (“the man who is standing by the door”) atau non-finite clause tanpa who dan tanpa be (“the man standing by the door”, “the book written by her”). Yang salah adalah campurannya: “the man who standing…”, “the book which written…”. Kalau memakai who/which, be harus ada.
Sebagai subjek, kata kerja dasar saja tidak cukup: “Berhasil butuh kerja keras” → “To succeed takes hard work” atau “Succeeding takes hard work”, bukan “Succeed takes…”. Begitu pula “Saya mau kamu pergi” → “I want you to leave”: setelah want + orang, to wajib.
Non-finite clause tidak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap: ia perlu menempel pada finite clause.
“Yang berdiri” tidak menjadi who standing. Pilih salah satu: the man standing… atau the man who is standing…
“Buku yang ditulis olehnya”: tanpa which, cukup past participle. Dengan which, be wajib: the book which was written by her.
Subjek klausa utama harus orang yang melakukan kegiatan dalam non-finite clause. Kalimat yang salah itu seolah-olah berkata bahwa hujanlah yang berjalan ke kantor.
“Untuk + kata kerja” untuk tujuan = to (atau in order to), tanpa for.
“Setelah menyelesaikan” memakai bentuk dasar dalam bahasa Indonesia, tetapi dalam bahasa Inggris setelah preposisi dipakai bentuk -ing.
“Saya mau kamu pergi”: want + orang + to-infinitive. To tidak boleh hilang.
Kata kerja bahasa Indonesia tidak berubah: “Dia pergi”, “untuk pergi”, “setelah pergi”
Karena itu kamu perlu melatih mata untuk melihat bentuk kata kerja bahasa Inggris. Finite: left, runs, is standing (ada tense dan sesuai dengan subjek). Non-finite: to leave, leaving, left/written tanpa subjek dan tanpa tense. “She runs every morning.” adalah kalimat; “Running every morning” bukan.
“Dia pergi ke toko untuk membeli susu.”: tujuan dengan “untuk + kata kerja”
Dalam bahasa Inggris cukup to-infinitive: “She went to the store to buy milk.” Kalau ingin menekankan tujuan, katakan “in order to buy milk”. “For buy” dan “for to buy” salah. For + -ing biasanya menjelaskan fungsi sebuah benda (“a knife for cutting bread”). Sama halnya dengan “sesuatu untuk dimakan”: “something to eat”, bukan “something for eat”.
“Pria yang berdiri di dekat pintu”, “buku yang ditulis olehnya”: penjelas dengan “yang” + kata kerja
“Yang” tidak selalu diterjemahkan. Bahasa Inggris memakai non-finite clause tanpa who/which: “the man standing by the door”, “the book written by her”. Kalau kamu memakai who/which, kata kerjanya harus finite: “the man who is standing by the door”. “The man who standing…” salah.
Setelah preposisi, kata kerja bahasa Indonesia tetap bentuk dasar: “setelah menyelesaikan”, “tanpa berkata”
Dalam bahasa Inggris setelah preposisi dipakai bentuk -ing: “after finishing”, “without saying anything”. “After finish the report” dan “without say anything” salah.
“Saya mau kamu pergi.”: kata kerja langsung mengikuti orangnya
Dengan want, would like, atau need, bahasa Inggris memakai orang + to-infinitive: “I want you to leave”, “She'd like us to stay”. “I want you leave” salah.
💡 “Untuk + kata kerja” untuk tujuan = to + bentuk dasar (atau in order to), bukan for.
💡 Setelah preposisi (after, before, without…), pakai bentuk -ing: after finishing, bukan after finish.
💡 “Yang” + kata kerja: the man standing… atau the man who is standing…, jangan the man who standing.
💡 Non-finite clause tidak pernah punya tense: cari to-infinitive, -ing, atau -ed/-en.
"Who's that, standing by the counter?"
"That's my coworker, waiting for her order."
"Oh right! I didn't recognize her."
"She's hard to miss, wearing that bright red coat."
Latihan 1 · Finite atau non-finite?
'She left early.' — Is this clause finite or non-finite?
Latihan 2 · Finite atau non-finite?
'To leave early' — finite or non-finite?
Latihan 3 · Finite atau non-finite?
'Walking to work' — finite or non-finite?
Latihan 4 · Tentukan jenis klausanya
'The man standing by the door is my uncle.' — What is 'standing by the door'?
Latihan 5 · Pilih jawaban yang benar
Which clause type cannot stand alone as a complete sentence?
Latihan 6 · Tentukan fungsinya
'To succeed takes hard work.' — What is 'To succeed'?
Latihan 7 · Tentukan fungsinya
'I want to leave now.' — What is 'to leave now'?
Latihan 8 · Pilih finite clause
Which one shows tense and subject agreement (finite)?
Latihan 9 · Tulis ulang dengan non-finite clause
Rewrite with a non-finite clause: 'the woman who is reading the newspaper'
Latihan 10 · Lengkapi dengan non-finite clause
Complete with a non-finite (to-infinitive) clause: 'She went to the store ___.' (in order to buy milk)
Latihan 11 · Kelompokkan
0 / 6 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: “untuk” diterjemahkan menjadi for
Indonesian: “Dia pergi ke toko untuk membeli susu.” Which English sentence is correct?
Lima pertanyaan beragam untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
'Smiling, she waved goodbye.' — What is 'Smiling'?
Urutan kata
Urutan kata bahasa Inggris: subjek-kata kerja-objek yang tetap, cara mengurutkan dua objek, dan fronting untuk memberi penekanan pada satu bagian kalimat.
Subjek kosong “it” (dummy it)
It sebagai subjek kosong: untuk cuaca, waktu, jarak, dan kalimat seperti It's hard to say, justru di tempat bahasa Indonesia tidak memakai subjek.
Unsur-unsur kalimat (sentence elements)
Kenali unsur clause bahasa Inggris (Subject, Verb, Object, Complement, Adverbial), mirip SPOK, dan mengapa urutan kata menunjukkan siapa melakukan apa.
Induk kalimat dan anak kalimat (clauses)
Independent dan dependent clause dalam bahasa Inggris: cara membentuk kalimat simple, compound, dan complex, serta kesalahan umum penutur bahasa Indonesia.