Finite clause dan non-finite clause

B2 · Menengah atasStruktur kalimat dan klausa

She left early. To leave early… Walking to work… Ada klausa yang menunjukkan tense dan subjek, ada yang tidak, dan itu menentukan fungsinya dalam kalimat.

Yang akan kamu pelajari

  • Finite clause punya kata kerja yang menunjukkan tense dan sesuai dengan subjeknya, dan bisa berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap
  • Non-finite clause dibentuk dengan to-infinitive, bentuk -ing, atau past participle (-ed/-en); tidak punya tense dan tidak bisa berdiri sendiri
  • Non-finite clause bisa menjadi subjek (“To succeed takes hard work”), objek (“I want to leave”), atau penjelas kata benda (“the man standing by the door”), dan sebagai penjelas letaknya setelah kata benda
  • Pelajaran ini membahas konsepnya pada tingkat klausa; kata kerja mana yang diikuti to-infinitive atau -ing (want to do, enjoy doing…) dibahas dalam pelajaran “Pola kata kerja: -ing atau to?”

Finite atau non-finite

Finite clause berisi kata kerja yang menunjukkan tense dan sesuai dengan subjeknya, dan bisa berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap. Non-finite clause tidak punya tense dan tidak bisa berdiri sendiri; ia dibentuk dengan to-infinitive atau participle.

Bagi penutur bahasa Indonesia, perbedaan ini tidak terlihat dalam bahasa sendiri: “Dia pergi pagi-pagi”, “untuk pergi”, dan “setelah pergi” memakai bentuk kata kerja yang sama. Dalam bahasa Inggris bentuknya berbeda: “She left early.” adalah kalimat lengkap, sedangkan “to leave early” atau “walking to work” hanya potongan yang harus menempel pada klausa lain.

"She left early. (finite)"
"To leave early (non-finite: tidak lengkap kalau berdiri sendiri)"

Tiga bentuk non-finite

Non-finite clause dibentuk dengan salah satu dari tiga bentuk kata kerja: to-infinitive (to leave), bentuk -ing (leaving), atau past participle (left, written).

Untuk tujuan, kita memakai “untuk + kata kerja”, dan “untuk” sering langsung diterjemahkan menjadi for. Dalam bahasa Inggris cukup to-infinitive: “To win the race, she trained every day.” Jangan “for win” atau “for to win”; kalau ingin menekankan tujuan, pakai in order to.

Hati-hati juga setelah preposisi. Dalam bahasa Indonesia kata kerjanya tetap bentuk dasar (“setelah menyelesaikan laporan”, “tanpa berkata apa-apa”), tetapi dalam bahasa Inggris setelah preposisi dipakai bentuk -ing: “after finishing”, “without saying anything”. “Setelah selesai menulis laporan…” juga bisa menjadi “Having finished the report, …”, bentuk yang lebih sering muncul dalam tulisan; dalam percakapan, “After finishing the report” atau finite clause lebih umum.

"To win the race, she trained every day."
"Walking to work, I saw an old friend."
"Written in haste, the letter had several errors."

Fungsi non-finite clause

Non-finite clause bisa menjadi subjek kalimat, objek kata kerja, atau penjelas yang memberi informasi tentang kata benda, sama seperti finite clause, tetapi lebih ringkas.

Sebagai penjelas, kita biasa memakai “yang”: “pria yang berdiri di dekat pintu”, “buku yang ditulis olehnya”. Dalam bahasa Inggris ada dua pilihan yang sama-sama benar: klausa relatif lengkap dengan be (“the man who is standing by the door”) atau non-finite clause tanpa who dan tanpa be (“the man standing by the door”, “the book written by her”). Yang salah adalah campurannya: “the man who standing…”, “the book which written…”. Kalau memakai who/which, be harus ada.

Sebagai subjek, kata kerja dasar saja tidak cukup: “Berhasil butuh kerja keras” → “To succeed takes hard work” atau “Succeeding takes hard work”, bukan “Succeed takes…”. Begitu pula “Saya mau kamu pergi” → “I want you to leave”: setelah want + orang, to wajib.

"To succeed takes hard work. (subjek)"
"I want to leave now. (objek)"
"The man standing by the door is my uncle. (penjelas kata benda)"

Contoh bahasa Inggris sehari-hari

"Having finished the report, she went home early."
"There's nothing left to say."
"The people waiting outside grew impatient."
"To get there on time, we need to leave now."

Perhatikan

✗To leave early.
✓I decided to leave early.

Non-finite clause tidak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap: ia perlu menempel pada finite clause.

✗The man who standing by the door is my uncle.
✓The man standing by the door is my uncle.

“Yang berdiri” tidak menjadi who standing. Pilih salah satu: the man standing… atau the man who is standing…

✗The book which written by her sold well.
✓The book written by her sold well.

“Buku yang ditulis olehnya”: tanpa which, cukup past participle. Dengan which, be wajib: the book which was written by her.

✗Walking to work, the rain started falling.
✓Walking to work, I got caught in the rain.

Subjek klausa utama harus orang yang melakukan kegiatan dalam non-finite clause. Kalimat yang salah itu seolah-olah berkata bahwa hujanlah yang berjalan ke kantor.

✗She went to the store for buy milk.
✓She went to the store to buy milk.

“Untuk + kata kerja” untuk tujuan = to (atau in order to), tanpa for.

✗After finish the report, she went home.
✓After finishing the report, she went home.

“Setelah menyelesaikan” memakai bentuk dasar dalam bahasa Indonesia, tetapi dalam bahasa Inggris setelah preposisi dipakai bentuk -ing.

✗I want you leave now.
✓I want you to leave now.

“Saya mau kamu pergi”: want + orang + to-infinitive. To tidak boleh hilang.

Perbandingan dengan bahasamu

Kata kerja bahasa Indonesia tidak berubah: “Dia pergi”, “untuk pergi”, “setelah pergi”

Karena itu kamu perlu melatih mata untuk melihat bentuk kata kerja bahasa Inggris. Finite: left, runs, is standing (ada tense dan sesuai dengan subjek). Non-finite: to leave, leaving, left/written tanpa subjek dan tanpa tense. “She runs every morning.” adalah kalimat; “Running every morning” bukan.

“Dia pergi ke toko untuk membeli susu.”: tujuan dengan “untuk + kata kerja”

Dalam bahasa Inggris cukup to-infinitive: “She went to the store to buy milk.” Kalau ingin menekankan tujuan, katakan “in order to buy milk”. “For buy” dan “for to buy” salah. For + -ing biasanya menjelaskan fungsi sebuah benda (“a knife for cutting bread”). Sama halnya dengan “sesuatu untuk dimakan”: “something to eat”, bukan “something for eat”.

“Pria yang berdiri di dekat pintu”, “buku yang ditulis olehnya”: penjelas dengan “yang” + kata kerja

“Yang” tidak selalu diterjemahkan. Bahasa Inggris memakai non-finite clause tanpa who/which: “the man standing by the door”, “the book written by her”. Kalau kamu memakai who/which, kata kerjanya harus finite: “the man who is standing by the door”. “The man who standing…” salah.

Setelah preposisi, kata kerja bahasa Indonesia tetap bentuk dasar: “setelah menyelesaikan”, “tanpa berkata”

Dalam bahasa Inggris setelah preposisi dipakai bentuk -ing: “after finishing”, “without saying anything”. “After finish the report” dan “without say anything” salah.

“Saya mau kamu pergi.”: kata kerja langsung mengikuti orangnya

Dengan want, would like, atau need, bahasa Inggris memakai orang + to-infinitive: “I want you to leave”, “She'd like us to stay”. “I want you leave” salah.

💡 “Untuk + kata kerja” untuk tujuan = to + bentuk dasar (atau in order to), bukan for.

💡 Setelah preposisi (after, before, without…), pakai bentuk -ing: after finishing, bukan after finish.

💡 “Yang” + kata kerja: the man standing… atau the man who is standing…, jangan the man who standing.

💡 Non-finite clause tidak pernah punya tense: cari to-infinitive, -ing, atau -ed/-en.

Situasi nyata: di kafe

"Who's that, standing by the counter?"

"That's my coworker, waiting for her order."

"Oh right! I didn't recognize her."

"She's hard to miss, wearing that bright red coat."

Latihan

Latihan 1 · Finite atau non-finite?

'She left early.' — Is this clause finite or non-finite?

Latihan 2 · Finite atau non-finite?

'To leave early' — finite or non-finite?

Latihan 3 · Finite atau non-finite?

'Walking to work' — finite or non-finite?

Latihan 4 · Tentukan jenis klausanya

'The man standing by the door is my uncle.' — What is 'standing by the door'?

Latihan 5 · Pilih jawaban yang benar

Which clause type cannot stand alone as a complete sentence?

Latihan 6 · Tentukan fungsinya

'To succeed takes hard work.' — What is 'To succeed'?

Latihan 7 · Tentukan fungsinya

'I want to leave now.' — What is 'to leave now'?

Latihan 8 · Pilih finite clause

Which one shows tense and subject agreement (finite)?

Latihan 9 · Tulis ulang dengan non-finite clause

Rewrite with a non-finite clause: 'the woman who is reading the newspaper'

Latihan 10 · Lengkapi dengan non-finite clause

Complete with a non-finite (to-infinitive) clause: 'She went to the store ___.' (in order to buy milk)

Latihan 11 · Kelompokkan

She smiled.
To win the race
The dog barked.
Eating breakfast
He arrived late.
Having finished the work

0 / 6 dikelompokkan

Latihan 12 · Kesalahan umum: “untuk” diterjemahkan menjadi for

Indonesian: “Dia pergi ke toko untuk membeli susu.” Which English sentence is correct?

Kuis singkat

Lima pertanyaan beragam untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.

Pertanyaan 1 / 5

Skor: 0/0

'Smiling, she waved goodbye.' — What is 'Smiling'?

Yang sudah kamu pelajari

  • Finite clause punya kata kerja dengan tense dan bisa berdiri sendiri; non-finite clause tidak punya tense dan tidak bisa berdiri sendiri.
  • Non-finite clause dibentuk dengan to-infinitive, bentuk -ing, atau past participle (-ed/-en).
  • Fungsinya bisa subjek, objek, atau penjelas; sebagai penjelas letaknya setelah kata benda, tanpa who/which: the man standing by the door.
  • Tujuan: to atau in order to, bukan for; setelah preposisi, -ing; “Saya mau kamu pergi” = I want you to leave.
  • Kata kerja mana yang diikuti -ing atau to dibahas dalam pelajaran “Pola kata kerja: -ing atau to?”
Lihat semua pelajaran di kategori ini