Tom gave Anna a ring yesterday. Setiap clause dibangun dari beberapa unsur dengan fungsinya masing-masing, sangat mirip dengan SPOK yang kamu pelajari di sekolah.
Yang akan kamu pelajari
Clause terdiri atas beberapa unsur dengan fungsinya masing-masing: Subject (siapa atau apa), Verb (tindakan atau keadaan), Object (siapa atau apa yang dikenai tindakan), Complement (menjelaskan atau mengidentifikasi subjek), dan Adverbial (informasi tambahan tentang waktu, tempat, cara, atau sebab).
Hampir semuanya sudah kamu kenal dari SPOK: Subject ≈ subjek, Verb ≈ predikat, Object ≈ objek, Adverbial ≈ keterangan. Ada dua perbedaan penting. Pertama, predikat bahasa Indonesia tidak harus kata kerja (“Maria dokter”), sedangkan dalam bahasa Inggris Verb selalu kata kerja (“Maria is a doctor”). Kedua, complement tidak sama persis dengan pelengkap: dalam “Ibu membelikan adik baju”, “baju” disebut pelengkap, tetapi dalam bahasa Inggris benda seperti itu adalah direct object.
Kabar baiknya, urutan dasar bahasa Indonesia juga subjek + predikat + objek. Bedanya, bahasa Indonesia cukup bebas menyelipkan keterangan di antara subjek dan predikat (“Kakak saya kemarin menelepon saya”, “Dia sangat suka kopi”). Bahasa Inggris tidak sebebas itu: Subject + Verb + Object biasanya berdekatan.
Setiap kalimat berita atau kalimat tanya dalam bahasa Inggris memerlukan Subject (siapa yang melakukan atau apa yang dibicarakan) dan Verb (tindakan atau keadaan). Pengecualian yang sering muncul hanyalah kalimat perintah tanpa subjek: “Sit down!”
Dalam bahasa Indonesia subjek sering dihilangkan (“Penting.”, “Hujan.”), dan predikat bisa berupa kata sifat atau kata benda tanpa kata kerja. Dalam bahasa Inggris tidak: “It's important”, “It's raining”, “Maria is a doctor”. Kalau tidak ada orang atau benda tertentu (cuaca, waktu, penilaian seperti “penting”), subjeknya it.
Kata kerjanya juga harus sesuai dengan subjek: “The meeting starts at nine”, bukan “The meeting start at nine”. Dalam bahasa Indonesia “mulai” tidak berubah, tetapi dalam bahasa Inggris subjek orang ketiga tunggal memerlukan -s.
Direct object langsung dikenai tindakan (“She cooked dinner.”). Indirect object adalah orang (jarang benda) yang menerima sesuatu atau mendapat manfaat; biasanya muncul dengan kata kerja seperti give, send, atau show, di depan direct object dan tanpa preposisi: “She gave him a gift.” Pola ini mirip “Dia memberi saya hadiah”.
Kalau benda disebut lebih dulu, orangnya disebut di akhir dengan to: “She gave a gift to him.” (seperti “memberikan hadiah kepada dia”). Dengan kata ganti, yang paling umum adalah benda dengan it lebih dulu, lalu to + orang: “I gave it to her.”
Hati-hati: tidak semua kata kerja bisa memakai pola orang + benda. “Jelaskan aturannya ke saya” bukan “Explain me the rule”, melainkan “Explain the rule to me”. Hal yang sama berlaku untuk say dan describe: “say it to me”, “describe it to me”.
Aturan urutan yang penting: dalam kalimat pendek biasa, keterangan tidak diletakkan di antara kata kerja dan direct object, dan biasanya juga tidak di antara subjek dan kata kerja seperti dalam bahasa Indonesia (pengecualiannya kata keterangan frekuensi seperti always dan often: “She always drinks coffee.”). “Dia sangat suka kopi” → “She likes coffee very much”, bukan “She very likes coffee” atau “She likes very much coffee”. Yang boleh berada di antara kata kerja dan direct object adalah indirect object: “She gave him a gift.” (Dengan direct object yang sangat panjang urutannya bisa berubah, tetapi itu topik lain.)
Setelah linking verb (be, seem, look, become, feel, sound, taste…) ada Complement, bukan objek. Complement menjelaskan atau mengidentifikasi subjek, bukan menerima tindakan. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasanya langsung menjadi predikat (“Maria dokter”, “Kopinya harum”), sedangkan dalam bahasa Inggris harus ada linking verb di depannya. Dengan profesi, bahasa Inggris juga memerlukan a/an: “Maria is a doctor.”
Dalam bahasa Indonesia keterangan cara dibentuk dengan “dengan” + kata sifat (“dengan cepat”), jadi setelah belajar -ly banyak orang memakainya di mana-mana. Setelah linking verb, yang dipakai adalah kata sifat sebagai complement, bukan kata keterangan: “The coffee smells amazing”, bukan “smells amazingly”; “The soup tastes good”, bukan “tastes well”.
Adverbial memberi informasi tentang waktu, tempat, cara, atau sebab. Biasanya adverbial bisa dihilangkan atau dipindahkan tanpa mengubah makna dasar kalimat, sama seperti keterangan. (Ada pengecualian ketika adverbial wajib, misalnya “She put the keys on the table.”: tanpa on the table kalimatnya tidak lengkap.)
Adverbial boleh di awal kalimat, tetapi itu tidak menjadikannya subjek: “Kemarin kakak saya menelepon saya” → “Yesterday, my brother called me.” Yang tidak bisa adalah meletakkannya di antara subjek dan kata kerja seperti dalam “Kakak saya kemarin menelepon saya”: “My brother yesterday called me” salah. Dalam kalimat netral, tempat dan waktu biasanya ada di akhir, tempat dulu lalu waktu: “We met at the café yesterday.”
Setelah linking verb seperti be, frasa nomina setelahnya adalah complement, bukan objek. Dalam bahasa Indonesia “guru” dalam “Dia guru” adalah predikat; dalam bahasa Inggris predikatnya dibagi menjadi is + complement.
Indirect object (him) diletakkan sebelum direct object (a gift). Kalau ingin menyebut bendanya dulu, pakai to: She gave a gift to him.
Adverbial boleh ada di awal kalimat, tetapi tidak menjadi subjek. Setelahnya urutannya tetap Subject + Verb.
“Kakak saya kemarin menelepon saya” wajar dalam bahasa Indonesia, tetapi dalam bahasa Inggris keterangan waktu diletakkan di awal atau di akhir, tidak di antara subjek dan kata kerja.
Dari “Dia sangat suka kopi”. Very tidak bisa menerangkan kata kerja; pakai very much di akhir, setelah objeknya.
Dari “Bisa jelaskan aturannya ke saya?” Explain tidak memakai pola orang + benda: bendanya dulu, lalu to + orang.
“Maria dokter” tidak memerlukan kata kerja dalam bahasa Indonesia, tetapi dalam bahasa Inggris perlu Verb (is) dan, untuk profesi tunggal, a/an.
Setelah smell, taste, look… ada kata sifat sebagai complement. -ly dipakai untuk menerangkan cara melakukan tindakan: He cooks well.
Kata kerja harus sesuai dengan subjek: the meeting = orang ketiga tunggal, jadi starts.
Di sekolah kamu belajar SPOK: subjek, predikat, objek, pelengkap, keterangan
Sistemnya hampir sama: Subject, Verb, Object, Complement, Adverbial. Perbedaannya, Verb selalu kata kerja (predikat bahasa Indonesia bisa kata sifat atau kata benda), dan Complement hanya muncul setelah linking verb seperti be, seem, look. Benda yang diberikan (“hadiah” dalam “memberi saya hadiah”) adalah direct object, bukan complement.
“Maria dokter.”, “Kopinya harum.”: predikat tanpa kata kerja
Dalam bahasa Inggris clause selalu memerlukan kata kerja. Untuk menghubungkan subjek dengan kata benda atau kata sifat, pakai linking verb: “Maria is a doctor”, “The coffee smells amazing”. Perhatikan juga a/an di depan profesi: bukan “Maria doctor” atau “Maria is doctor”.
Bahasa Indonesia boleh menyelipkan keterangan di antara subjek dan predikat: “Kakak saya kemarin menelepon saya.”, “Dia sangat suka kopi.”
Dalam bahasa Inggris Subject dan Verb biasanya berdekatan, begitu juga Verb dan Object. Keterangan waktu diletakkan di awal atau di akhir: “Yesterday, my brother called me.” / “My brother called me yesterday.” Keterangan seperti “sangat” diletakkan di akhir: “She likes coffee very much.”
“Jelaskan aturannya ke saya.”, “Bilang ke saya.”
Hanya kata kerja tertentu (give, send, show, tell, buy…) yang bisa memakai pola orang + benda tanpa preposisi. Explain, say, dan describe memerlukan to: “Explain the rule to me”, “Say it to me”. “Explain me the rule” salah.
💡 Bandingkan dengan SPOK: Subject + Verb + Object, dan Verb selalu kata kerja (is, likes, gave…).
💡 Setelah be, seem, look, taste, smell… cari Complement (sering kata sifat), bukan Object.
💡 Kalau suatu bagian menjawab “kapan?”, “di mana?”, “bagaimana?”, atau “mengapa?”, itu Adverbial, walaupun ada di awal kalimat.
💡 Jangan menyelipkan keterangan di antara subjek, kata kerja, dan objek (kecuali always, often, never…): She likes coffee very much.
"Who gave you that camera?"
"My sister gave it to me last year, right before her trip to Japan."
"That was generous of her!"
"She really was — she knew how much I wanted one."
Latihan 1 · Tentukan unsurnya
'The dog barked loudly.' — What is 'barked'?
Latihan 2 · Tentukan unsurnya
'The dog barked loudly.' — What is 'loudly'?
Latihan 3 · Tentukan unsurnya
'Maria is a doctor.' — What is 'a doctor'?
Latihan 4 · Tentukan unsurnya
'She cooked dinner.' — What is 'dinner'?
Latihan 5 · Tentukan unsurnya
'She gave him a gift.' — What is 'him'?
Latihan 6 · Tentukan unsurnya
'She gave him a gift.' — What is 'a gift'?
Latihan 7 · Tentukan unsurnya
'The coffee smells amazing.' — What is 'amazing'?
Latihan 8 · Pilih unsur yang benar
Which element answers questions like 'where,' 'when,' or 'how'?
Latihan 9 · Tentukan unsurnya
'The children played in the park.' — What is 'in the park'?
Latihan 10 · Tulis Subject-nya
Identify the subject: 'My sister studies medicine.'
Latihan 11 · Kelompokkan
0 / 8 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: keterangan di tempat yang salah
Indonesian: “Dia sangat suka kopi.” Which English sentence is correct?
Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
'The cake looks delicious.' — What is 'delicious'?
Induk kalimat dan anak kalimat (clauses)
Independent dan dependent clause dalam bahasa Inggris: cara membentuk kalimat simple, compound, dan complex, serta kesalahan umum penutur bahasa Indonesia.
Subjek kosong “it” (dummy it)
It sebagai subjek kosong: untuk cuaca, waktu, jarak, dan kalimat seperti It's hard to say, justru di tempat bahasa Indonesia tidak memakai subjek.
Kalimat seru (exclamations)
Kalimat seru dalam bahasa Inggris: What a/an + kata benda dan How + kata sifat, serta cara memilih yang tepat untuk “Betapa…!” atau “… sekali!”.
Urutan kata
Urutan kata bahasa Inggris: subjek-kata kerja-objek yang tetap, cara mengurutkan dua objek, dan fronting untuk memberi penekanan pada satu bagian kalimat.