It was raining, so we stayed inside, bukan “It was raining, we stayed inside”. Pelajaran ini membahas cara menyusun kalimat secara utuh, bukan kata per kata.
Yang akan kamu pelajari
Pelajaran ini mengumpulkan kesalahan struktur yang bertahan bahkan di level tinggi, karena masalahnya bukan pada satu kata tertentu, melainkan pada susunan seluruh kalimat. Bagi penutur bahasa Indonesia, beberapa di antaranya sangat menjebak karena dalam tulisan sehari-hari bahasa Indonesia hal itu terasa wajar: dua kalimat yang hanya dipisahkan koma, “…, namun …” di tengah kalimat, atau kalimat yang dimulai dengan “Karena…” lalu berhenti begitu saja.
Dalam bahasa Inggris standar, sebuah pernyataan hanya dinegasikan satu kali: dengan not/n't + any (“I don't know anything about it.”) atau dengan kata negatif seperti nothing, nobody, never (“I know nothing about it.” – benar, tetapi terdengar lebih tegas dan agak formal). Kalau keduanya digabung, terjadilah negasi ganda, yang memang ada dalam beberapa dialek dan percakapan sangat santai (misalnya dalam lagu), tetapi dianggap salah dalam bahasa Inggris standar. Kalimat yang lebih panjang boleh memiliki dua negasi kalau masing-masing berada dalam klausanya sendiri: “I don't like it, and I won't buy it.”
Kabar baiknya, bahasa Indonesia sudah bekerja dengan cara yang mirip: “Saya tidak tahu apa-apa”, “Tidak ada siapa-siapa di rumah”, “Kuncinya tidak ada di mana pun” – “tidak” ditambah apa-apa / siapa-siapa / di mana pun, sama seperti not + anything / anybody / anywhere. Masalahnya, banyak pelajar menghafal “apa-apa” sebagai nothing (karena ungkapan “tidak apa-apa”), lalu menulis “I don't know nothing”. Triknya: kalau sudah ada not, kata berikutnya memakai any-; kalau tidak ada not, pakai kata negatifnya saja (nothing, nobody, nowhere).
Kata seperti because, although, when, atau which memulai anak kalimat. Dalam tulisan bahasa Inggris, anak kalimat tidak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat: ia memerlukan induk kalimat. “Because I was tired, I went to bed early.”
Catatan penting: dalam percakapan, jawaban singkat seperti “Kenapa kamu pulang?” – “Karena capek” sangat wajar dalam kedua bahasa: “Because I was tired.” Fragment baru menjadi kesalahan dalam teks tertulis, ketika anak kalimat itu berdiri sendiri di antara dua titik. Ini juga berlaku dalam bahasa Indonesia baku: kalimat tertulis yang hanya berisi “Karena saya lelah.” atau yang dimulai dengan “Sehingga…” sebenarnya tidak lengkap.
Kasus klasik lainnya: komentar tentang seluruh kalimat sebelumnya. Dalam bahasa Inggris dipakai “, which …”, tetapi hanya di dalam kalimat yang sama: “He arrived late, which nobody had expected.” Kalau ada titik sebelumnya, “Which nobody had expected.” menjadi fragment – sama seperti “Yang tidak diduga siapa pun.” yang berdiri sendiri. Dan kata benda dengan klausa relatif (“Hasil yang tidak diduga siapa pun.”) belum menjadi kalimat: kata kerja utamanya belum ada.
Frasa pembuka seperti “Running down the street” atau “After finishing the report” tidak punya subjek sendiri: frasa itu otomatis merujuk ke subjek yang muncul tepat setelah koma. Kalau di situ bukan orang yang kamu maksud, gambarannya menjadi aneh dan sering lucu tanpa disengaja: “Running down the street, the bus left” secara harfiah berarti busnya yang berlari di jalan.
Mengapa ini sering terjadi pada penutur bahasa Indonesia: dalam bahasa Indonesia subjek sering dihilangkan, dan kalimat seperti “Setelah selesai menulis laporan, printernya rusak” atau “Waktu masuk ke ruangan, lampunya mati” terasa biasa saja dalam percakapan. Kalau diterjemahkan dengan bentuk -ing (“After finishing the report, …”, “Walking into the room, …”), induk kalimatnya harus dimulai dengan orang yang menyelesaikan atau masuk. Ada dua solusi: letakkan subjek yang benar (“After finishing the report, I found the printer had broken.”), atau pakai anak kalimat lengkap dengan subjeknya sendiri (“After I finished the report, the printer broke.”).
Dalam tulisan sehari-hari bahasa Indonesia, dua kalimat utama sering digabung hanya dengan koma: “Hujan turun, kami tetap di rumah.” Dalam bahasa Inggris, “It was raining, we stayed inside.” adalah comma splice dan dianggap salah. Ada tiga pilihan: koma + kata hubung (and, but, so, or, yet): “It was raining, so we stayed inside.”; titik koma: “It was raining; we stayed inside.”; atau titik: “It was raining. We stayed inside.”
Hati-hati dengan “namun”, “oleh karena itu”, dan “selain itu”: padanannya dalam bahasa Inggris, however, therefore, dan moreover, adalah kata keterangan, bukan kata hubung. Jadi “It was late, therefore we went home” tetap comma splice, sama seperti “…, namun …” di tengah kalimat. Yang benar: “It was late, so we went home.” atau dalam gaya formal “It was late; therefore, we went home.” Menurut EYD, namun dan oleh karena itu adalah penghubung antarkalimat yang diletakkan di awal kalimat baru, jadi kalau kamu terbiasa menulis bahasa Indonesia baku, kamu sudah punya naluri yang tepat. Kasus sebaliknya, dua kalimat utama tanpa tanda baca apa pun (“It was late we went home”), disebut run-on atau fused sentence dan juga salah.
Dalam daftar, bahasa Indonesia tidak membantu soal bentuk, karena kata kerjanya selalu sama: “Saya suka berenang, bersepeda, dan lari.” Dalam bahasa Inggris kamu harus memilih satu bentuk dan memakainya untuk semua unsur. Yang paling wajar adalah -ing: “I like swimming, cycling, and running.” (“I like to swim, cycle, and run” juga paralel). Kesalahannya muncul kalau bentuknya dicampur: -ing dengan to-infinitive, dengan kata kerja dasar, atau dengan anak kalimat (“… and to run”, “… and run”, “… and how to listen”, “… and being organized” di samping kata benda).
Satu catatan tanda baca: koma sebelum and terakhir dalam daftar (serial comma atau Oxford comma) bersifat opsional dalam bahasa Inggris – sangat umum dalam bahasa Inggris Amerika, kurang umum dalam bahasa Inggris Britania. Kedua cara benar; yang penting adalah bentuk unsur-unsurnya yang paralel.
“Saya tidak tahu apa-apa”: setelah not dipakai anything. Nothing sendiri sudah berarti “tidak … apa-apa”.
“Saya tidak bisa menemukan kunci saya di mana pun”: setelah can't, tempat memakai any-, yaitu anywhere.
Sebagai jawaban lisan atas pertanyaan dengan why tidak masalah, tetapi dalam teks tertulis anak kalimat ini memerlukan induk kalimat.
Frasa -ing merujuk ke subjek tepat setelah koma, dan busnya tidak berlari. Dalam bahasa Inggris subjek yang benar harus disebutkan.
Terjemahan langsung dari “Hujan turun, kami tetap di dalam”. Dalam bahasa Inggris, dua kalimat lengkap memerlukan kata hubung, titik koma, atau titik.
“…, namun …” di tengah kalimat tidak bisa diterjemahkan menjadi “…, however …”. Pakai but, atau gaya formal dengan titik koma: The plan was good; however, it was too expensive.
“Berenang, bersepeda, dan lari” memakai bentuk yang sama dalam bahasa Indonesia; dalam bahasa Inggris semua unsur juga harus berbentuk sama, yaitu -ing.
Dalam tulisan sehari-hari bahasa Indonesia, dua kalimat utama sering digabung dengan koma (“Jadwalnya berubah, kami menyesuaikan rencana.”), dan “namun” atau “oleh karena itu” sering diletakkan tepat setelah koma
Dalam bahasa Inggris itu adalah comma splice: “The deadline moved, we adjusted the plan” memerlukan kata hubung (“…, so we adjusted the plan”), titik koma, atau titik. However, therefore, dan moreover adalah kata keterangan, seperti “namun”, “oleh karena itu”, dan “selain itu”, dan tidak bisa menggabungkan dua kalimat hanya dengan koma. Aturan praktis saat memeriksa tulisan: kalau di kedua sisi koma ada kalimat lengkap, setelah koma kamu perlu and/but/so/or/yet, atau ganti komanya dengan titik koma atau titik.
Bahasa Indonesia sering menghilangkan subjek, sehingga frasa pembuka bisa merujuk ke orang yang berbeda dari subjek induk kalimat: “Setelah selesai menulis laporan, printernya rusak”, “Waktu masuk ke ruangan, lampunya mati”
Frasa -ing di awal kalimat bahasa Inggris (“After finishing the report”, “Walking into the room”) memiliki subjek yang tidak terlihat, dan subjek itu harus sama dengan subjek induk kalimat. Terjemahan kata per kata menghasilkan “Walking into the room, the lights suddenly turned off”, seolah-olah lampunya yang masuk ke ruangan. Yang benar: “Walking into the room, I noticed the lights were off.” atau dengan anak kalimat: “When I walked into the room, the lights went off.”
Dalam tulisan bahasa Indonesia sering muncul kalimat yang dimulai dengan “Karena…”, “Sehingga…”, atau “Yang…” dan berdiri sendiri
Dalam bahasa Inggris tertulis, anak kalimat yang dimulai dengan because, although, so that, atau which harus menempel pada induk kalimat: “Because I was tired, I went to bed early.”, “He arrived late, which nobody had expected.” Kalimat “Because I was tired.” atau “Which is exactly what I expected.” yang berdiri sendiri adalah fragment. Bahasa Indonesia baku sebenarnya menerapkan aturan yang sama, jadi kalau kamu memeriksa tulisanmu dengan cermat dalam kedua bahasa, kesalahan ini akan berkurang.
“Saya tidak tahu apa-apa”, “Tidak ada siapa-siapa”: bahasa Indonesia memakai “tidak” + apa-apa / siapa-siapa
Polanya sama dengan bahasa Inggris standar: not + anything / anybody / anywhere: “I don't know anything”, “There isn't anybody here”, “I can't find my keys anywhere”. Jadi “apa-apa” setelah “tidak” adalah anything, bukan nothing. Nothing, nobody, dan nowhere sudah mengandung negasi dan dipakai tanpa not: “I know nothing”, “Nobody came”. “I don't know nothing” terdengar seperti dialek atau kesalahan.
💡 “Tidak … apa-apa / siapa-siapa / pernah / di mana pun” → not + anything / anybody / ever / anywhere. Hanya satu negasi.
💡 Ada kalimat lengkap di kedua sisi koma? Kamu perlu and/but/so/or/yet, atau ganti komanya dengan titik koma atau titik. “…, namun …” → “…, but …”.
💡 Dengan frasa -ing di awal kalimat, tanyakan: siapa yang melakukannya? Orang itu harus muncul tepat setelah koma.
"Can you check this paragraph before I send it? Something feels off."
"You've got a comma splice here — 'the deadline moved, we adjusted the plan' needs a conjunction."
"Good catch. Anything else?"
"Just one more — this sentence starts with 'Reviewing the numbers,' but the subject right after it is 'the report,' not you, so it sounds like the report was reviewing itself."
Latihan 1 · Pilih kalimat yang benar
Which is correct?
Latihan 2 · Pilih kalimat yang lengkap
Which is a complete sentence, not a fragment?
Latihan 3 · Pilih kalimat yang benar
Which is correct?
Latihan 4 · Pilih kalimat yang benar
Which is correct?
Latihan 5 · Pilih kalimat tanpa comma splice
Which avoids a comma splice?
Latihan 6 · Pilih kalimat yang benar
Which is correct?
Latihan 7 · Pilih kalimat yang lengkap
Which is a complete sentence?
Latihan 8 · Pilih kalimat dengan struktur paralel
Which keeps the list items parallel?
Latihan 9 · Perbaiki dangling modifier-nya
Correct the dangling modifier: After finishing the report, the printer broke.
Latihan 10 · Perbaiki kalimat yang tidak lengkap
Correct the sentence fragment by adding the main clause 'we decided to go ahead': Even though the plan was risky.
Latihan 11 · Kelompokkan: fragment atau kalimat lengkap
0 / 6 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: “…, namun …” di tengah kalimat
Indonesian: “Rencananya bagus, namun terlalu mahal.” Which English sentence is correct?
Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
Which is correct?
Kesalahan dengan kata benda yang dapat dan tidak dapat dihitung
Kesalahan dengan kata benda yang dapat dan tidak dapat dihitung: advice, information, furniture, news, people, serta much/many dan a little/a few.
Kesalahan umum dengan kata ganti
Kesalahan kata ganti dalam bahasa Inggris: I atau me setelah and dan preposisi, urutan my brother and I, serta myself yang hilang atau berlebihan.
Kesalahan umum dengan gerund dan to-infinitive
Kesalahan gerund atau to-infinitive: enjoy + -ing (bukan to), want + to, dan preposisi + -ing seperti look forward to atau interested in.
Kesalahan umum dengan preposisi
Preposisi yang sering salah dipakai penutur bahasa Indonesia: married to (bukan with), depend on, listen to, arrive at, discuss tanpa about, dan good at.