Bahasa Indonesia tidak punya artikel, tetapi kamu sudah memakai sesuatu yang mirip: “seorang”, “sebuah” untuk hal baru, dan “itu” atau “-nya” untuk hal yang sudah diketahui. Bedanya, dalam bahasa Inggris artikel hampir tidak pernah boleh dihilangkan.
Yang akan kamu pelajari
Bahasa Indonesia tidak punya artikel, tetapi gagasannya tidak asing. “Ada seorang laki-laki di halte” memperkenalkan orang baru; “Laki-laki itu sedang membaca koran” menunjuk orang yang sudah kita ketahui. Bahasa Inggris melakukan hal yang sama dengan a man dan the man.
Bedanya: dalam bahasa Indonesia “seorang”, “sebuah”, dan “itu” boleh dihilangkan (“Saya lihat laki-laki di halte”), sedangkan dalam bahasa Inggris kata benda tunggal yang dapat dihitung hampir selalu perlu artikel atau kata lain seperti my atau this. Kabar baiknya, the tidak pernah berubah bentuk: the book, the books, untuk satu buku maupun banyak buku. Kita akan fokus pada tempat-tempat artikel paling sering hilang.
A dan an adalah kata yang sama. Bentuknya tergantung pada bunyi pertama kata berikutnya, bukan pada huruf yang ditulis: a di depan bunyi konsonan, an di depan bunyi vokal. Di sini ada jebakan khusus bagi kita, karena bahasa Indonesia dibaca sesuai tulisannya. Kata “universitas” dan “Eropa” memang dimulai dengan bunyi vokal, tetapi dalam bahasa Inggris tidak.
“a university”: university diawali huruf vokal, tetapi diucapkan “yu-”, yaitu dengan bunyi konsonan. Begitu juga a European (“yu-”). Sebaliknya an umbrella (“a-”) dan an MBA (“em-”).
“an hour”: huruf h di sini tidak dibaca, jadi katanya benar-benar dimulai dengan bunyi vokal. Dalam bahasa Indonesia h hampir selalu dibaca (“hotel”, “harga”), jadi kata ini perlu dihafal. Namun dalam sebagian besar kata bahasa Inggris, h juga dibaca, sehingga memakai a: a house, a hotel, a hospital.
A/an dipakai dengan kata benda tunggal yang dapat dihitung, yang baru pertama kali disebut atau tidak tertentu, mirip “seorang”, “sebuah”, atau “satu”. Dengan kata benda yang tidak dapat dihitung (advice, money) dan dengan bentuk jamak (cats), a/an tidak dipakai. Jangan lupakan a di tempat yang dalam bahasa Indonesia tidak perlu kata apa pun: “Saya tidak punya sepeda” adalah “I don't have a bike”.
“I saw a man at the bus stop.” – “Saya melihat seorang laki-laki di halte bus.”
“Can I borrow a pen?” – “Boleh saya pinjam pulpen?”
The dipakai kalau sudah jelas apa yang dibicarakan: karena sudah disebut sebelumnya, karena hanya ada satu, atau karena situasinya menunjukkan benda itu. Ini mirip “itu” dan “-nya” dalam “laki-laki itu” atau “pintunya”. Bedanya, dalam bahasa Indonesia kita sering tidak memakai penanda apa pun (“Matahari terbit di timur”), sedangkan bahasa Inggris tetap memerlukan the: the sun, the east.
“I saw a man at the bus stop. The man was reading a newspaper.” → laki-laki itu sudah disebut
“The sun rises in the east.” → hanya ada satu matahari
“Can you close the door?” → dari situasinya jelas pintu yang mana (“Bisa tutup pintunya?”)
Dalam bahasa Indonesia cukup “Dia insinyur”. Dalam bahasa Inggris, di depan profesi dalam bentuk tunggal harus ada a/an; di sini an, karena engineer diawali bunyi vokal.
“Bisa tutup pintunya?”: pintu yang dimaksud sudah jelas dari situasinya, jadi bahasa Inggris memerlukan the. Kata benda tunggal yang dapat dihitung tidak bisa berdiri sendiri.
Dalam “Saya tidak punya sepeda” tidak ada kata tambahan, tetapi dalam bahasa Inggris kata benda tunggal yang dapat dihitung perlu a/an, juga dalam kalimat negatif.
“Sebuah nasihat” dapat dihitung dalam bahasa Indonesia, tetapi advice tidak dapat dihitung dalam bahasa Inggris: some advice atau a piece of advice.
“Universitas” diawali bunyi vokal, tetapi university diucapkan “yu-”, yaitu bunyi konsonan, jadi a. Yang menentukan bunyinya, bukan hurufnya.
Dalam bahasa Indonesia profesi disebut tanpa kata tambahan: “Saya guru”, “Kakak saya perawat”
Dalam bahasa Inggris, di depan profesi dalam bentuk tunggal harus ada a/an, dan juga kata kerja be: “I'm a teacher”, “She's an engineer”. Kalau diterjemahkan kata per kata, hasilnya “I teacher” atau “I'm teacher”, salah satu kesalahan paling umum penutur bahasa Indonesia.
“Seorang laki-laki”, “sebuah rumah” untuk hal baru; “laki-laki itu”, “rumahnya” untuk hal yang sudah diketahui
Ini pegangan yang bagus: “seorang/sebuah” ≈ a/an, “itu/-nya” ≈ the. Bedanya, kata-kata itu boleh dihilangkan dalam bahasa Indonesia, sedangkan artikel bahasa Inggris tidak. “Bisa tutup pintunya?” adalah “Can you close the door?”, bukan “Can you close door?”. Ingat juga bahwa “-nya” kadang berarti his/her (“bukunya” = his book atau her book), dan dalam hal itu bahasa Inggris memakai kata ganti kepemilikan, bukan the.
Bahasa Indonesia dibaca sesuai tulisannya: “universitas”, “Eropa”, “hotel”, “jam”
Bahasa Inggris tidak. University dan European diawali bunyi “yu-”, jadi a university, a European. Hour diawali bunyi vokal karena h tidak dibaca, jadi an hour. Sebelum memilih a atau an, ucapkan kata berikutnya dalam bahasa Inggris dan dengarkan bunyinya, jangan melihat hurufnya. “An university” dan “a hour” adalah kesalahan yang sangat umum.
💡 Ragu antara a dan an? Ucapkan kata berikutnya dalam bahasa Inggris dan dengarkan bunyi pertamanya, jangan melihat hurufnya.
💡 Profesi tanpa kata tambahan dalam bahasa Indonesia (“Saya guru”) = a/an dalam bahasa Inggris: I'm a teacher.
💡 Kata benda tunggal yang dapat dihitung hampir tidak pernah berdiri sendiri: pakai a/an untuk hal baru (“seorang”, “sebuah”) dan the untuk hal yang sudah diketahui (“itu”, “-nya”).
"Can I get a medium coffee and an oat milk latte, please?"
"Sure. The oat milk latte will be about five minutes."
"No problem — is there an outlet near the window?"
"Yes, the one by the plant works."
Latihan 1 · Pilih artikel yang benar
She's ___ engineer.
Latihan 2 · Kelompokkan menurut bunyinya
0 / 6 dikelompokkan
Latihan 3 · Pilih kalimat yang benar
Which sentence is correct?
Latihan 4 · Pilih kalimat yang benar
Which is correct?
Latihan 5 · Susun kata-katanya
Latihan 6 · Susun kata-katanya
Latihan 7 · Lengkapi kalimatnya
Complete with an article: Can I borrow ___ pen? (any pen, one word)
Latihan 8 · Lengkapi kalimatnya
Complete: ___ sun rises in the east. (one word)
Latihan 9 · Perbaiki kesalahannya
Fix the mistake:
Latihan 10 · Perbaiki kesalahannya
Fix the mistake:
Latihan 11 · Situasi nyata
You're telling a story and mention a stranger for the first time. What's natural?
Latihan 12 · Situasi nyata
You already mentioned the man once. How do you refer to him the second time?
Latihan 13 · Pilih artikel yang benar
He's studying for ___ MBA.
Latihan 14 · Kesalahan umum: profesi tanpa artikel
Indonesian: “Kakak saya perawat.” Which English sentence is correct?
Lima pertanyaan beragam untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
Choose the correct article: I saw ___ unicorn in the parade costume.
Tanpa artikel (zero article)
Zero article: tanpa artikel untuk pernyataan umum, waktu makan, bahasa, dan go to school. Dogs are loyal, bukan Dog is loyal atau The dogs are loyal.
Artikel dengan nama orang, tempat, dan geografi
The atau tanpa artikel pada nama tempat: kota dan sebagian besar negara tanpa artikel; sungai, laut, samudra, pegunungan, dan negara bernama jamak dengan the.
Referensi umum dan khusus
“Anjing hewan yang setia” (secara umum) adalah Dogs are loyal, bukan Dog is loyal atau The dogs are loyal. Pelajari artikel untuk hal umum dan tertentu.
Penggunaan artikel tingkat lanjut
Artikel tingkat lanjut: a dengan kata benda abstrak + kata sifat, the dengan superlatif dan bilangan urutan, serta such a / what a dalam kalimat seru.