If you heat water to 100 degrees, it boils. Selalu benar: present simple di kedua bagian, seperti “Kalau air dipanaskan sampai 100 derajat, air mendidih.”
Yang akan kamu pelajari
Zero conditional menggambarkan sesuatu yang selalu terjadi: kebenaran umum, fakta ilmiah, atau kebiasaan. Kedua bagian kalimat memakai present simple, dan will tidak muncul.
Dalam bahasa Indonesia kita sering berkata “Kalau air dipanaskan sampai 100 derajat, air (akan) mendidih.” Dalam bahasa Inggris ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama, kata “akan” tidak diterjemahkan: untuk fakta umum cukup present simple. Kedua, kata kerja untuk he/she/it mendapat -s, walaupun kata kerja bahasa Indonesia tidak berubah: “If you heat water to 100 degrees, it boils.”, bukan “it boil”.
Karena zero conditional menggambarkan sesuatu yang selalu terjadi, if dan when artinya hampir sama: keduanya memperkenalkan kondisi yang selalu membawa hasil yang sama. Untuk sesuatu yang pasti terjadi, seperti matahari terbenam, when terdengar lebih alami.
Ini mudah bagimu, karena “kalau” dalam bahasa Indonesia juga dipakai untuk keduanya: “Kalau hujan, saya di rumah saja” bisa berarti if atau when. Perhatikan subjek dalam kalimat tentang cuaca dan cahaya: “Kalau matahari terbenam, hari menjadi gelap” → “When the sun sets, it gets dark.”, dengan it.
Bahkan dalam petunjuk umum atau pernyataan ilmiah, anak kalimat dengan if punya subjek, sering you dengan arti “siapa saja”. Kata kerja tanpa subjek (“If mix…”) tidak ada dalam bahasa Inggris.
Dalam bahasa Indonesia, kalimat umum seperti ini sering memakai bentuk di- tanpa pelaku atau tanpa subjek sama sekali: “Kalau merah dan biru dicampur, jadinya ungu.” Dalam bahasa Inggris yang paling alami adalah you yang umum: “If you mix red and blue, you get purple.” Dan kalau bendanya sudah disebut, induk kalimat memakai it atau they: “If you don't water plants, they die.”
“Logam memuai” tidak berubah dalam bahasa Indonesia, tetapi dalam bahasa Inggris kata benda tunggal perlu kata kerja dengan -s: expands, boils, melts.
Dalam bahasa Indonesia “…, mendidih” cukup, tetapi dalam bahasa Inggris induk kalimat perlu subjek: it boils.
Tidak ada will dalam anak kalimat dengan if. Dengan will di induk kalimat (“it will boil”), kalimatnya mungkin, tetapi menjadi ramalan (first conditional), bukan kebenaran umum.
Anak kalimat if dalam zero conditional memakai present simple, bukan will.
Anak kalimat if perlu subjek. Kalau dalam bahasa Indonesia kamu memakai bentuk di- (“kalau dicampur”), dalam bahasa Inggris biasanya dipakai you.
“Kalau” dipakai untuk “if” dan juga “when”: “Kalau hujan, saya di rumah saja”
Dalam zero conditional ini membantu: if dan when sama-sama benar. “If it rains, I stay at home.” = “When it rains, I stay at home.” Untuk peristiwa yang pasti terjadi, when lebih alami: “When the sun sets, it gets dark.”
Untuk hal umum, bahasa Indonesia sering memakai bentuk di- atau menghilangkan subjek: “Kalau dipanaskan, mendidih”
Bahasa Inggris membutuhkan subjek di kedua klausa. Yang paling alami adalah you yang umum (“siapa saja”) dan it/they untuk benda yang sudah disebut: “If you heat water, it boils.” Kalimat “If heat water, boils” salah. Bentuk pasif juga benar, asalkan lengkap: “If water is heated, it boils.”
Kata kerja bahasa Indonesia tidak berubah menurut subjek: “air mendidih”, “logam memuai”, “bayi menangis”
Dalam present simple bahasa Inggris, kata kerja untuk he/she/it dan kata benda tunggal mendapat -s: “Water boils”, “Metal expands”, “Ice melts”. Untuk jamak tanpa -s: “Plants die”, “Babies cry”. Ini kesalahan yang sangat sering, jadi periksa kata kerjamu setiap kali.
Kita sering menambahkan “akan”: “Kalau air dipanaskan, air akan mendidih”
Dalam bahasa Inggris, “it will boil” di induk kalimat tidak salah, tetapi itu sudah menjadi ramalan (first conditional), bukan fakta umum. Untuk kebenaran umum pakai present simple di kedua bagian: “If you heat water, it boils.” Yang jelas salah adalah will dalam anak kalimat dengan if: “If you will heat water…”.
💡 Jangan lupa subjek di kedua bagian: If you heat water, it boils.
💡 “Kalau dicampur…” → If you mix… You yang umum berarti “siapa saja”.
💡 Kebenaran umum: present + present. Hasil di masa depan: present + will.
💡 He/she/it dan kata benda tunggal: kata kerja + -s (Water boils, Metal expands).
"Why do you always carry a water bottle?"
"If I don't drink enough water, I get headaches."
"Makes sense. I'm the same with coffee — if I skip my morning cup, I can't focus."
"Ha, same. When I don't sleep enough, I feel it all day too."
Latihan 1 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct zero conditional sentence.
Latihan 2 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 3 · Pilih tense yang benar
Which tense is used in BOTH clauses of a zero conditional?
Latihan 4 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence about a general truth.
Latihan 5 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence about a personal habit.
Latihan 6 · Pilih kata yang bisa menggantikan “if”
Which word can replace 'if' in a zero conditional without changing the meaning?
Latihan 7 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 8 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence with a subject kept in the if-clause.
Latihan 9 · Lengkapi kalimatnya
Complete the zero conditional: 'If you don't water plants, they ___ (die).'
Latihan 10 · Lengkapi kalimatnya (perhatikan -s)
Complete the zero conditional: 'Metal ___ (expand) if you heat it.'
Latihan 11 · Kelompokkan
0 / 4 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: tanpa subjek dan tanpa -s
Indonesian: “Kalau logam dipanaskan, logam memuai.” Which English sentence is correct?
Lima pertanyaan beragam untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
Choose the correct zero conditional sentence.
First conditional
Pelajari first conditional (present simple setelah if dan will di induk kalimat) untuk kemungkinan nyata di masa depan, plus jebakan “kalau” dan “akan”.
Second conditional (pengandaian yang tidak nyata)
Second conditional: past simple setelah if dan would di induk kalimat untuk situasi yang tidak nyata. Plus kesalahan umum: would setelah if.
Third conditional (pengandaian tentang masa lalu)
Third conditional: past perfect setelah if dan would have + past participle untuk membayangkan masa lalu yang berbeda, tanpa jebakan “If I knew”.
Ungkapan syarat selain if
Provided that, as long as, on condition that, dan unless: cara lain menyatakan syarat, dan mengapa “selama” di sini bukan while atau during.