First conditional

A2 · DasarKalimat pengandaian (conditionals)

If it rains, I'll bring an umbrella. Setelah if pakai present simple tanpa will, tetapi induk kalimatnya perlu will.

Yang akan kamu pelajari

  • First conditional memakai present simple di anak kalimat dengan if dan will + bentuk dasar di induk kalimat
  • Kalimat ini menggambarkan kemungkinan nyata di masa depan, bukan kebenaran umum atau situasi khayalan
  • Di anak kalimat dengan if biasanya tidak ada will, walaupun yang dibicarakan masa depan
  • Selain will, induk kalimat juga bisa memakai can, could, might, atau kalimat perintah

Kemungkinan nyata di masa depan

First conditional menggambarkan sesuatu yang benar-benar bisa terjadi di masa depan dan akibatnya. Di anak kalimat dengan if dipakai present simple, dan di induk kalimat will + bentuk dasar kata kerja.

Bandingkan dengan bahasa Indonesia: “Kalau hujan, saya akan membawa payung.” Kita sering menghilangkan “akan” (“Kalau hujan, saya bawa payung”), tetapi bahasa Inggris memerlukan will atau bentuk singkatnya 'll di induk kalimat: “If it rains, I'll bring an umbrella.” Perhatikan juga subjek it: “hujan” tidak punya subjek, tetapi dalam bahasa Inggris harus “it rains”, bukan “if rains”.

"If it rains, I'll bring an umbrella."
"If I have time, I will call you."

Tanpa will di anak kalimat dengan if

Aturan terpenting: di anak kalimat dengan if pada first conditional tidak ada will, walaupun seluruh kalimat membicarakan masa depan. Kalau will kamu pahami sebagai “akan”, rasanya wajar memakainya di kedua bagian, tetapi itu salah. Di anak kalimat dengan if dipakai present simple (atau present continuous untuk kegiatan yang sedang berlangsung: I'll text you if I'm running late); will hanya di induk kalimat. Ini juga berlaku kalau induk kalimatnya di depan: “We'll miss the train if we don't hurry.” Selain will, induk kalimat bisa berupa kalimat perintah: “If she calls, tell her I'm out.” Ingat -s untuk he/she/it: if she calls, bukan if she call.

Sama halnya dengan when. Dalam bahasa Indonesia “kalau” bisa berarti if maupun when: “Nanti kalau sudah sampai rumah, saya telepon kamu.” Untuk sesuatu yang pasti terjadi, bahasa Inggris memakai when, juga dengan present simple: “When I get home, I'll call you”, bukan “When I will get home”.

Dua pengecualian yang akan kamu pelajari nanti: kalau if berarti “apakah” (whether), will boleh dipakai (I don't know if she'll come = Saya tidak tahu apakah dia akan datang). Dan dalam permintaan sopan, will berarti “bersedia” (If you'll wait here, I'll get the manager). Untuk syarat biasa: if + present simple.

"We'll miss the train if we don't hurry."
"If she calls, tell her I'm out."

Unless dan kata kerja modal di induk kalimat

Unless berarti “kecuali kalau” atau “kalau tidak”, dan aturannya sama: setelahnya present simple, tanpa will. “Unless you study, you won't pass.” Karena unless sudah mengandung makna negatif, jangan tambahkan not lagi. “Kalau kamu tidak belajar, kamu tidak akan lulus” adalah “Unless you study…” atau “If you don't study…”, tidak pernah “Unless you don't study…”.

Di induk kalimat, selain will bisa dipakai kata kerja modal lain, tergantung seberapa pasti hasilnya: can (bisa), could (bisa, sebagai usulan), might (mungkin). “If you're free tonight, we could grab dinner.”

"Unless you study, you won't pass."
"If you're free tonight, we could grab dinner."

Contoh bahasa Inggris sehari-hari

"I'll text you if I'm running late."
"If the weather is nice, we'll go to the beach."
"If you email me, I'll reply right away."
"Unless something changes, we'll leave at nine."

Perhatikan

✗If it will rain, I'll bring an umbrella.
✓If it rains, I'll bring an umbrella.

Di anak kalimat dengan if dipakai present simple, walaupun maksudnya masa depan. Will hanya di induk kalimat.

✗If I will have time, I will call you.
✓If I have time, I will call you.

Hanya induk kalimat yang memakai will. “Kalau saya ada waktu” adalah If I have time.

✗Unless you will study, you won't pass.
✓Unless you study, you won't pass.

Setelah unless dipakai present simple, sama seperti setelah if.

✗If I have time tomorrow, I call you.
✓If I have time tomorrow, I'll call you.

Dalam bahasa Indonesia “saya telepon kamu” cukup, tetapi dalam bahasa Inggris akibat di masa depan memerlukan will, biasanya dalam bentuk singkat 'll.

✗When I will get home, I'll call you.
✓When I get home, I'll call you.

Setelah when juga dipakai present simple, seperti setelah if, walaupun maksudnya masa depan.

✗If rains, I'll bring an umbrella.
✓If it rains, I'll bring an umbrella.

“Kalau hujan” tidak punya subjek, tetapi dalam bahasa Inggris perlu it: if it rains.

✗Unless you don't study, you won't pass.
✓Unless you study, you won't pass.

Unless sudah berarti “kalau tidak”, jadi jangan tambahkan don't. Pilih salah satu: unless you study atau if you don't study.

Perbandingan dengan bahasamu

Will sering dihafal sebagai “akan”, dan seluruh situasinya ada di masa depan: “Kalau besok hujan…”

Dalam bahasa Inggris, anak kalimat dengan if memakai present simple walaupun maknanya masa depan: “If it rains”, bukan “If it will rain”; “If I have time”, bukan “If I will have time”. Kata seperti tomorrow sudah cukup menunjukkan waktunya: “If it rains tomorrow, …”.

Dalam bahasa Indonesia “akan” sering dihilangkan di akibatnya: “Kalau besok saya ada waktu, saya telepon kamu”

Dalam bahasa Inggris, untuk akibat tertentu di masa depan induk kalimatnya memerlukan will (atau modal lain, atau kalimat perintah): “If I have time tomorrow, I'll call you.” Kalimat “If I have time tomorrow, I call you” terdengar seperti kebiasaan atau aturan tetap, bukan rencana untuk besok.

“Kalau” bisa berarti if atau when: “Kalau hujan…”, “Nanti kalau sudah sampai rumah…”

Bahasa Inggris memilih: if untuk sesuatu yang mungkin terjadi, when untuk sesuatu yang pasti terjadi. “If it rains, we'll stay inside”, tetapi “When I get home, I'll call you” (kamu pasti akan sampai di rumah). Setelah if, when, dan unless sama-sama dipakai present simple, tanpa will.

💡 Anak kalimat dengan if memakai present simple (If it rains), tetapi induk kalimatnya perlu will: I'll stay at home.

💡 “Nanti kalau sudah sampai rumah…” = When I get home… Setelah when, if, dan unless tidak pernah will.

💡 Unless sudah negatif: Unless you study, bukan Unless you don't study.

Situasi nyata: membuat rencana

"Are we still on for the picnic tomorrow?"

"If it doesn't rain, definitely. If it does, we'll just reschedule."

"Sounds good. I'll text you in the morning if the forecast changes."

"Perfect — unless I hear otherwise, I'll see you at noon."

Latihan

Latihan 1 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct first conditional sentence.

Latihan 2 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence.

Latihan 3 · Pilih tense yang benar

Which tense goes in the if-clause of a first conditional?

Latihan 4 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence.

Latihan 5 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence with 'unless.'

Latihan 6 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence with a modal instead of 'will' in the main clause.

Latihan 7 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence with the main clause first.

Latihan 8 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence.

Latihan 9 · Lengkapi kalimatnya

Complete the first conditional: 'If you ___ (finish) early, we can watch a movie.'

Latihan 10 · Lengkapi kalimatnya

Complete the first conditional: 'If the weather is nice, we ___ (go) to the beach.'

Latihan 11 · Kelompokkan: benar atau salah

If it rains, I'll bring an umbrella.
If it rains, I will bring an umbrella.
If it will rain, I'll bring an umbrella.
If it will rain, I will bring an umbrella.

0 / 4 dikelompokkan

Latihan 12 · Kesalahan umum: tanpa will di induk kalimat

Indonesian: “Kalau besok saya ada waktu, saya telepon kamu.” Which English sentence is correct?

Kuis singkat

Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.

Pertanyaan 1 / 5

Skor: 0/0

Choose the correct sentence.

Yang sudah kamu pelajari

  • First conditional: present simple di anak kalimat dengan if, will + bentuk dasar di induk kalimat.
  • Kalimat ini menggambarkan kemungkinan nyata di masa depan.
  • Di anak kalimat dengan if (dan setelah unless dan when) biasanya tidak ada will.
  • Berbeda dengan bahasa Indonesia, induk kalimatnya tidak cukup tanpa will: perlu will (atau can/could/might, atau kalimat perintah).
  • Jangan lupa subjeknya: If it rains, I'll…
  • If untuk sesuatu yang mungkin terjadi, when untuk sesuatu yang pasti terjadi, walaupun keduanya bisa menjadi “kalau”.
Lihat semua pelajaran di kategori ini