Sebagian kata kerja memerlukan objek supaya lengkap, sebagian lagi bisa berdiri sendiri. Memahaminya membantu kamu menghindari kesalahan umum seperti listen music atau discuss about.
Yang akan kamu pelajari
Kata kerja transitif meneruskan tindakannya kepada objek langsung: sesuatu atau seseorang yang “menerima” tindakan itu. Kata kerja intransitif menggambarkan tindakan yang sudah lengkap tanpa objek.
Konsepnya sama dengan tata bahasa Indonesia, dan tesnya juga sama: bisakah kamu bertanya “… apa?” atau “… siapa?” setelah kata kerjanya? “Dia membeli… apa?” Kalau ada jawabannya (a car), kata kerjanya transitif. “Mereka tiba… apa?” tidak masuk akal, jadi tiba adalah intransitif. Yang perlu diwaspadai: kata kerja yang transitif dalam bahasa Indonesia tidak selalu transitif dalam bahasa Inggris, dan sebaliknya.
Sebagian kata kerja hampir selalu memerlukan objek: buy, explain, discuss, enjoy. Sebagian lagi hampir tidak pernah memakai objek: sleep, arrive, happen, disappear. Kalau kata kerja intransitif diberi objek, atau objek kata kerja transitif dihilangkan, kalimatnya menjadi tidak lengkap atau salah.
Dua kasus penting bagi penutur bahasa Indonesia. Pertama, discuss itu transitif dan objeknya langsung mengikuti, tanpa about, walaupun kita biasa berkata “membahas tentang” atau “berdiskusi tentang”: “We discussed the issue.” (Kalau ingin memakai about, pakai talk: “We talked about the issue.”) Kedua, happen tidak pernah memakai objek. Untungnya, polanya sama dengan “terjadi pada”: “Sesuatu terjadi pada saya” = “Something happened to me.”
Beberapa kata kerja yang sangat umum (open, close, break, start, grow, move) bisa transitif atau intransitif dengan bentuk yang persis sama. Perbedaannya hanya pada ada atau tidaknya objek setelahnya.
Bahasa Indonesia membedakan keduanya dengan imbuhan atau bahkan kata yang berbeda: “Dia membuka pintu” / “Pintunya terbuka”, “Dia memecahkan jendela” / “Jendelanya pecah”, “Dia menanam tomat” / “Tomatnya tumbuh”. Dalam bahasa Inggris kata kerjanya tetap sama: “He opened the door.” / “The door opened.”, “She grew tomatoes.” / “The tomatoes grew.” Kamu tidak perlu mencari bentuk lain atau memakai kalimat pasif: “The economy grew last year”, bukan “The economy was grown”.
Hati-hati, tidak semua pasangan bekerja begitu. “Harga naik” dan “menaikkan harga” dalam bahasa Inggris memakai dua kata kerja yang berbeda: rise (intransitif, “The price has risen”) dan raise (transitif, “They raised the price”).
Kalau kata kerja intransitif perlu dihubungkan dengan tempat, benda, atau orang, dipakai preposisi, bukan objek langsung. Arrive memerlukan at atau in, apologize memerlukan to, listen memerlukan to.
Perhatikan arrive. Dalam bahasa Indonesia kita “tiba di” atau “sampai di” suatu tempat, dan “di” biasanya diterjemahkan menjadi in. Untuk arrive, aturannya: at untuk tempat tertentu (at the airport, at the station, at the hotel) dan in untuk kota atau negara (in Jakarta, in Indonesia). Dengan home tidak ada preposisi: “I arrived home.”
Ada kata kerja yang dalam bahasa Indonesia langsung diikuti objek, tetapi dalam bahasa Inggris memerlukan preposisi: “mendengarkan musik” → listen to music, “menunggu kamu” → wait for you, “mencari kunci” → look for the key. Sebaliknya, ada yang dalam bahasa Indonesia memakai preposisi, tetapi dalam bahasa Inggris transitif: “masuk ke ruangan” → enter the room (tanpa to atau into), “membahas tentang” → discuss.
Dengan explain, objek langsungnya adalah hal yang dijelaskan, dan orangnya memakai to. “Dia menjelaskan masalahnya kepada saya” = “She explained the problem to me.”, bukan “She explained me the problem”. Namun, jangan menyamaratakan: dengan give, tell, show, atau send, orangnya boleh langsung setelah kata kerja (“She told me the story.”); dengan explain, describe, dan say tidak boleh. “Minta maaf kepada” pas sekali dengan apologize to: “He apologized to his sister.”
Arrive intransitif dan tidak bisa diikuti objek langsung: sebelum tempat dipakai at (gedung, bandara) atau in (kota, negara).
“Tiba di bandara”: di sini “di” bukan in. Untuk tempat tertentu seperti bandara atau stasiun, arrive memakai at; in untuk kota atau negara.
Dalam bahasa Indonesia kita berkata “membahas tentang”, tetapi discuss langsung diikuti objeknya, tanpa about.
“Jelaskan ke saya”: dalam bahasa Inggris masalahnya adalah objek langsung, dan orangnya memakai to.
Dalam bahasa Indonesia “mendengarkan musik” langsung diikuti objek, tetapi listen intransitif: selalu listen to.
Dalam bahasa Indonesia “menunggu kamu” langsung diikuti objek, tetapi wait memerlukan for: wait for you.
“Masuk ke ruangan”, tetapi enter transitif dan langsung diikuti objeknya, tanpa to atau into.
Dalam bahasa Indonesia objeknya langsung mengikuti: “mendengarkan musik”, “menunggu kamu”, “mencari kunci”
Dalam bahasa Inggris, listen, wait, dan look (dalam arti mencari) adalah intransitif dan memerlukan preposisi: “listen to music”, “wait for you”, “look for the key”. “Listen music” dan “wait you” termasuk kesalahan paling umum penutur bahasa Indonesia. Pelajari kata kerja ini bersama preposisinya, sebagai satu kesatuan.
Kita “tiba di” atau “sampai di” suatu tempat: “Saya tiba di bandara jam dua belas siang”
“Di” tidak selalu in. Arrive memakai at untuk tempat tertentu (“I arrived at the airport at noon.”) dan in untuk kota atau negara (“We arrived in Surabaya.”). Jangan “arrive the airport” dan jangan “arrive to the airport”. Kalau ingin memakai to, ganti kata kerjanya: “I got to the airport at noon.”
Kita “membahas tentang” atau “berdiskusi tentang” sesuatu, dan “masuk ke” ruangan
Discuss dan enter itu transitif dan objeknya langsung mengikuti: “We discussed the issue.”, “She entered the room.” Bukan “discussed about” dan bukan “entered to/into the room”. Kalau ingin memakai about, pakai talk: “We talked about the issue.” Kalau ingin memakai into, pakai go atau come: “She went into the room.”
Bahasa Indonesia memakai imbuhan yang berbeda: “membuka” / “terbuka”, “memecahkan” / “pecah”
Kata kerja bahasa Inggris seperti open, close, break, move, atau start tidak berubah bentuk untuk penggunaan intransitif: “The door opened.”, “The window broke.” Tidak perlu pasif atau kata tambahan. Kabar baiknya, konsep objek dan tes “… apa?” sama seperti dalam bahasa Indonesia.
💡 Listen to, wait for, look for: hafalkan kata kerja ini bersama preposisinya, walaupun dalam bahasa Indonesia tidak ada preposisi.
💡 “Tiba di” bukan arrive in untuk semua tempat: arrive at (tempat tertentu) atau arrive in (kota, negara).
💡 Discuss dan enter langsung diikuti objek: tanpa about, tanpa to.
💡 Membuka/terbuka, memecahkan/pecah: dalam bahasa Inggris kata kerjanya tetap sama. The door opened.
"What happened? The flight was supposed to land an hour ago."
"It arrived late because of the storm."
"Did they explain the delay to anyone?"
"Yes, they announced it right after we landed."
Latihan 1 · Pilih jawaban yang benar
'She bought a car.' Is 'bought' transitive or intransitive here?
Latihan 2 · Pilih jawaban yang benar
'They arrived late.' Is 'arrived' transitive or intransitive here?
Latihan 3 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 4 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 5 · Pilih jawaban yang benar
'The window broke.' Is this transitive or intransitive?
Latihan 6 · Pilih jawaban yang benar
'He broke the window.' Is this transitive or intransitive?
Latihan 7 · Pilih jawaban yang benar
Which verb is normally intransitive (doesn't take a direct object)?
Latihan 8 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 9 · Lengkapi kalimatnya
Complete: 'I ___ (discuss) the plan with her yesterday.' (transitive — no preposition needed)
Latihan 10 · Lengkapi kalimatnya
Complete: 'The plane ___ (land) safely.' (intransitive)
Latihan 11 · Kelompokkan: transitif atau intransitif
0 / 6 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: “tiba di” diterjemahkan menjadi arrive in
Indonesian: “Saya tiba di bandara jam dua belas siang.” Which English sentence is correct?
Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
Choose the correct sentence.
Linking verbs (kata kerja penghubung)
Linking verbs (be, seem, become, feel, look, taste) menghubungkan subjek dengan keterangannya. Pelajari mengapa setelahnya memakai kata sifat, bukan -ly.
Stative verbs dan dynamic verbs
Stative verbs (know, like, want) dan dynamic verbs: mengapa kata kerja keadaan jarang memakai -ing, dan bagaimana think, have, taste berubah menurut artinya.
Kata kerja bantu (auxiliary verbs)
Be, do, dan have sebagai kata kerja bantu: pertanyaan, kalimat negatif, continuous, perfect, pasif, dan penegasan, serta bedanya dengan kata kerja utama.
Jenis-jenis kata kerja
Jenis utama kata kerja bahasa Inggris: kata kerja utama, kata kerja bantu, kata kerja modal, dan phrasal verb, serta cara mereka bekerja sama dalam kalimat.