Sebagian kata kerja menggambarkan keadaan yang memang ada, bukan sesuatu yang sedang berlangsung tahap demi tahap. Kata kerja seperti ini berperilaku berbeda dari kata kerja tindakan.
Yang akan kamu pelajari
Dynamic verbs menggambarkan sesuatu yang terjadi, dengan awal, proses, dan akhir. Stative verbs menggambarkan sesuatu yang memang ada: pikiran, perasaan, persepsi, hubungan, atau fakta. Karena keadaan tidak “berjalan” seperti tindakan, stative verbs biasanya dipakai dalam tense simple, bukan dalam bentuk continuous.
Bahasa Indonesia sedikit membantu, karena punya “sedang”, mirip be + -ing dalam bahasa Inggris. Namun, cara pakainya berbeda. Di satu sisi, “sedang” sering dihilangkan (“Kamu ngapain? – Lari”), padahal dalam bahasa Inggris tindakan yang sedang berlangsung wajib memakai be + -ing. Di sisi lain, dalam bahasa sehari-hari “lagi” juga dipakai untuk keadaan (“Aku lagi pengen kopi”, “Aku lagi suka lagu ini”), sedangkan dalam bahasa Inggris kata kerja keadaan biasanya tetap simple.
Stative verbs bisa dikelompokkan seperti ini: pikiran dan pendapat (know, believe, understand, agree), perasaan dan keinginan (like, love, hate, want), persepsi (see, hear, smell), serta kepemilikan atau hubungan (have, own, belong).
Walaupun dalam bahasa Indonesia kita berkata “Sekarang aku lagi pengen pulang” atau “Aku lagi nggak ngerti soal ini”, want dan understand tetap dalam bentuk simple: “I want to leave now.”, “I don't understand this question.” Jangan juga menambahkan am/is/are di depan bentuk dasarnya: “I know”, bukan “I am know”; “Do you understand?”, bukan “Are you understand?”. Ada pengecualian, terutama dalam bahasa informal (slogan iklan “I'm lovin' it”), tetapi dalam bahasa Inggris standar pakai bentuk simple.
Beberapa kata kerja punya dua arti: satu arti keadaan dan satu arti tindakan. Think biasanya berarti “berpendapat, mengira” (keadaan), tetapi bisa juga berarti “memikirkan, menimbang” (tindakan yang sedang berlangsung). Have biasanya berarti “punya” (keadaan), tetapi bisa juga berarti “makan, minum, mengalami” (tindakan, seperti have dinner). Taste dan see juga begitu.
Di sini bahasa Indonesia sangat membantu, karena sering memakai dua kata yang berbeda. “Menurut saya, itu ide bagus” = I think (simple); “Saya sedang memikirkan tawaran itu” = I'm thinking (continuous). “Saya punya rumah di pantai” = I have; “Kami sedang makan malam” = we're having dinner. “Supnya rasanya luar biasa” = it tastes; “Kokinya sedang mencicipi sup” = the chef is tasting it. Kalau dalam bahasa Indonesia kamu memakai kata kerja tindakan (memikirkan, makan, mencicipi), bentuk continuous bisa dipakai. Hal yang sama berlaku untuk see: “melihat” adalah keadaan (I see a bird), tetapi “bertemu dengan seseorang” adalah tindakan: I'm seeing the doctor tomorrow.
Know (tahu) menggambarkan keadaan, bukan tindakan yang sedang berlangsung. Karena itu tidak memakai bentuk continuous, sama seperti kita tidak berkata “saya sedang tahu jawabannya”.
Am + bentuk dasar bukan tense dalam bahasa Inggris. Untuk keadaan, cukup present simple: I know.
Want adalah keinginan, bukan tindakan. “Dia lagi pengen kopi” tetap she wants a coffee.
Understand adalah stative verb, jadi pertanyaannya memakai do dan bentuk simple, bukan be + -ing (dan juga bukan Are you understand?).
Have dalam arti “makan” adalah tindakan, seperti “Kami sedang makan malam”, jadi memakai bentuk continuous. Lain halnya have dalam arti “punya”.
Dalam bahasa Indonesia “sedang” boleh dihilangkan (“Dia lari di taman sekarang”), tetapi dalam bahasa Inggris tindakan yang sedang berlangsung memerlukan be + -ing.
Di sini taste berarti “rasanya”: keadaan, jadi bentuknya simple. Bentuk continuous hanya untuk arti “mencicipi”: The chef is tasting the soup.
Dalam bahasa Indonesia “sedang” sering tidak diucapkan: “Dia lari di taman sekarang”, “Kami makan malam”
Dalam bahasa Inggris, tindakan yang sedang berlangsung wajib memakai bentuk continuous: “He is running in the park.”, “We're having dinner.” Present simple dengan right now (“He runs in the park right now”) salah. Present simple dipakai untuk kebiasaan: “He runs in the park every morning.”
Dalam bahasa sehari-hari “lagi” juga dipakai untuk keadaan: “Aku lagi pengen kopi”, “Aku lagi suka lagu ini”
Dalam bahasa Inggris, sebagian besar stative verbs tidak memakai bentuk continuous, walaupun membicarakan saat ini: “She wants a coffee” (bukan “She is wanting”), “I love this song” (bukan “I am loving”), “Do you understand the question?” (bukan “Are you understanding”). Yang menentukan bukan kata “sekarang” atau “lagi”, melainkan jenis kata kerjanya.
Banyak penutur bahasa Indonesia menaruh am/is/are di depan kata kerja dasar, seperti dalam “I am agree”
Be + bentuk dasar tidak membentuk tense apa pun. Untuk keadaan, pakai present simple saja: “I know the answer”, “I agree”. Pertanyaan memakai do: “Do you understand?”, bukan “Are you understand?”. Am/is/are hanya muncul bersama bentuk -ing (untuk tindakan) atau dengan kata sifat dan kata benda.
Bahasa Indonesia sering memakai dua kata: “menurut saya” / “memikirkan”, “punya” / “makan”, “rasanya” / “mencicipi”
Bahasa Inggris memakai satu kata kerja untuk kedua arti dan membedakannya lewat bentuknya: “This soup tastes amazing.” (rasanya: keadaan) dan “The chef is tasting the soup.” (mencicipi: tindakan). Tanyakan pada dirimu kata apa yang akan kamu pakai dalam bahasa Indonesia: kalau kata kerja tindakan, bentuk continuous mungkin dipakai.
💡 Tanyakan: memang begitu keadaannya (stative) atau sedang terjadi sekarang (dynamic)?
💡 “Lagi pengen” dan “lagi suka” tidak diterjemahkan dengan -ing: know, want, like, believe, dan understand tetap simple, dan tanpa am/is/are di depannya.
💡 Kalau dalam bahasa Indonesia kamu memakai kata kerja tindakan (memikirkan, makan, mencicipi), bentuk continuous bisa dipakai.
"What do you think of the soup?"
"I think it needs more salt — the chef is tasting it now to check."
"I love this place. We should come back."
"Same here. It reminds me of home."
Latihan 1 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 2 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 3 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 4 · Pilih jawaban yang benar
Which verb is typically stative (describes a state, not an action)?
Latihan 5 · Pilih arti yang benar
'I think it's a great idea.' Here, 'think' expresses ___.
Latihan 6 · Pilih arti yang benar
'I'm thinking about the offer.' Here, 'think' expresses ___.
Latihan 7 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 8 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence — the chef is actively sampling the soup right now.
Latihan 9 · Lengkapi kalimatnya
Complete: 'I ___ (want) to leave now.' (present, stative — simple form)
Latihan 10 · Lengkapi kalimatnya
Complete: 'She ___ (write) a letter right now.' (present continuous — dynamic action)
Latihan 11 · Kelompokkan: stative atau dynamic
0 / 6 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: “lagi pengen” diterjemahkan dengan be
Indonesian: “Dia lagi pengen kopi.” Which English sentence is correct?
Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
Choose the correct sentence.
Kata kerja bantu (auxiliary verbs)
Be, do, dan have sebagai kata kerja bantu: pertanyaan, kalimat negatif, continuous, perfect, pasif, dan penegasan, serta bedanya dengan kata kerja utama.
Kata kerja transitif dan intransitif
Kata kerja transitif (dengan objek) dan intransitif (tanpa objek), serta bagaimana open, break, dan grow bisa menjadi keduanya tanpa berubah bentuk.
Linking verbs (kata kerja penghubung)
Linking verbs (be, seem, become, feel, look, taste) menghubungkan subjek dengan keterangannya. Pelajari mengapa setelahnya memakai kata sifat, bukan -ly.
Jenis-jenis kata kerja
Jenis utama kata kerja bahasa Inggris: kata kerja utama, kata kerja bantu, kata kerja modal, dan phrasal verb, serta cara mereka bekerja sama dalam kalimat.