Be, do, dan have bisa menjadi kata kerja utama atau kata kerja bantu. Bahasa Indonesia memakai kata seperti “sedang”, “sudah”, dan awalan “di-” untuk tugas yang sama.
Yang akan kamu pelajari
Be, do, dan have termasuk kata kerja yang paling sering dipakai dalam bahasa Inggris, dan masing-masing bisa punya dua peran: kata kerja utama dengan artinya sendiri (“punya”, “adalah/berada”, “melakukan”), atau kata kerja bantu (auxiliary verb) yang membantu kata kerja lain membentuk struktur tata bahasa.
Dalam bahasa Indonesia kedua peran have memakai kata yang berbeda: “Saya punya dua saudara” (kepemilikan) dan “Saya sudah selesai” (sesuatu yang sudah terjadi). Dalam bahasa Inggris keduanya have, jadi kamu harus melihat konteksnya: kalau diikuti past participle, have adalah kata kerja bantu; kalau diikuti kata benda, biasanya kata kerja utama.
Be + bentuk -ing membentuk tense continuous, untuk sesuatu yang sedang terjadi sekarang atau bersifat sementara. Fungsinya mirip “sedang”: “Dia sedang bekerja hari ini” = “She is working today.” Bedanya, “sedang” bisa dihilangkan dalam bahasa Indonesia (“Hari ini dia kerja”), tetapi dalam bahasa Inggris is tidak boleh hilang: “She working today” salah, begitu juga “She is work today”.
Be + past participle membentuk kalimat pasif: subjeknya tidak melakukan tindakan, tetapi dikenai tindakan. Kabar baiknya, bahasa Indonesia sangat sering memakai pasif dengan awalan “di-” (“Kuenya dimakan dengan cepat”), jadi idenya sudah akrab. Yang perlu diingat: awalan “di-” cukup satu kata, sedangkan bahasa Inggris memerlukan dua bagian, be + past participle: “The cake was eaten quickly”, bukan “The cake eaten quickly”.
Do (does/did) membentuk pertanyaan dan kalimat negatif dalam present simple dan past simple, karena tense itu tidak punya kata kerja bantu lain. Dalam bahasa Indonesia cukup “tidak” dan “apakah” (atau intonasi), tetapi bahasa Inggris memerlukan do: “Does she like tea?”, “They don't live here anymore.” Akhiran -s dan bentuk lampau pindah ke kata kerja bantunya, jadi kata kerja utamanya kembali ke bentuk dasar: does she like, bukan does she likes.
Banyak penutur bahasa Indonesia memakai be sebagai pengganti “apakah” atau “tidak”: “Are you like coffee?”, “She isn't like the movie.” Ini salah. Like adalah kata kerja biasa, jadi memakai do: “Do you like coffee?”, “She doesn't like the movie.” Sebaliknya, be membentuk pertanyaan dan kalimat negatifnya sendiri, tanpa do: “Are you ready?”, “She isn't here.”
Do juga bisa menegaskan sebuah pernyataan, seperti “memang” atau “kok” dalam “Aku memang suka lagu ini”. Kata kerja utamanya dalam bentuk dasar, dan hanya ada satu kata kerja bantu: “I do like this song — I just don't own it.”
Have (has/had) + past participle membentuk tense perfect (present perfect, past perfect) dan menghubungkan tindakan di masa lalu dengan saat setelahnya, sering dengan sekarang.
Di sini “sudah” bisa membantu: “Dia sudah pergi” = “She has already left”, “Mereka sudah datang” = “They have arrived.” Tetapi have saja tidak cukup: kata kerja setelahnya harus past participle, jadi “They have arrived”, bukan “They have arrive”. Untuk kalimat negatif, kata negasinya menempel pada have: “They haven't arrived yet” (“Mereka belum datang”), bukan “They don't have arrived”. Ingat juga, “sudah” tidak selalu present perfect: dengan keterangan waktu yang sudah selesai (yesterday, last week, in 2020) bahasa Inggris memakai past simple: “I saw her yesterday”, bukan “I have seen her yesterday”. Sebaliknya, pertanyaan sehari-hari “Kamu sudah makan?” sangat sering memakai present perfect: “Have you eaten yet?”
Be bukan terjemahan “apakah”. Like adalah kata kerja biasa, jadi pertanyaannya memakai do/does.
Be bukan terjemahan “tidak”. Like adalah kata kerja biasa, jadi negatifnya doesn't, bukan isn't.
Akhiran -s sudah ada pada does; kata kerja utamanya kembali ke bentuk dasar.
“Dia (sedang) bekerja” tidak memerlukan kata tambahan dalam bahasa Indonesia, tetapi bentuk continuous selalu memerlukan be: is working.
Awalan “di-” (“dimakan”) cukup satu kata, tetapi pasif bahasa Inggris memerlukan be + past participle: was eaten.
Question tag bukan “kan?” yang selalu sama: harus cocok dengan kata kerja bantu dan subjek kalimatnya. Dengan have dan you: haven't you?
Dalam bahasa Indonesia kita menjawab “Ya, suka”, tetapi jawaban singkat bahasa Inggris mengulang kata kerja bantu dari pertanyaan, bukan kata kerja utamanya.
“Sedang”, “sudah”, dan awalan “di-” punya tugas yang mirip dengan kata kerja bantu bahasa Inggris
“Sedang bekerja” ≈ is working, “sudah selesai” ≈ have finished, “ditulis” ≈ was written. Kamu bisa memakainya sebagai jembatan. Bedanya, dalam bahasa Indonesia kata-kata itu sering boleh dihilangkan (“Dia kerja hari ini”), sedangkan dalam bahasa Inggris kata kerja bantunya wajib ada dan kata kerja utamanya harus berubah bentuk: is working, have finished, was written.
Bahasa Indonesia memakai dua kata: “punya” (kepemilikan) dan “sudah” (sesuatu yang sudah terjadi)
Dalam bahasa Inggris keduanya have. “I have a new bike” adalah kata kerja utama (punya); “I have finished my homework” adalah kata kerja bantu (sudah). Karena itu kalimat negatif present perfect adalah “They haven't arrived”, bukan “They don't have arrived”: have sebagai kata kerja bantu membentuk negatifnya sendiri.
Bahasa Indonesia menyangkal dengan “tidak” dan bertanya dengan “apakah” atau intonasi: “Apakah dia suka teh?”, “Dia tidak suka filmnya”
“Apakah” dan “tidak” tidak sama dengan be. Kata kerja biasa dalam bahasa Inggris memerlukan do/does/did: “Does she like tea?”, “She doesn't like the movie.” Hanya be dan kata kerja bantu lain yang bertanya dan menyangkal sendiri: “Are you ready?”, “She isn't here.” Jadi “Are you like coffee?” dan “She isn't like the movie” salah.
Dalam bahasa Indonesia penutup “…, kan?” selalu sama, dan jawaban singkat mengulang kata kerjanya: “Ya, suka.”
Dalam bahasa Inggris, question tag dan jawaban singkat mengulang kata kerja bantu dari kalimatnya: “You've met her before, haven't you?” (have dalam kalimat, haven't dalam tag). Pertanyaan “Do you like pizza?” dijawab “Yes, I do.”, bukan “Yes, I like.”
💡 Have + past participle ≈ “sudah”: I have finished. Have + kata benda = punya.
💡 Kata kerja biasa bertanya dan menyangkal dengan do/does/did, bukan dengan be: Do you like…?, She doesn't like…
💡 Question tag dan jawaban singkat mengulang kata kerja bantu: have → haven't, do → don't, be → isn't.
"Have you finished the report yet?"
"Not quite — I'm still working on the last section."
"Does the client need it today?"
"No, it was moved to Friday."
Latihan 1 · Pilih jawaban yang benar
Which sentence uses 'have' as an auxiliary verb, not a main verb?
Latihan 2 · Pilih jawaban yang benar
Which sentence uses 'be' as an auxiliary verb?
Latihan 3 · Pilih pertanyaan yang benar
Choose the correct question.
Latihan 4 · Pilih bentuk negatif yang benar
Choose the correct negative.
Latihan 5 · Pilih jawaban yang benar
Which sentence uses 'be' to form the passive voice?
Latihan 6 · Pilih jawaban singkat yang benar
Choose the correct short answer to 'Do you like pizza?'
Latihan 7 · Pilih question tag yang benar
Choose the correct question tag: 'You've met her before, ___?'
Latihan 8 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence for emphasis.
Latihan 9 · Lengkapi kalimatnya
Complete: 'They ___ finished the project yet.' (negative, present perfect)
Latihan 10 · Lengkapi kalimatnya
Complete: '___ you like coffee?' (present simple question)
Latihan 11 · Kelompokkan: kata kerja bantu atau kata kerja utama
0 / 6 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: “Ya, suka” sebagai jawaban singkat
Indonesian: “Kamu suka pizza?” – “Ya, suka.” Which English short answer is correct?
Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
In 'She has already left', is 'has' auxiliary or main verb?
Stative verbs dan dynamic verbs
Stative verbs (know, like, want) dan dynamic verbs: mengapa kata kerja keadaan jarang memakai -ing, dan bagaimana think, have, taste berubah menurut artinya.
Kata kerja transitif dan intransitif
Kata kerja transitif (dengan objek) dan intransitif (tanpa objek), serta bagaimana open, break, dan grow bisa menjadi keduanya tanpa berubah bentuk.
Linking verbs (kata kerja penghubung)
Linking verbs (be, seem, become, feel, look, taste) menghubungkan subjek dengan keterangannya. Pelajari mengapa setelahnya memakai kata sifat, bukan -ly.
Jenis-jenis kata kerja
Jenis utama kata kerja bahasa Inggris: kata kerja utama, kata kerja bantu, kata kerja modal, dan phrasal verb, serta cara mereka bekerja sama dalam kalimat.