Tidak semua kata kerja punya tugas yang sama: ada yang membawa makna, ada yang hanya membangun tata bahasa, seperti “sudah” dan “sedang” dalam bahasa Indonesia.
Yang akan kamu pelajari
Kata kerja utama membawa makna pokok kalimat. Kata kerja bantu dan kata kerja modal adalah “pembantu”: mereka bergabung dengan kata kerja utama untuk membentuk tense, kalimat tanya, kalimat negatif, atau menambahkan nuansa. Bahasa Indonesia memakai kata terpisah untuk tugas serupa: dalam “Dia sedang membaca”, “membaca” membawa makna, sedangkan “sedang” hanya menunjukkan bahwa kegiatannya masih berlangsung.
“She is reading.”: is adalah kata kerja bantu, reading adalah kata kerja utama (“Dia sedang membaca”). “She can swim.”: can adalah kata kerja modal, swim adalah kata kerja utama (“Dia bisa berenang”).
Be membentuk tense continuous (“They are working.”), do membentuk kalimat tanya dan kalimat negatif dalam tense simple (“Does she like tea?”), dan have membentuk tense perfect (“We have finished.”).
Ketiganya tidak punya padanan satu kata dalam bahasa Indonesia, dan selalu bekerja bersama perubahan bentuk kata kerja utama. “Sedang bekerja” bukan hanya are, tetapi are + working. “Sudah selesai” bukan already finish, tetapi have + finished. Do paling asing: dalam bahasa Indonesia kita bertanya dengan intonasi atau “apakah” (“Apakah dia suka teh?”) dan menyangkal dengan “tidak” (“Dia tidak suka teh”). Dalam bahasa Inggris, tense simple butuh do/does: “Does she like tea?”, “She doesn't like tea.”
Ketiganya juga bisa menjadi kata kerja utama dengan maknanya sendiri: “She is a teacher.” “I do my homework.” “I have a car.” (have = punya). Yang menentukan apakah kata itu kata kerja bantu atau utama adalah perannya dalam kalimat.
Kata kerja modal (can, could, may, might, must, shall, should, will, would) menambahkan nuansa: kemampuan, izin, kewajiban, kemungkinan. Setelahnya selalu bentuk dasar kata kerja utama, tanpa to dan tanpa -s.
Di sini bahasa Indonesia justru membantu: “bisa”, “harus”, “boleh”, “akan”, dan “mungkin” juga tidak pernah berubah dan langsung diikuti kata kerja (“Dia bisa berenang”). Jadi cukup “she can swim”. Jangan tambahkan -s pada kata kerja utama (“she can swims”) dan jangan selipkan to (“I will to go”).
Will juga kata kerja modal. Dalam bahasa Indonesia, masa depan sering cukup ditunjukkan dengan kata keterangan (“Nanti saya telepon”), tetapi bahasa Inggris butuh will: “I will call you later” (atau “I'll call you later”), bukan “I call you later”.
Contoh lain: “You must wear a helmet.” “It might rain later.” Perhatikan it: dalam bahasa Indonesia “Mungkin nanti hujan” tidak punya subjek, tetapi kalimat bahasa Inggris selalu butuh subjek.
Phrasal verb menggabungkan kata kerja dengan satu atau beberapa partikel (up, on, off, into…), dan sering kali maknanya menjadi benar-benar baru: look up (mencari informasi), give up (menyerah, berhenti mencoba), run into (bertemu seseorang secara kebetulan).
Bahasa Indonesia tidak punya struktur seperti ini; kita memakai satu kata kerja (mencari, menyerah, menjaga). Karena itu, pelajari setiap phrasal verb sebagai satu kesatuan dan jangan menerjemahkan bagiannya satu per satu: look after berarti “menjaga, merawat”, bukan “melihat setelah”. “Can you look after the kids tonight?” “I ran into an old friend yesterday.”
Setelah modal selalu bentuk dasar, juga dengan he/she/it. -s tidak ada pada modal maupun pada kata kerja utama.
“Akan pergi” → will go, tanpa to. Bandingkan dengan want to go (“ingin pergi”), yang memang memakai to.
“Kamu suka kopi?” dalam bahasa Inggris baku butuh do/does. Intonasi saja hanya dipakai dalam percakapan sangat santai, untuk memastikan atau karena heran.
“Tidak” bukan hanya not: dalam present simple, kalimat negatif butuh don't/doesn't + bentuk dasar.
“Dia sedang membaca buku”: be (is) wajib ada di samping bentuk -ing.
“Nanti saya telepon” wajar dalam bahasa Indonesia, tetapi janji tentang masa depan dalam bahasa Inggris butuh will: I'll call you later.
“Mungkin nanti hujan” tidak punya subjek, tetapi kalimat bahasa Inggris butuh subjek: it.
“Bisa”, “harus”, “boleh”, “akan” tidak pernah berubah: saya bisa, dia bisa, mereka bisa
Kata kerja modal bahasa Inggris juga begitu: “I can, he can, they can”. Bedanya, bahasa Inggris punya -s untuk he/she/it di present simple, dan pelajar sering memindahkan -s itu ke kata kerja utama: “She can speaks English”. Setelah modal, kata kerja utama selalu bentuk dasar tanpa to: “She can speak English”, “You must wear a helmet”.
Kita bertanya dengan intonasi atau “apakah” (“Kamu suka kopi?”) dan menyangkal dengan “tidak” (“Saya tidak suka kopi”)
Dalam tense simple bahasa Inggris, do/does wajib: “Do you like coffee?”, “I don't like coffee”. “Apakah” tidak diterjemahkan dengan kata tersendiri; tugasnya diambil alih do. “You like coffee?” dengan intonasi naik hanya terdengar dalam percakapan santai, untuk memastikan sesuatu atau menunjukkan rasa heran, dan “I not like coffee” selalu salah.
“Sedang” dan “sudah” adalah kata terpisah, kata kerjanya tetap: “sedang membaca”, “sudah selesai”
Padanan bahasa Inggrisnya selalu dua bagian: kata kerja bantu DAN perubahan bentuk kata kerja utama. “Sedang membaca” → “is reading” (bukan “reading” saja), “sudah selesai” → “have finished” (bukan “already finish”).
Masa depan sering cukup ditunjukkan dengan kata seperti “nanti” atau “besok”: “Nanti saya telepon kamu”
Dalam bahasa Inggris, janji atau keputusan tentang masa depan butuh will: “I will call you later”, dalam percakapan biasanya “I'll call you later”. “I call you later” salah sebagai janji. Dan karena will adalah modal, tidak ada to setelahnya: “I will go”, bukan “I will to go”.
“Mungkin nanti hujan.”: kalimat bahasa Indonesia tidak butuh subjek untuk cuaca
Kalimat bahasa Inggris selalu butuh subjek, jadi untuk cuaca dan waktu dipakai it: “It might rain later”. “Might rain later” atau “Maybe later rain” tidak benar dalam bahasa tulis.
💡 Setelah modal: bentuk dasar, tanpa to dan tanpa -s: she can swim, he must go.
💡 “Apakah …?” dan “tidak” dalam tense simple → do/does/don't/doesn't.
💡 “Sedang” = be + -ing, “sudah” = have + past participle: dua bagian, bukan satu kata.
💡 “Nanti saya telepon” → I'll call you later, dengan will.
"Do you want to hang out this weekend?"
"I might be busy on Saturday, but Sunday should work."
"Great, I'll look into some restaurant options."
"Sounds good — let me know what you find."
Latihan 1 · Temukan kata kerja utamanya
In 'She is reading', which word is the main verb?
Latihan 2 · Pilih kata kerja modal
Which of these is a modal verb?
Latihan 3 · Temukan kata kerja bantunya
In 'They have finished', which word is the auxiliary verb?
Latihan 4 · Pilih jawaban yang benar
'Look up' (meaning 'search for information') is an example of a ___.
Latihan 5 · Pilih kalimat yang benar
Which sentence uses a modal verb?
Latihan 6 · Temukan kata kerja bantunya
In 'Does she work here?', which word is the auxiliary?
Latihan 7 · Pilih jawaban yang benar
Which is a main verb, not an auxiliary or modal?
Latihan 8 · Lengkapi kalimatnya
Complete: 'give up' meaning 'stop trying' is an example of a ___ ___. (two words)
Latihan 9 · Lengkapi kalimatnya
Complete: In 'I must leave now', 'must' is a ___ verb.
Latihan 10 · Kelompokkan: modal atau kata kerja utama
0 / 6 dikelompokkan
Latihan 11 · Pilih jawaban yang benar
Which best describes 'be', 'do', and 'have' when used as auxiliaries?
Latihan 12 · Kesalahan umum: -s atau to setelah modal
Indonesian: “Dia bisa berbicara bahasa Prancis.” Which English sentence is correct?
Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
In 'I will call you later', which word is the modal verb?
Kata kerja beraturan dan tidak beraturan
Kata kerja beraturan dan tidak beraturan: past simple dengan -ed, perubahan ejaannya, bentuk yang perlu dihafal, dan satu bentuk untuk semua subjek.
Kata kerja bantu (auxiliary verbs)
Be, do, dan have sebagai kata kerja bantu: pertanyaan, kalimat negatif, continuous, perfect, pasif, dan penegasan, serta bedanya dengan kata kerja utama.
Stative verbs dan dynamic verbs
Stative verbs (know, like, want) dan dynamic verbs: mengapa kata kerja keadaan jarang memakai -ing, dan bagaimana think, have, taste berubah menurut artinya.
Bentuk-bentuk kata kerja
Lima bentuk kata kerja bahasa Inggris: bentuk dasar, -s, -ing, past, dan past participle, serta fungsi ganda bentuk -ing dan past participle.