Meminta, menawarkan, dan mengajak

A2 · DasarKata kerja modal

Dengan could, would, shall, dan can kamu bisa meminta tolong, menawarkan bantuan, atau mengajak orang melakukan sesuatu bersama.

Yang akan kamu pelajari

  • Could/would you…? untuk meminta tolong dengan sopan
  • Shall I…? / Can I…? untuk menawarkan diri melakukan sesuatu
  • Shall we…? / Let's… / Why don't we…? untuk mengajak melakukan sesuatu bersama
  • Would you mind + bentuk -ing? untuk permintaan yang sangat sopan dan tidak langsung

Meminta tolong dengan sopan

Could you dan would you adalah cara yang umum dan sopan untuk meminta orang lain melakukan sesuatu untukmu, mirip dengan “Bisakah kamu…?” atau “Bisa tolong…?”. Would you mind + bentuk -ing lebih tidak langsung dan lebih sopan lagi, kira-kira seperti “Kamu keberatan tidak kalau…?”.

Hati-hati dengan nadanya. Dalam bahasa Indonesia, kalimat perintah dengan “tolong” sudah cukup sopan: “Tolong tutup pintunya.” Dalam bahasa Inggris, kalimat perintah seperti “Close the door.” terdengar seperti perintah, dan please sering tidak cukup untuk melunakkannya. “Can you help me?” benar, tetapi santai: cocok untuk teman. Dengan orang yang tidak kamu kenal, di toko, atau di kantor, “Could you help me?” adalah pilihan yang paling aman.

"Could you help me with this?"
"Would you mind closing the door?"

Menawarkan bantuan

Shall I…? dan can I…? dipakai untuk menawarkan diri melakukan sesuatu bagi orang lain. Shall I terutama khas bahasa Inggris Britania; dalam bahasa Inggris Amerika lebih sering terdengar Should I…? atau Can I…?.

Dalam bahasa Indonesia kita menawarkan bantuan dengan “Saya bantu, ya?” atau “Mau saya bukakan jendelanya?”. Jangan diterjemahkan kata per kata: “I help you, yes?” dan “Do you want I open the window?” salah. Pakai “Shall I open the window?” atau “Can I carry that for you?”. Kalau ingin tetap memakai want, polanya want + orang + to: “Do you want me to open the window?”.

"Shall I open the window?"
"Can I carry that for you?"

Mengajak melakukan sesuatu bersama

Shall we…?, let's…, dan why don't we…? dipakai untuk mengajak melakukan sesuatu bersama. Di sini bahasa Indonesia membantu: let's mirip dengan “Ayo kita…” (“Ayo kita nonton film”), dan why don't we…? mirip dengan “Kenapa kita tidak…?”.

Ada dua jebakan. Pertama, let's sudah berisi “kita” (let's = let us), jadi jangan menambahkan we: “Let's get some coffee.”, bukan “Let's we get some coffee.”. Kedua, “Bagaimana kalau kita…?” tidak menjadi “How if we…?”. Pakai “How about getting some coffee?”, “Why don't we get some coffee?”, atau “Shall we get some coffee?”.

"Shall we get some coffee?"
"Why don't we watch a movie tonight?"

Shall I atau shall we

Shall I menawarkan bahwa kamu sendiri yang akan melakukan sesuatu untuk orang lain (“Saya bantu, ya?”, “Biar saya saja”). Shall we mengajak melakukan sesuatu bersama, berdua atau beramai-ramai (“Kita istirahat dulu, yuk?”). Bedanya ada pada siapa yang akhirnya melakukan tindakan itu. Triknya: kalau dalam bahasa Indonesia subjeknya “saya”, pakai Shall I; kalau subjeknya “kita”, pakai Shall we.

"Shall I carry your bag? (saya yang melakukannya)"
"Shall we get some coffee? (kita lakukan bersama)"

Contoh bahasa Inggris sehari-hari

"Would you mind lowering your voice?"
"Shall I carry your bag?"
"Let's try the new restaurant."
"Would you mind opening the window?"

Perhatikan

✗Could you helping me with this?
✓Could you help me with this?

Setelah could/would you, kata kerjanya bentuk dasar, bukan bentuk -ing.

✗Shall we to get some coffee?
✓Shall we get some coffee?

Setelah shall tidak ada to: kata kerja bentuk dasar langsung menyusul.

✗Would you mind to lower your voice?
✓Would you mind lowering your voice?

Setelah would you mind selalu bentuk -ing, bukan to + kata kerja.

✗Do you want I open the window?
✓Shall I open the window?

Ini terjemahan langsung dari “Mau saya bukakan jendelanya?”. Untuk menawarkan bantuan, pakai Shall I…? atau Can I…? (atau, dengan want: Do you want me to open the window?).

✗Let's we try the new restaurant.
✓Let's try the new restaurant.

Let's sudah berarti “ayo kita”. Jangan menambahkan we.

✗How if we watch a movie tonight?
✓How about watching a movie tonight?

“Bagaimana kalau…?” menjadi How about + bentuk -ing, atau Why don't we…?.

Perbandingan dengan bahasamu

Dalam bahasa Indonesia, “Tolong tutup pintunya” atau “Bisa ambilkan garamnya?” sudah terdengar sopan

Bahasa Inggris lebih tidak langsung saat meminta tolong. Kalimat perintah seperti “Close the door.” atau “Please close the door.” terdengar seperti instruksi, terutama kepada orang yang tidak kamu kenal atau kepada atasan. Lebih baik “Could you close the door?” atau “Would you mind closing the door?”. “Can you help me?” benar, tetapi santai. Jangan juga menghilangkan subjeknya seperti dalam “Bisa bantu saya?”: “Can help me?” salah, yang benar “Could you help me?”.

Untuk menawarkan bantuan, kita berkata “Mau saya bukakan jendelanya?” atau “Saya bantu, ya?”

Bahasa Inggris tidak punya pola “want + I + kata kerja”: “Do you want I open the window?” salah, begitu juga “I help you, yes?”. Untuk menawarkan, pakai “Shall I open the window?” atau “Can I carry that for you?”. Shall terutama dipakai di Inggris; di Amerika Serikat orang sering berkata Should I…? atau Can I…?. Kalau ingin memakai want, bentuk yang benar adalah “Do you want me to open the window?” (want + orang + to). Setelah shall dan can, kata kerjanya bentuk dasar, tanpa to.

“Ayo kita minum kopi”: dalam bahasa Indonesia “kita” biasanya ikut disebut

Let's adalah singkatan dari let us, jadi “kita” sudah ada di dalamnya. Karena itu “Let's we get some coffee.” salah, cukup “Let's get some coffee.”. Kata kerja setelah let's juga bentuk dasar tanpa to: “Let's try the new restaurant.”, bukan “Let's to try…”.

Kita sering mengajak dengan “Bagaimana kalau kita nonton film nanti malam?”

Terjemahan kata per kata “How if we watch a movie tonight?” bukan bahasa Inggris. Pakai “How about watching a movie tonight?” (how about + bentuk -ing), “Why don't we watch a movie tonight?”, atau “Shall we watch a movie tonight?”. Why don't we…? di sini bukan pertanyaan tentang alasan, melainkan ajakan, sama seperti “Kenapa kita tidak nonton film saja?”.

“Kamu keberatan membukakan jendelanya?”: kata kerja bahasa Indonesia tidak berubah bentuk

Karena dalam bahasa Indonesia kata kerjanya tetap, kita mudah menebak bentuk yang salah setelah mind. Dalam bahasa Inggris, setelah mind kata kerjanya harus bentuk -ing: “Would you mind opening the window?”, bukan “Would you mind to open the window?” atau “Would you mind open the window?”. Ingat juga jawabannya: mind berarti “keberatan”, jadi kalau kamu bersedia, jawab “Not at all.” atau “No problem.”, bukan “Yes.”.

💡 “Mau saya…?” atau “Saya bantu, ya?” → Shall I…? / Can I…?, bukan Do you want I…?

💡 Kalau subjeknya “kita” → Shall we…? / Let's… (tanpa we); kalau subjeknya “saya” → Shall I…?

💡 Setelah would you mind selalu bentuk -ing, dan setelah could, shall, can, let's selalu bentuk dasar tanpa to.

Situasi nyata: membantu tetangga pindahan

"Could you give me a hand with this box?"

"Sure! Shall I take the heavier one?"

"That would be great, thanks. Shall we take a break after this?"

"Good idea — let's get some water first."

Latihan

Latihan 1 · Pilih kalimat yang benar (permintaan sopan)

Choose the correct sentence — a polite request.

Latihan 2 · Pilih kalimat yang benar (tawaran)

Choose the correct sentence — an offer.

Latihan 3 · Pilih kalimat yang benar (ajakan)

Choose the correct sentence — a suggestion.

Latihan 4 · Pilih permintaan yang lebih sopan

Which is a more polite, indirect request?

Latihan 5 · Pilih kalimat yang benar (menawarkan bantuan)

Choose the correct sentence — an offer to help.

Latihan 6 · Pilih jawaban yang benar

Which best fits offering to do something yourself?

Latihan 7 · Pilih jawaban yang benar

Which best fits suggesting an activity together?

Latihan 8 · Pilih kalimat yang benar (ajakan)

Choose the correct sentence — a suggestion.

Latihan 9 · Lengkapi kalimatnya

Complete (polite request): '___ you pass the salt, please?'

Latihan 10 · Lengkapi kalimatnya

Complete (offer): '___ I get you something to drink?'

Latihan 11 · Kelompokkan: permintaan atau tawaran

Could you help me?
Would you mind waiting?
Shall I carry that?
Can I get you anything?
Could you pass the salt?
Shall I open the window?

0 / 6 dikelompokkan

Latihan 12 · Kesalahan umum: “Mau saya…?” untuk menawarkan bantuan

Indonesian: “Mau saya bukakan jendelanya?” Which English sentence makes the same offer?

Kuis singkat

Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.

Pertanyaan 1 / 5

Skor: 0/0

Choose the correct sentence — a request.

Yang sudah kamu pelajari

  • Could/would you…? adalah permintaan yang sopan; Can you…? lebih santai, dan kalimat perintah dengan please tetap terdengar seperti perintah.
  • Shall I…? dan can I…? menawarkan agar kamu sendiri yang melakukan sesuatu; bukan Do you want I…?.
  • Shall we…?, let's… (tanpa we), dan why don't we…? mengajak melakukan sesuatu bersama; “Bagaimana kalau…?” adalah How about + -ing.
  • Would you mind + bentuk -ing? adalah permintaan yang sangat sopan, tanpa to.
Lihat semua pelajaran di kategori ini