She suggested going to the cinema. He promised to call. He denied taking it. Setiap kata kerja punya polanya sendiri.
Yang akan kamu pelajari
Kalau kamu sudah bisa melaporkan pernyataan, pertanyaan, dan perintah, kata kerja seperti suggest, deny, atau accuse membuat ceritamu jauh lebih tepat: kata kerja ini tidak hanya mengatakan bahwa seseorang berbicara, tetapi juga jenis ucapannya: saran, janji, atau tuduhan.
Kuncinya: setiap kata kerja ini punya pola tetap yang tidak bisa dipilih sesuka hati. Dalam bahasa Indonesia kata kerja tidak berubah bentuk, dan setelah kata kerja pelapor kita cukup memakai kata kerja dasar, “untuk” + kata kerja, atau “bahwa” (“Dia menyarankan pergi ke bioskop”, “Dia menyarankan untuk pergi”, “Dia menyarankan agar kami pergi”). Dalam bahasa Inggris, sebagian kata kerja memakai to-infinitive, sebagian lagi wajib -ing, orang sebagai objek, atau klausa that. Bentuk dasar saja (“She suggested go”) tidak pernah benar di sini. Karena itu, pelajari setiap kata kerja bersama polanya.
Suggest, admit, dan deny dipakai dengan bentuk -ing; apologize dipakai dengan for + -ing. Tidak dengan to-infinitive. Di sini “untuk” sering menjebak: “Dia menyarankan untuk pergi ke bioskop” adalah “She suggested going to the cinema.”, bukan “suggested to go”. Dan “Dia menyarankan saya untuk pergi” juga bukan “suggested me to go”: suggest tidak memakai orang sebagai objek sebelum infinitive. Kalau ingin menyebut orangnya, pakai klausa that: “She suggested that I go.”
“Dia menyangkal mengambil uang itu” → “She denied taking the money.”, bukan “denied take” atau “denied to take”. Kalau ingin menekankan bahwa tindakannya terjadi lebih dulu (“menyangkal telah mengambil”), kamu juga bisa memakai having + past participle (denied having taken). Admit juga bisa dipakai dengan to + -ing (admitted to breaking), tetapi to + bentuk dasar (admitted to break) tetap salah. Kedua kata kerja ini juga bisa diikuti klausa that, seperti “bahwa”: He admitted (that) he hadn't read my email.
Suggest juga bisa diikuti klausa that, seperti “menyarankan agar…”: She suggested that we go / that we should go. Apologize sama dengan “minta maaf karena/atas”, tetapi setelah preposisi bahasa Inggris selalu memakai -ing: He apologized for being late, bukan “for come late” atau “for late”. (Dalam bahasa Inggris Britania juga ditulis apologise.)
Promise, refuse, agree, dan offer dipakai dengan to-infinitive, dan di sini “untuk” memang cocok: berjanji untuk menelepon (to call), menolak untuk menandatangani (to sign), setuju untuk melakukannya (to do it), menawarkan diri untuk membantu (to help).
Tetap ada tiga jebakan. Pertama, “menawarkan diri” tidak diterjemahkan dengan himself: “He offered to help me.”, bukan “He offered himself to help me”. Orangnya juga tidak diletakkan sebelum infinitive (“He offered me to help”): orang yang dibantu muncul setelah kata kerja kedua. Kedua, “berjanji akan menelepon” bukan “promised will call”: setelah promise pakai to call, atau klausa lengkap: He promised (that) he would call. Ketiga, dengan promise biasanya orangnya tidak disebut sebelum infinitive: He promised to call me. Kalau ingin menyebutnya, lebih baik pakai klausa that: He promised me (that) he would call.
Warn, advise, remind, dan invite memerlukan orang sebagai objek sebelum to-infinitive, seperti “memperingatkan saya untuk…”, “menyarankan saya untuk…” (advise), “mengingatkan saya untuk…”. Dalam bahasa Indonesia orangnya sering dihilangkan (“Dia mengingatkan untuk tidak lupa kunci”), tetapi dalam bahasa Inggris objek ini tidak boleh hilang: He warned me not to go near the edge. Bentuk negatifnya diletakkan tepat sebelum to: not to go, seperti “untuk tidak”.
Insist biasanya dipakai dengan klausa that. Kata kerja di dalamnya sering dalam bentuk dasar, bahkan setelah kata kerja lampau (He insisted that I stay, terutama dalam bahasa Inggris Amerika); dalam bahasa Inggris Britania juga terdengar that I should stay. Pilihan lain adalah insist on + -ing: He insisted on me staying. Hati-hati, “Dia memaksa saya tinggal” atau “bersikeras supaya saya tinggal” tidak menjadi insist + orang + to-infinitive: “insisted me to stay” salah.
Accuse dipakai dengan orang + of + -ing: She accused me of breaking her phone. Dalam bahasa Indonesia “menuduh saya memecahkan…” tidak memakai preposisi, jadi of mudah terlupa. “Accused me break” dan “accused me that I broke” salah. Setelah of selalu -ing, bukan bentuk dasar.
Explain tidak memakai orang sebagai objek langsung: “Dia menjelaskan ke saya bahwa…” → He explained that… atau He explained to me that…, tidak pernah “He explained me”.
“Menyarankan untuk pergi” tidak diterjemahkan dengan to: suggest dipakai dengan -ing (atau dengan klausa that: She suggested that we go).
“Menjelaskan ke saya” bukan explained me: explain tidak bisa langsung diikuti orang. Tambahkan to, atau hilangkan orangnya.
“Menyangkal mengambil” memakai kata kerja dasar, tetapi deny dan admit dipakai dengan -ing (denied having taken juga bisa).
Setelah preposisi, bahasa Inggris selalu memakai -ing. Hal yang sama berlaku untuk apologized for being late.
Dalam bahasa Indonesia orangnya bisa dihilangkan, tetapi warn memerlukan orang yang diperingatkan sebagai objek sebelum not to.
“Menawarkan diri” memakai “diri”, tetapi offer dalam arti ini tidak refleksif: offered to help me.
“Menuduh saya memecahkan…” tidak memakai preposisi, tetapi accuse selalu dipakai dengan of + -ing, bukan dengan klausa that.
Dalam bahasa Indonesia hampir semua kata kerja ini bisa diikuti “untuk” + kata kerja: “menyarankan untuk pergi”, “berjanji untuk menelepon”, “menolak untuk menandatangani”
Dalam bahasa Inggris to-infinitive hanya cocok untuk sebagian kata kerja (promise, refuse, agree, offer; dengan orang: warn, advise, remind, invite). Suggest, admit, dan deny wajib -ing: “She suggested going to the cinema”, “She denied taking the money”, bukan “suggested to go” atau “denied to take”.
Kata kerja bahasa Indonesia tidak berubah bentuk, juga setelah preposisi: “minta maaf karena datang terlambat”, “bersikeras untuk membayar”
Dalam bahasa Inggris setelah preposisi selalu ada bentuk -ing: “He apologized for being late”, “He insisted on paying”, “She accused me of breaking her phone”. Bentuk dasar seperti “for come late” atau “of break” salah. Perhatikan juga preposisinya: insist on (bukan insist to, walaupun kita berkata “bersikeras untuk”) dan accuse of, walaupun “menuduh” tidak memakai preposisi sama sekali.
“Dia menawarkan diri untuk membantu saya”: dalam bahasa Indonesia ada kata “diri”
Offer dalam arti ini tidak memakai kata ganti refleksif: “He offered to help me.” “He offered himself to help me” salah. Hal yang sama berlaku untuk “berjanji akan…”: “He promised to call me”, bukan “He promised will call me”.
“Dia mengingatkan untuk tidak lupa kunci”, “Dia memperingatkan untuk tidak mendekat”: orangnya sering tidak disebut
Warn, advise, remind, dan invite memerlukan orang sebagai objek: “She reminded me not to forget my keys”, “He warned me not to go near the edge”. Sebaliknya, explain dan suggest tidak memakai orang sebagai objek langsung: “He explained (to me) that he was late”, “She suggested going…”.
💡 Tidak semua “untuk” menjadi to: suggest, admit, dan deny dipakai dengan -ing.
💡 Setelah preposisi selalu dipakai -ing: accused me of breaking, apologized for being late, insisted on paying.
💡 “Menjelaskan ke saya” → He explained to me, tidak pernah explained me.
"How did the meeting go?"
"Not great. He accused me of missing the deadline, but I explained that the client changed the brief twice."
"Did he apologize?"
"Eventually. He admitted he hadn't read my email and promised to double-check next time."
Latihan 1 · Pilih pola yang benar
Choose the correct pattern for 'suggest': 'Let's go to the cinema.'
Latihan 2 · Pilih pola yang benar
Choose the correct pattern for 'promise': 'I'll call you tomorrow.'
Latihan 3 · Pilih pola yang benar
Choose the correct pattern for 'deny': 'I didn't take the money.'
Latihan 4 · Pilih pola yang benar
Choose the correct pattern for 'warn': 'Don't go near the edge.'
Latihan 5 · Pilih pola yang benar
Choose the correct pattern for 'advise': 'You should see a doctor.'
Latihan 6 · Pilih pola yang benar
Choose the correct pattern for 'insist': 'You must stay for dinner.'
Latihan 7 · Pilih pola yang benar
Choose the correct pattern for 'offer': 'I'll help you carry that.'
Latihan 8 · Pilih pola yang benar
Choose the correct pattern for 'accuse': 'You broke my phone!'
Latihan 9 · Laporkan kalimatnya dengan kata kerja yang diberikan
Report with 'apologize': 'I'm sorry I'm late.' → He apologized ___.
Latihan 10 · Laporkan kalimatnya dengan kata kerja yang diberikan
Report with 'refuse': 'I won't sign it.' → She refused ___.
Latihan 11 · Kelompokkan: pola benar atau salah
0 / 4 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: “menawarkan diri” sebagai offered himself
Indonesian: “Dia menawarkan diri untuk membawakan tas-tas itu.” Which English sentence is correct?
Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
Choose the correct pattern for 'agree': 'OK, I'll do it.'
Kalimat tidak langsung tanpa perubahan tense
Kapan tense tidak perlu diubah dalam kalimat tidak langsung: kebenaran umum, fakta yang masih berlaku, dan kata kerja pelapor dalam bentuk present.
Perintah dan permintaan dalam kalimat tidak langsung
Melaporkan perintah dan permintaan dengan tell/ask + orang + to-infinitive, dan mengapa “told me sit down” dan “told me don't wait” salah.
Perubahan kata keterangan waktu dan tempat
Pelajari bagaimana today, here, dan this berubah menjadi that day, there, dan that dalam kalimat tidak langsung, kalau kamu melaporkannya di lain waktu.
Backshift: pergeseran tense
Backshift dalam kalimat tidak langsung bahasa Inggris: tabel lengkap pergeseran tense satu langkah ke masa lalu, hal yang tidak ada dalam bahasa Indonesia.