I saved money to buy a car. I saved money, so I bought a car. Tujuan melihat ke depan, ke sasaran; akibat melihat ke belakang, ke hasil.
Yang akan kamu pelajari
Tujuan menjawab pertanyaan “Untuk apa?” dan melihat ke depan, ke sasaran yang ingin dicapai. Akibat justru melihat ke belakang, ke hasil yang sudah terjadi. Dalam bahasa Indonesia, ini perbedaan antara “untuk” / “supaya” / “agar” (tujuan) dan “sehingga” / “jadi” (akibat). Bahasa Inggris membedakannya dengan cara yang sama.
Ketiganya diikuti bentuk dasar kata kerja dan artinya sama dengan “untuk + kata kerja”; in order to dan so as to terdengar sedikit lebih formal. Seperti dalam bahasa Indonesia, tidak ada koma di depannya: “I saved money to buy a car.”
Jebakan terbesarnya adalah kata “untuk”. Di kamus “untuk” memang berarti for, tetapi di depan kata kerja bahasa Inggris memakai to saja. “I saved money for buy a car” dan “for to buy a car” salah.
Begitu juga “supaya tidak” atau “agar tidak”: bentuknya so as not to atau in order not to, bukan “for not”. Dalam bahasa Inggris yang rapi, not diletakkan di depan to. “In order to not” kadang terdengar dalam percakapan, tetapi “so not to” tanpa as salah.
So that sepadan dengan “supaya” atau “agar” yang diikuti subjek: dipakai ketika tujuannya punya subjek sendiri (orang lain, atau subjek yang sama disebut lagi). Setelah so that biasanya ada kata kerja modal: can/will untuk masa kini atau masa depan, could/would dalam kalimat tentang masa lalu.
Di sinilah bahasa Indonesia sering menjebak, karena “bisa” tidak berubah menurut waktu: “Dia belajar keras supaya bisa lulus ujian minggu lalu.” Dalam bahasa Inggris, karena ceritanya di masa lalu, “bisa” menjadi could: “He studied hard so that he could pass last week's exam.”, bukan “can”.
Jangan campur so that dengan so. “Sehingga” atau “jadi” (akibat) biasanya cukup so dengan koma: “It was raining, so we took an umbrella.” Banyak kamus menerjemahkan “sehingga” sebagai “so that”, tetapi so that tanpa koma hampir selalu berarti “supaya”.
For + bentuk -ing menjelaskan untuk apa sesuatu dipakai secara umum, seperti “Pisau ini untuk memotong roti” atau “Tas ini untuk membawa belanjaan”. Untuk tindakan tertentu yang dilakukan seseorang dengan tujuan tertentu, pakai to + bentuk dasar.
Ingat: setelah for tidak pernah ada bentuk dasar kata kerja. Pilihannya for + -ing / kata benda (“for carrying”, “for souvenirs”) atau to + bentuk dasar (“to carry”).
“Untuk + kata kerja” adalah to + bentuk dasar. Setelah for ada kata benda (for a car) atau, kalau kamu menjelaskan fungsi benda, bentuk -ing, tetapi tidak pernah bentuk dasar.
“Untuk membeli” bukan “for to buy”. “Untuk” tidak punya kata tersendiri di sini; yang tersisa hanya to. “For to” tidak dipakai dalam bahasa Inggris baku.
Bentuk negatifnya so as not to (atau in order not to): as tidak boleh hilang.
“Supaya / agar + subjek” adalah so that, bukan “for that”. For tidak bisa membuka anak kalimat yang punya subjek dan kata kerja.
Dalam bahasa Indonesia “bisa” tidak berubah, tetapi kalau semuanya terjadi di masa lalu, setelah so that pakai could atau would, bukan can atau will.
“Tas ini untuk membawa belanjaan” menjelaskan fungsi benda, jadi pakai for + -ing: for carrying.
Dalam bahasa Indonesia tujuan dinyatakan dengan “untuk + kata kerja”: “Saya menabung untuk membeli mobil.”
Di depan kata kerja, “untuk” tidak diterjemahkan menjadi for. Yang tersisa hanya to + bentuk dasar: “I saved money to buy a car.” Bukan “for buy” dan bukan “for to buy”. Untuk gaya yang lebih formal, pakai in order to: “We arrived early in order to get good seats.”
“Supaya tidak” / “agar tidak” menyatakan tujuan negatif: “Dia berbisik supaya tidak membangunkan bayinya.”
Dalam bahasa Inggris pakai so as not to atau in order not to: “She whispered so as not to wake the baby.” Jangan “for not wake” dan jangan “so not to” tanpa as.
“Supaya / agar + subjek + bisa”: “bisa” tetap sama, baik untuk sekarang maupun untuk masa lalu
“Supaya” dengan subjek adalah so that, dan biasanya diikuti can/will atau, dalam kalimat tentang masa lalu, could/would: “She spoke slowly so that everyone could understand.” Karena bahasa Indonesia tidak menandai waktu pada kata kerja, kita mudah menulis can di mana seharusnya could. Can/will setelah kalimat past hanya cocok kalau tujuannya masih ada di masa depan.
“Sehingga” menyatakan akibat, bukan tujuan: “Hujan turun sehingga kami membawa payung.”
Akibat seperti ini biasanya cukup diterjemahkan dengan so (sering dengan koma): “It was raining, so we took an umbrella.” So that tanpa koma dipakai untuk tujuan, seperti “supaya”: “We took an umbrella so that we wouldn't get wet.”
💡 “Untuk + kata kerja” → to + bentuk dasar: jangan for buy atau for to buy.
💡 “Supaya tidak” → so as not to. “Supaya / agar + subjek” → so that + can/could/will/would.
💡 Setelah for tidak pernah ada bentuk dasar kata kerja: for carrying, tetapi to carry.
"Why are you bringing an extra bag?"
"So that I have room for souvenirs — I always buy too many."
"Smart. I brought a smaller one just to carry snacks."
"That works too, as long as you packed light so as not to go over the weight limit."
Latihan 1 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 2 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 3 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 4 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 5 · Pilih kalimat yang menyatakan tujuan
Choose the sentence that expresses purpose, not result.
Latihan 6 · Pilih kalimat yang menyatakan akibat
Choose the sentence that expresses result, not purpose.
Latihan 7 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 8 · Pilih kata kerja modal yang benar
Which modal typically follows 'so that' in a past-tense purpose clause?
Latihan 9 · Gabungkan kalimatnya dengan “so that”
Combine using 'so that': 'She spoke slowly. Everyone could understand.'
Latihan 10 · Gabungkan kalimatnya dengan “to”
Combine using 'to': 'He went to the store. He wanted to buy milk.'
Latihan 11 · Kelompokkan: tujuan atau akibat
0 / 6 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: “untuk” = for?
Indonesian: “Saya pergi ke toko untuk membeli susu.” Which English sentence is correct?
Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
Choose the standard form.
Pertentangan dan konsesi
Pertentangan dalam bahasa Inggris: although/even though + klausa, despite/in spite of + kata benda atau -ing, dan however/nevertheless sebagai penghubung.
Menyatakan akibat
Menyatakan akibat dalam bahasa Inggris: so (kata hubung, cukup dengan koma) dan therefore, as a result, consequently (dengan titik atau titik koma).
Ungkapan penghubung (linking words)
Ungkapan penghubung bahasa Inggris seperti however, therefore, moreover, dan for example: fungsinya dan tanda baca yang membedakannya dari kata hubung.
Kata hubung subordinatif
Kata hubung subordinatif when, while, before, after, if, dan unless: aturan koma, if atau when untuk “kalau”, dan present simple untuk masa depan.