Could you help me? I was wondering if you could. I'm afraid… Mengambil jarak agar terdengar lebih halus dan ramah.
Yang akan kamu pelajari
Sebagian besar kesopanan dalam bahasa Inggris bekerja dengan menciptakan jarak antara kamu dan apa yang kamu inginkan atau katakan. Bentuk kata kerja atau pertanyaan yang lebih “jauh” dan tidak langsung terdengar lebih halus dan tidak menuntut dibandingkan kalimat yang pendek dan lugas, walaupun permintaan atau faktanya sama.
Dalam bahasa Indonesia kita memperhalus dengan kata: “tolong”, “mohon”, “boleh”, “bisa”, “mungkin”, “maaf”, dan sapaan “Bapak” atau “Ibu”. Kalimat seperti “Tolong kirim filenya, Pak” sudah cukup sopan. Dalam bahasa Inggris tidak ada “Bapak” atau “Ibu”, dan please saja tidak cukup: kesopanan harus terlihat dalam bentuk kalimatnya.
Could dan would adalah bentuk yang “lebih jauh” dari can dan will. Justru jarak itulah yang membuatnya lebih sopan: kalimatnya kurang langsung dan nadanya lebih halus serta hati-hati.
Banyak pelajar Indonesia mengenal could hanya sebagai bentuk lampau dari can, jadi “Could you…?” terasa seperti pertanyaan tentang masa lalu. Dalam permintaan, could sama sekali tidak bermakna lampau: “Could you pass the salt?” berarti “Bisa tolong ambilkan garamnya?” – permintaan untuk saat ini. Begitu juga dengan keinginan: dalam bahasa Indonesia “Saya mau…” itu netral, tetapi dalam bahasa Inggris I want… terdengar menuntut ketika kamu meminta sesuatu. Pakai I'd like… (= I would like).
Kalau kamu mengubah permintaan menjadi pertanyaan tidak langsung (I was wondering if…, Do you think you could…?, Would it be possible to…?), nadanya menjadi lebih halus lagi. Pada bagian setelah if, urutan katanya tetap urutan kalimat pernyataan (if you could); dalam bahasa Inggris standar urutannya tidak dibalik seperti dalam pertanyaan langsung.
Bahasa Indonesia punya cara yang mirip: “Kira-kira Bapak bisa membantu?” → Do you think you could help me?, “Apakah mungkin dijadwalkan ulang?” → Would it be possible to reschedule? Satu jebakan: setelah Would you mind…? bahasa Inggris memakai bentuk -ing: Would you mind opening the window?, bukan “to open”, walaupun kita cenderung menambahkan “untuk”.
Ungkapan seperti I'm afraid, unfortunately, dan I don't want to be rude, but… menjadi bantalan sebelum kabar yang tidak menyenangkan, ketidaksetujuan, atau kritik, sehingga lawan bicara punya waktu untuk bersiap. I'm afraid di sini tidak ada hubungannya dengan rasa takut: artinya “mohon maaf, …” atau “sayangnya”. Unfortunately juga berarti “sayangnya” atau “sayang sekali”.
Kabar baiknya, budaya berbahasa kita juga suka memperhalus, jadi nalurinya sudah ada. Yang sering hilang justru dalam tulisan: dalam chat kerja kita mungkin menulis “Salah, Pak” atau “Tidak bisa”, lalu menerjemahkannya menjadi “That's wrong.” atau “Cannot.” Dalam bahasa Inggris itu terdengar keras. Lebih baik buka dengan bantalan dan rumuskan dengan hati-hati (I think…, might be…, not quite…).
“Saya mau meja untuk dua orang” terdengar biasa dalam bahasa Indonesia, tetapi I want terdengar menuntut. Pakai I'd like (= I would like).
Terjemahan dari “Tolong kasih saya kopi satu” tetap berupa perintah. Di kafe orang berkata “Could I have…, please?”; “Can I get…?” juga sangat umum, terutama dalam bahasa Inggris Amerika.
Setelah mind bahasa Inggris memakai bentuk -ing, bukan to + kata kerja.
Dalam bahasa Inggris standar, pertanyaan tidak langsung perlu “if” dan urutan kata kalimat pernyataan: if you could, bukan could you.
Perintah langsung terdengar tidak sopan dalam hubungan profesional atau dengan orang yang tidak kamu kenal. Pertanyaan tidak langsung yang diperhalus jauh lebih cocok, dan tidak ada “Bapak” atau “Ibu” yang bisa menyelamatkan nadanya.
Kritik tanpa pembuka terdengar keras dalam bahasa Inggris. Bantalan tidak mengubah isi pesanmu, hanya nadanya.
Dalam bahasa Indonesia, “tolong” atau “mohon” + kalimat perintah sudah sopan: “Tolong kirim laporannya”, “Mohon ditandatangani”
Dalam bahasa Inggris, kalimat perintah tetap perintah walaupun ada please. “Please send me the report.” bisa dipakai dengan teman atau bawahan, tetapi kepada klien, atasan, atau orang yang tidak dikenal terdengar seperti instruksi. Yang wajar adalah pertanyaan: “Could you send me the report?”, “Would you mind signing this?”. Jangan juga menerjemahkan “tolong” secara harfiah menjadi help: “Help me close the door” terdengar seperti kamu tidak sanggup menutupnya sendiri.
“Saya mau pesan nasi goreng”, “Saya mau tanya”: kata “mau” terdengar netral dan biasa
Padanan harfiahnya, I want, terdengar menuntut ketika kamu memesan atau meminta sesuatu. Pakai I'd like (= I would like) atau pertanyaan: “I'd like the fried rice, please.”, “Could I have a coffee, please?”, “Could I ask you something?”. Hal yang sama berlaku untuk “Saya minta…”: “Could I have the bill, please?” (Britania) / “Could we get the check, please?” (Amerika), bukan “I ask the bill”.
Kita juga punya kata pelunak: “Kira-kira bisa…?”, “Mungkin…”, “Mohon maaf, …”, “Sayangnya…”
Ini bantuan besar, karena bahasa Inggris memakai bantalan yang serupa: “Kira-kira bisa dikirim hari ini?” → “Do you think you could send it today?”; “Mohon maaf, penerbangannya dibatalkan” → “I'm afraid the flight is cancelled.” (Britania, “cancelled”) atau “I'm afraid the flight is canceled.” (Amerika, “canceled”). Bedanya ada pada bentuk: bahasa Inggris memasukkan kesopanan ke dalam struktur kalimat (could, would, if…), bukan hanya menambahkan satu kata di depan.
💡 Dengan orang yang tidak dikenal atau di kantor: Could you…? lebih aman daripada Can you…?. Di sini could tidak bermakna lampau.
💡 Please tidak mengubah perintah menjadi permintaan: buat pertanyaan.
💡 Setelah I was wondering if… pakai urutan kata biasa: if you could.
💡 Would you mind + -ing: Would you mind opening…?, bukan to open.
💡 Untuk meminta sesuatu: I'd like… atau Could I have…?, bukan I want… atau Give me…
"Sorry to bother you — I was wondering if you could take a quick look at this before the meeting?"
"Sure, no problem. Send it over."
"Thanks so much. And I'm afraid it's a bit urgent — would it be possible by 2?"
Latihan 1 · Pilih kalimat yang lebih sopan
Which sounds more polite/less direct?
Latihan 2 · Pilih kalimat yang lebih sopan
Which sounds more polite?
Latihan 3 · Pilih deskripsi yang benar
'I was wondering if you could help me.' This structure is...
Latihan 4 · Lengkapi pertanyaan tidak langsung yang sopan
Complete the polite indirect question: 'Do you think ___ possible to reschedule?'
Latihan 5 · Pilih cara paling sopan menyampaikan kabar buruk
Which softens bad news most politely?
Latihan 6 · Tentukan fungsinya
'I don't want to be rude, but I think there's a mistake here.' This phrase functions to...
Latihan 7 · Pilih urutan yang benar
Which is the correct word order in an indirect polite question?
Latihan 8 · Pilih penjelasan yang benar
'Would' and 'could' sound more polite than 'will' and 'can' mainly because...
Latihan 9 · Ubah permintaan menjadi lebih sopan
Make this more polite using an indirect question: 'Can you send me the file?' (start with 'I was wondering if')
Latihan 10 · Perhalus kabar buruknya
Soften this bad news politely: 'The flight is cancelled.' (start with 'I'm afraid')
Latihan 11 · Kelompokkan: halus atau lugas
0 / 8 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: “Saya mau…” menjadi “I want…”
Indonesian: “Saya mau pesan satu kopi.” (ordering in a café) Which English sentence is correct and polite?
Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
'Would it be possible to reschedule the call?' This is an example of...
Bahasa Inggris formal dan informal
Bahasa Inggris formal dan informal: bagaimana kata dan struktur kalimat mengubah register, dari email kantor sampai pesan untuk teman.
Register dan gaya bahasa: gambaran lengkap
Register bahasa Inggris sebagai skala dari formal ke informal: nominalisasi, pasif, bentuk singkat, elipsis, dan cara menyesuaikan gaya dengan pembaca.
Bahasa Inggris standar dan nonstandar
Bahasa Inggris nonstandar: ain't, they was, I seen, dan them books sebagai ciri dialek yang nyata, dan mengapa ujian menuntut bentuk standar.
Bentuk pendek dan elipsis dalam bahasa Inggris lisan
Elipsis dalam bahasa Inggris lisan: menghilangkan subjek atau kata kerja bantu di awal kalimat (Got it!, Want some?, Been waiting long?) saat mengobrol.