If I had studied medicine, I would be a doctor now. Dua waktu dalam satu kalimat, seperti “Kalau dulu saya kuliah kedokteran, sekarang saya sudah jadi dokter”.
Yang akan kamu pelajari
Second conditional dan third conditional menggambarkan situasi yang tidak nyata dalam satu waktu saja: second conditional untuk masa kini yang tidak nyata, third conditional untuk masa lalu yang tidak nyata. Tetapi dalam kehidupan nyata, tidak semuanya terjadi dalam satu waktu. Kadang sesuatu yang terjadi (atau tidak terjadi) di masa lalu berakibat sampai hari ini, atau sifatmu sekarang menjelaskan mengapa sesuatu tidak terjadi dulu. Untuk itulah ada mixed conditional.
Bahasa Indonesia melakukan hal yang sama dengan kata keterangan waktu: “Kalau dulu saya kuliah kedokteran (masa lalu), sekarang saya sudah jadi dokter (sekarang).” “Kalau dia tidak begitu pemalu (sekarang), dia pasti sudah bicara di rapat itu (masa lalu).” Bedanya, bahasa Inggris menunjukkan waktunya lewat bentuk kata kerja, dan setiap bagian kalimat memakai bentuk untuk waktunya sendiri.
Pola ini dipakai kalau tindakan tidak nyata di masa lalu akan berakibat nyata hari ini. Anak kalimat dengan if memakai past perfect (seperti third conditional), tetapi induk kalimatnya memakai would + bentuk dasar (seperti second conditional), karena akibatnya ada sekarang, bukan di masa lalu.
Pakai kata waktu dalam bahasa Indonesia sebagai petunjuk: “dulu” di bagian syarat → had studied; “sekarang” di bagian akibat → would be now. Hati-hati dengan “sudah” dalam “sekarang saya sudah jadi dokter”: kata itu tidak berarti would have been. Would have been tidak cocok dengan “now”. “If they had saved more money, they would be on vacation right now.” = “Kalau dulu mereka menabung lebih banyak, sekarang mereka sedang berlibur.” Bentuk continuous juga sangat umum kalau akibatnya sedang berlangsung: “If she had taken the job offer, she would be living in Paris now.”
Pola ini dipakai kalau sifat yang tetap atau sebuah keadaan menjelaskan mengapa sesuatu tidak terjadi pada saat tertentu di masa lalu. Anak kalimat dengan if memakai past simple (seperti second conditional), dan induk kalimatnya memakai would have + past participle (seperti third conditional), karena tindakan yang tidak terjadi itu ada di masa lalu.
Dalam bahasa Indonesia: “Kalau dia tidak begitu berhati-hati, tahun lalu dia pasti sudah mengambil risiko itu.” Bagian syaratnya adalah past simple dalam bahasa Inggris: “If he weren't so cautious…”. Jangan lupa be: bahasa Indonesia tidak memakai kata kerja di depan kata sifat (“dia tidak begitu pemalu”), tetapi bahasa Inggris memerlukannya: “If she weren't so shy”, bukan “If she not so shy”. Jangan juga memakai would di sini: bukan “If he wouldn't be so cautious…”. Di induk kalimat, “pasti sudah mengambil” adalah would have taken, bukan had taken.
Tentang were/was: setelah I/he/she/it, were adalah bentuk klasik yang sedikit lebih formal (“If she weren't so shy…”); was (“If she wasn't so shy…”) sama umumnya dan juga benar dalam pemakaian sehari-hari.
“Now” menunjukkan akibat sekarang, jadi pakai would + bentuk dasar. “Sudah” dalam “sekarang saya sudah jadi dokter” tidak berarti would have been.
Saat tertentu di masa lalu (last week) memerlukan would have + past participle di induk kalimat.
Syaratnya ada di masa lalu (“kalau dulu saya kuliah kedokteran”), jadi pakai past perfect: had studied.
“Dia pasti sudah mengambil risiko itu” adalah would have taken. Had + past participle hanya di anak kalimat dengan if.
Tidak ada would di anak kalimat dengan if: “kalau dulu saya menerima tawaran kerja itu” adalah had taken. Would hanya di induk kalimat (would be living).
“Kalau dia tidak begitu berhati-hati”: di anak kalimat dengan if pakai past simple (weren't atau wasn't), bukan wouldn't be.
“Kalau dia tidak begitu pemalu” tidak memakai kata kerja, tetapi dalam bahasa Inggris perlu be: weren't atau wasn't.
Dalam bahasa Indonesia waktunya ditunjukkan oleh kata keterangan: “Kalau dulu saya kuliah kedokteran, sekarang saya sudah jadi dokter”
Ini bisa sangat membantu: terjemahkan bagian demi bagian menurut kata waktunya. “Dulu” di bagian syarat → past perfect (had studied). “Sekarang” di bagian akibat → would + bentuk dasar (would be now). Bagian syarat tanpa “dulu”, tentang sifat atau keadaan sekarang (“kalau dia tidak begitu pemalu”) → past simple (weren't). Akibat di masa lalu (“tahun lalu”, “di rapat itu”) → would have + past participle (would have spoken).
Kita sering menambahkan “sudah” di bagian akibat: “sekarang saya sudah jadi dokter”, “dia pasti sudah bicara”
“Sudah” tidak otomatis berarti have. Yang menentukan adalah waktu akibatnya. Kalau akibatnya sekarang, pakai would + bentuk dasar: “I would be a doctor now”, bukan “I would have been a doctor now”. Kalau akibatnya di masa lalu, baru pakai would have + past participle: “she would have spoken up at the meeting”.
Dalam bahasa Indonesia “seandainya” atau “kalau saja” membuat seluruh kalimat tidak nyata, tanpa mengubah kata kerja
Dalam bahasa Inggris, ketidaknyataan ditunjukkan dengan menggeser bentuk kata kerja, dan would hanya dipakai di induk kalimat, tidak di anak kalimat dengan if (permintaan sopan seperti “if you would wait a moment” adalah kasus lain). Anak kalimat dengan if memakai past perfect (masa lalu) atau past simple (sekarang): “If I had known…”, bukan “If I would have known…”; “If he weren't so stubborn…”, bukan “If he wouldn't be so stubborn…”. Kebalikannya, had + past participle tidak pernah dipakai di induk kalimat untuk makna ini: would have taken, bukan had taken.
💡 Terjemahkan bagian demi bagian: “kalau dulu …” = had done; “sekarang …” = would + bentuk dasar; akibat di masa lalu = would have done.
💡 Tidak ada would di anak kalimat dengan if, dan tidak ada had di induk kalimat.
💡 Tanyakan terpisah: KAPAN syaratnya berlaku? KAPAN akibatnya berlaku? Kata seperti now atau last year memberi tahu jawabannya.
"Do you ever regret not going into medicine?"
"Sometimes. If I had studied medicine, I would be a doctor now, not stuck in an office."
"You could still go back to school."
"Maybe. But if I weren't so settled here, I would have already done it."
Latihan 1 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct mixed conditional (past condition, present result).
Latihan 2 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct mixed conditional (present condition, past result).
Latihan 3 · Tentukan waktunya
In 'If I had studied medicine, I would be a doctor now,' which time frame is the if-clause?
Latihan 4 · Tentukan waktunya
In 'If I had studied medicine, I would be a doctor now,' which time frame is the main clause?
Latihan 5 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct mixed conditional (present trait, past result).
Latihan 6 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct mixed conditional (past condition, present result).
Latihan 7 · Pilih kalimat yang bukan mixed conditional
Choose the sentence that is NOT mixed — both clauses match the same time frame.
Latihan 8 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct mixed conditional.
Latihan 9 · Gabungkan menjadi mixed conditional
Combine as a mixed conditional (past condition, present result): 'She didn't take the job offer. She isn't living in Paris now.'
Latihan 10 · Gabungkan menjadi mixed conditional
Combine as a mixed conditional (present trait, past result): 'He is very cautious. He didn't take the risk last year.'
Latihan 11 · Kelompokkan
0 / 4 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: “sekarang sudah” diterjemahkan dengan would have
Indonesian: “Kalau dulu saya kuliah kedokteran, sekarang saya sudah jadi dokter.” Which English sentence is correct?
Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
Choose the correct mixed conditional (past condition, present result).
Ungkapan syarat selain if
Provided that, as long as, on condition that, dan unless: cara lain menyatakan syarat, dan mengapa “selama” di sini bukan while atau during.
Third conditional (pengandaian tentang masa lalu)
Third conditional: past perfect setelah if dan would have + past participle untuk membayangkan masa lalu yang berbeda, tanpa jebakan “If I knew”.
Second conditional (pengandaian yang tidak nyata)
Second conditional: past simple setelah if dan would di induk kalimat untuk situasi yang tidak nyata. Plus kesalahan umum: would setelah if.
First conditional
Pelajari first conditional (present simple setelah if dan will di induk kalimat) untuk kemungkinan nyata di masa depan, plus jebakan “kalau” dan “akan”.