That woman over there, she's my teacher. He's really nice, that guy. Sebut topiknya dulu, atau perjelas di akhir.
Yang akan kamu pelajari
Dalam percakapan nyata, kita hampir tidak pernah merencanakan seluruh kalimat lebih dulu. Header dan tail adalah dua solusi yang simetris: header menyebut topiknya dulu, lalu mengulangnya dengan kata ganti; tail mulai dengan kata ganti dan baru di akhir memperjelas siapa atau apa yang dibicarakan.
Ini sangat akrab bagi penutur bahasa Indonesia, karena bahasa kita suka pola topik–komentar: “Kakak saya, dia tinggal di Berlin sekarang” (header) dan “Baik sekali dia, orang itu” (tail). Bahasa Inggris melakukan hal yang sama. Yang perlu dijaga hanya kata ganti yang tepat dan be.
Header menyebut topik, sering berupa frasa nomina yang panjang atau rumit, sebelum induk kalimat yang lalu mengulangnya dengan kata ganti. Dengan begitu pendengar tahu apa yang kamu bicarakan sebelum sisa kalimatnya datang.
Kalau header-nya subjek, bahasa Indonesia sering memakai “dia” atau tanpa kata ganti sama sekali. Bahasa Inggris harus memilih: he untuk laki-laki, she untuk perempuan, it untuk benda, they untuk jamak. Jadi “Wanita itu, dia guru saya” adalah “That woman over there, she's my teacher.”, bukan “he's my teacher”, dan jangan lupa 's (is): bukan “she my teacher”. Pola “-nya” juga bisa langsung dipakai: “Orang itu, rumahnya besar” → “That man, his house is big.”
Kalau header-nya objek, bahasa Indonesia biasanya tidak mengulangnya: “Lagu ini, saya suka sekali.” Dalam header bahasa Inggris (dengan koma dan nada seperti ini), objeknya diulang dengan kata ganti setelah kata kerja, dan untuk benda kata gantinya it: “This song, I really love it.”
Tail bekerja terbalik: pembicara mulai dengan kata ganti, lalu menambahkan frasa nomina di akhir untuk memperjelas atau menegaskan siapa atau apa yang dimaksud, sering karena di tengah kalimat ia sadar rujukannya perlu disebut.
Bahasa Indonesia lisan punya pola yang hampir sama: “Pintar sekali dia, adikmu” → “She's brilliant, your sister.” Dua hal yang perlu ditambahkan: kata ganti dengan jenis kelamin yang benar (she untuk adik perempuan) dan be (’s). Jadi bukan “He brilliant, your sister”, melainkan “She's brilliant, your sister.” Untuk benda, it: “It's a great movie, that one we watched.” Bagian tail-nya sendiri hanya berisi frasa nomina, tanpa kata ganti tambahan.
Header dan tail terdengar wajar dalam percakapan, tetapi dalam tulisan formal terkesan lisan dan agak canggung. Sebut subjeknya langsung.
Karena “dia” berlaku untuk keduanya, he dan she mudah tertukar. Kata ganti penghubung harus cocok dengan header-nya: woman → she, man → he.
Terjemahan kata per kata dari “Wanita itu, dia guru saya”. Bahasa Inggris butuh be: she's (she is) my teacher.
Terjemahan dari “Baik sekali dia, orang itu”. Kalimat sebelum tail tetap butuh subjek dan be: He's really nice.
“Kakak saya, dia tinggal di Berlin”, “Orang itu, rumahnya besar”: bahasa Indonesia sangat suka pola topik–komentar
Menyebut topik lebih dulu lalu berkomentar tentangnya sangat wajar dalam bahasa Indonesia, baik lisan maupun setengah formal. Intuisi ini bisa langsung kamu pakai untuk header bahasa Inggris: “My brother, he lives in Berlin.”, “That man, his house is big.” Bedanya, dalam bahasa Inggris pola ini terdengar santai dan lisan, jadi jangan dipakai dalam tulisan formal.
“Dia” dipakai untuk laki-laki dan perempuan, dan bahasa Indonesia tidak butuh “adalah” di depan kata sifat
Dalam header dan tail, kata ganti penghubungnya harus menunjuk orang yang tepat: “That woman over there, she's my teacher.”, “He's really nice, that guy.” Kalau kata gantinya salah, pendengar bingung siapa yang dimaksud, padahal tujuan header dan tail justru memperjelas. Selain itu, bahasa Inggris selalu butuh be di depan kata sifat atau kata benda: “she's my teacher”, “he's really nice”, bukan “she my teacher”, “he really nice”.
“Lagu ini, saya suka sekali.”: objek di depan tidak diulang dengan kata ganti
Dalam header bahasa Inggris, objek yang sudah disebut di depan diulang dengan kata ganti di tempat objek biasanya, yaitu setelah kata kerja: “This song, I really love it.” Untuk benda selalu it, untuk orang him / her, untuk jamak them: “Those shoes, I wear them every day.”
💡 “Wanita itu, dia guru saya” → That woman, she's my teacher. Pilih he / she / it / they dengan tepat.
💡 “Baik sekali dia, orang itu” → He's really nice, that guy. Jangan lupa ’s (is).
💡 Header objek: kata gantinya setelah kata kerja, untuk benda it: This song, I love it.
💡 Header dan tail hanya untuk percakapan, bukan tulisan formal.
"So who was that at the door?"
"Oh, that guy from downstairs, he was just returning my package."
"He seems nice."
"Yeah, he's always really helpful, that guy."
Latihan 1 · Tentukan polanya
'That woman over there, she's my teacher.' The noun phrase at the start, repeated by 'she,' is called...
Latihan 2 · Tentukan polanya
'He's really nice, that guy.' The noun phrase at the END, repeating 'he,' is called...
Latihan 3 · Tentukan fungsinya
Headers (left dislocation) typically function to...
Latihan 4 · Tentukan fungsinya
Tails (right dislocation) typically function to...
Latihan 5 · Tentukan polanya
'My brother, he lives in Berlin.' Which pattern is this?
Latihan 6 · Tentukan polanya
'She's brilliant, your sister.' Which pattern is this?
Latihan 7 · Pilih deskripsi yang benar
Headers and tails are typically...
Latihan 8 · Temukan kata ganti penghubungnya
'This song, I really love it.' The header 'This song' is repeated in the main clause by...
Latihan 9 · Tulis ulang kalimatnya dengan header
Rewrite using a header (left dislocation): 'My neighbor is really loud.' (start with 'My neighbor,')
Latihan 10 · Tulis ulang kalimatnya dengan tail
Rewrite using a tail (right dislocation): 'He's a great cook.' (end with the noun phrase 'my dad')
Latihan 11 · Kelompokkan
0 / 8 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: “dia” dan be yang hilang
Indonesian: “Pintar sekali dia, adik perempuanmu.” Which English sentence with a tail is correct?
Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
'The guy who lives upstairs, he's really friendly.' This is an example of...
Penanda wacana
Penanda wacana dalam bahasa Inggris lisan: well, you know, I mean, anyway, actually – untuk ragu, menjelaskan, pindah topik, atau kembali ke pokok bahasan.
Vague language (sengaja tidak tepat)
Bahasa yang sengaja tidak tepat: stuff, or something, and so on, around, give or take. Wajar dalam obrolan santai, tetapi tidak dalam teks formal.
Downtoners (melemahkan satu kata)
Downtoners dalam bahasa Inggris: slightly, a bit, rather, somewhat, dan fairly menurunkan kadar kata sifat atau kata kerja. Apa bedanya dengan hedges?
Hedges (ungkapan untuk memperhalus)
Hedges dalam bahasa Inggris: I think, I guess, sort of, dan probably memperhalus pernyataan saat beropini, mengkritik, membantah, atau mengusulkan sesuatu.