Bare infinitive (kata kerja tanpa to)

B1 · MenengahGerund dan infinitive

Bare infinitive adalah kata kerja bentuk dasar tanpa to: She can swim. They let him go. He made me laugh. Sebagian besar sudah terasa wajar, karena bahasa Indonesia juga menjejerkan dua kata kerja: “Dia bisa berenang”.

Yang akan kamu pelajari

  • Setelah kata kerja modal (can, could, must, should, will, would, may, might, shall), kata kerja berikutnya tidak memakai to
  • Setelah let dan make dalam kalimat aktif, kata kerja berikutnya tidak memakai to, sama seperti “membiarkan saya pulang” atau “membuat saya menangis”
  • Setelah had better, would rather, dan why not, kata kerjanya juga tanpa to
  • Dalam kalimat pasif, to muncul lagi: I was made to apologize, walaupun dalam “Saya disuruh minta maaf” tidak ada kata penghubung

Kata kerja tanpa “to”

Biasanya kamu belajar kata kerja bahasa Inggris dengan to: to swim, to go, to ask. Namun, di beberapa posisi tetap to itu hilang dan yang tersisa hanya bentuk dasarnya: inilah bare infinitive (“infinitif polos”). Posisi yang paling penting adalah setelah kata kerja modal dan setelah let/make.

Idenya terasa akrab, karena bahasa Indonesia juga langsung menjejerkan dua kata kerja: “Dia bisa berenang”, “Orang tua saya membiarkan saya pulang malam”. Dalam kasus yang sama, bahasa Inggris juga tidak memakai to. Justru kebiasaan menambahkan to di mana-mana yang perlu kamu waspadai.

"She can swim very well."
"My parents let me stay out late."

Setelah kata kerja modal

Setelah can, could, will, would, shall, should, may, might, dan must selalu ada bentuk dasar tanpa to: “You must finish this by Friday.” “We should leave before it gets dark.” Sama seperti “Kamu harus menyelesaikan ini sebelum hari Jumat” atau “Kita sebaiknya berangkat sebelum gelap”.

Jebakannya ada pada kata “harus”, yang bisa diterjemahkan menjadi must atau have to. Karena have to memakai to, to itu sering ikut terbawa ke must: “You must to finish” salah. Ungkapan yang memang memakai to adalah have to, be able to, need to, dan ought to (“I have to go”, “You ought to call her”). Itulah bedanya: can tanpa to, be able to dengan to.

"You must finish this by Friday."
"We should leave before it gets dark."

Setelah let dan make (kalimat aktif)

Dalam kalimat aktif, setelah let dan make ada orangnya, lalu bentuk dasar tanpa to: “She let him go.” “The movie made me cry.”

Di sini bahasa Indonesia sangat membantu. Let sama dengan “membiarkan” atau “mengizinkan”: “Dia membiarkannya pergi” → “She let him go”. Make sama dengan “membuat” atau “menyuruh dengan paksa”: “Film itu membuat saya menangis” → “The movie made me cry”, “Guru menyuruh kami mengulang tugasnya” → “The teacher made us redo the assignment”. Perhatikan: dalam bahasa Indonesia juga tidak ada kata penghubung.

Hati-hati, kata kerja lain dengan makna serupa tidak berperilaku sama. Allow, tell, ask, dan force memerlukan to: “They allowed me to leave”, “She told us to wait”. Jadi “Dia menyuruh kami menunggu” bisa menjadi “She made us wait” (memaksa) atau “She told us to wait” (memberi perintah), tetapi tidak pernah “She told us wait”.

Satu hal lagi: kalau orang lain mengerjakan sesuatu untukmu sebagai jasa, bahasa Indonesia sering memakai kata kerja biasa: “Kemarin saya servis mobil” atau “Saya potong rambut”. Dalam bahasa Inggris, “I repaired my car” berarti kamu sendiri yang memperbaikinya. Untuk jasa pakai have + objek + past participle: “I had my car repaired.”

Setelah help, kedua bentuk benar: “help me carry” dan “help me to carry”. Bentuk tanpa to lebih sering dipakai sehari-hari, terutama dalam bahasa Inggris Amerika. Yang salah adalah bentuk -ing (“help me to carrying”).

"The movie made me cry."
"She let him go."

Make dalam kalimat pasif: to muncul lagi

Inilah aturan yang mengejutkan: kalau make dalam bentuk pasif (was/were made), to muncul lagi di depan kata kerjanya: “I was made to apologize.” “He was made to wait outside.”

Bagi penutur bahasa Indonesia, inilah titik yang paling rawan. Kita memakai bentuk di- dengan sangat wajar dan tanpa kata penghubung: “Saya disuruh minta maaf”, “Dia dipaksa menunggu di luar”. Kalau disalin kata per kata, hasilnya “I was made apologize”, dan itu salah. Ingat: aktif “made him wait”, pasif “was made to wait”. Hal yang sama, walaupun lebih jarang, berlaku untuk see dan hear dalam bentuk pasif: “He was seen to leave.”

Let + kata kerja biasanya tidak punya bentuk pasif (“was let go” adalah ungkapan tetap yang berarti “diberhentikan dari pekerjaan”). Untuk “Saya diizinkan pulang lebih awal” pakai be allowed to: “I was allowed to leave early.” Kata kerja seperti tell dan ask selalu memakai to, baik dalam kalimat aktif (“They told him to wait”) maupun pasif (“He was told to wait”).

"I was made to apologize."
"He was made to wait outside."

Beberapa ungkapan tetap

Setelah had better (hampir selalu disingkat 'd better), would rather (hampir selalu 'd rather), dan why not juga ada bentuk dasar tanpa to: “You'd better leave now.” “Sebaiknya kamu pergi sekarang.” “I'd rather stay home tonight.” “Malam ini saya lebih suka di rumah saja.” Karena di sekolah kita belajar “lebih suka” = prefer to, to mudah ikut terbawa, tetapi setelah would rather tidak ada to.

Why not + bentuk dasar dipakai untuk memberi saran: “Why not ask him yourself?” “Kenapa tidak kamu tanyakan sendiri?”. Bukan “Why not to ask”. Kamu juga bisa berkata “Why don't you ask him yourself?”, tetapi tanpa don't, kata kerjanya berdiri sendiri. Catatan: kalau setelah would rather ada anak kalimat dengan subjek lain, strukturnya berubah (“I'd rather you stayed”), tetapi langsung setelah would rather kata kerjanya tanpa to.

"You'd better leave now."
"I'd rather stay home tonight."
"Why not ask him yourself?"

Contoh bahasa Inggris sehari-hari

"Can you help me carry these bags?"
"They made him wait outside."
"Why not give it a try?"
"The teacher made us redo the assignment."

Perhatikan

✗She can to swim very well.
✓She can swim very well.

Setelah kata kerja modal tidak pernah ada to, sama seperti “Dia bisa berenang dengan sangat baik”: tanpa kata penghubung.

✗You must to finish this by Friday.
✓You must finish this by Friday.

“Harus” bisa must atau have to, tetapi hanya have to yang memakai to: You have to finish this by Friday.

✗The movie made me to cry.
✓The movie made me cry.

Dalam kalimat aktif, setelah make + orang ada bentuk dasar tanpa to, seperti “membuat saya menangis”.

✗I was made apologize.
✓I was made to apologize.

Terjemahan kata per kata dari “Saya disuruh minta maaf”. Dalam kalimat pasif (was/were made), to muncul lagi.

✗I'd rather to stay home tonight.
✓I'd rather stay home tonight.

“Lebih suka” memang sering menjadi prefer to, tetapi would rather memakai bentuk dasar tanpa to. Begitu juga had better: You'd better leave.

✗She told us wait outside.
✓She told us to wait outside.

“Menyuruh kami menunggu” tidak punya kata penghubung, tetapi tell + orang selalu memakai to. Tanpa to hanya let dan make.

✗I repaired my car at the garage yesterday.
✓I had my car repaired at the garage yesterday.

“Kemarin saya servis mobil di bengkel”: kalau montir yang mengerjakannya, pakai have + objek + past participle.

Perbandingan dengan bahasamu

Dalam bahasa Indonesia, setelah bisa, harus, boleh, dan sebaiknya langsung ada kata kerja: “Saya bisa berenang”, “Kamu harus pergi”, “Kita sebaiknya berangkat”

Bahasa Inggris juga begitu, jadi bagian ini mudah: “She can swim”, “You must go”, “We should leave”. Jangan biarkan to dari have to ikut masuk: must dan should tidak pernah memakai to. Yang memakai to adalah have to, be able to, need to, dan ought to.

Bentuk pasif di- tidak memerlukan kata penghubung: “Saya disuruh minta maaf”, “Dia dipaksa menunggu di luar”

Make dalam kalimat aktif memang tanpa to (“They made him wait outside”), tetapi dalam kalimat pasif to wajib muncul: “He was made to wait outside”, “I was made to apologize”. Karena kalimat pasif sangat sering dipakai dalam bahasa Indonesia, kesalahan “I was made apologize” sangat umum.

“Menyuruh” dan “mengizinkan” juga langsung diikuti kata kerja: “Dia menyuruh kami menunggu”, “Mereka mengizinkan saya pulang”

Hanya let dan make yang tanpa to. Tell, ask, allow, dan force memerlukan to: “She told us to wait”, “They allowed me to leave”. Kalau maknanya “membiarkan”, kamu bisa memakai let tanpa to: “They let me leave.”

Untuk jasa, kita sering memakai kata kerja biasa: “Kemarin saya servis mobil”, “Saya potong rambut”

Dalam bahasa Inggris, “I repaired my car” dan “I cut my hair” berarti kamu sendiri yang mengerjakannya. Untuk pekerjaan yang dilakukan orang lain, pakai have + objek + past participle: “I had my car repaired”, “I had my hair cut”. Make berarti memaksa (“The teacher made us redo the assignment”), dan let berarti membiarkan (“She let him go”).

💡 Seperti “bisa” dan “harus” dalam bahasa Indonesia: setelah can, must, should tidak ada apa-apa di antara dua kata kerja.

💡 Make aktif: tanpa to (made him wait). Make pasif: dengan to (was made to wait), walaupun “disuruh menunggu” tidak punya kata penghubung.

💡 “Saya diizinkan pulang lebih awal” → I was allowed to leave early, bukan I was let leave.

💡 Setelah 'd better, 'd rather, dan why not, kata kerjanya tanpa to.

Situasi nyata: orang tua membuat aturan

"Can I stay out past ten tonight?"

"I'll let you stay out until ten thirty, but you must text me when you leave."

"Okay, deal. Why not just come pick me up instead?"

"You'd better call me first — I might be busy."

Latihan

Latihan 1 · Pilih kalimat yang benar: setelah kata kerja modal

Choose the correct sentence — after a modal verb.

Latihan 2 · Pilih kalimat yang benar: setelah let

Choose the correct sentence — after 'let'.

Latihan 3 · Pilih kalimat yang benar: setelah make

Choose the correct sentence — after 'make' (active).

Latihan 4 · Pilih kalimat yang benar: make dalam kalimat pasif

Choose the correct sentence — passive 'make' needs 'to' back.

Latihan 5 · Pilih kalimat yang benar: setelah had better

Choose the correct sentence — after 'had better'.

Latihan 6 · Pilih kalimat yang benar: setelah would rather

Choose the correct sentence — after 'would rather'.

Latihan 7 · Pilih kalimat yang benar: setelah help

Choose the correct sentence — after 'help' (bare infinitive is common and natural).

Latihan 8 · Pilih kalimat yang benar: setelah why not

Choose the correct sentence — 'why not' + bare infinitive.

Latihan 9 · Lengkapi dengan bare infinitive

Complete with the bare infinitive: 'You must ___ (finish) this by Friday.'

Latihan 10 · Lengkapi dengan bare infinitive

Complete with the bare infinitive: 'The teacher made us ___ (redo) the assignment.'

Latihan 11 · Kelompokkan: tanpa to atau dengan to

I can help.
I was allowed to leave early.
She let him go.
He was told to wait.
You must try.
They were asked to sign.

0 / 6 dikelompokkan

Latihan 12 · Kesalahan umum: pasif “di-” tanpa to

Indonesian: “Dia disuruh menunggu di luar.” (He had no choice.) Which English sentence is correct?

Kuis singkat

Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.

Pertanyaan 1 / 5

Skor: 0/0

Choose the correct sentence.

Yang sudah kamu pelajari

  • Bare infinitive adalah kata kerja bentuk dasar tanpa to.
  • Dipakai setelah kata kerja modal (can, must, should…), seperti setelah “bisa” atau “harus”. Have to, be able to, dan ought to memakai to.
  • Setelah let dan make dalam kalimat aktif tidak ada to: let him go, made me cry. Tell, ask, dan allow tetap memakai to.
  • Make dalam kalimat pasif (was/were made) memakai to lagi: I was made to apologize, walaupun “disuruh minta maaf” tanpa kata penghubung.
  • Had better, would rather, dan why not juga diikuti bentuk dasar; setelah help, kedua bentuk benar.
  • Untuk jasa (“servis mobil”, “potong rambut”) pakai have + objek + past participle: I had my car repaired.
Lihat semua pelajaran di kategori ini