As if / as though (seolah-olah)

C1 · MahirKeinginan dan situasi hipotetis

She talks as if she knew everything: perbandingan yang tidak benar. Bahasa Indonesia cukup memakai “seolah-olah”, bahasa Inggris juga mengubah kata kerjanya.

Yang akan kamu pelajari

  • As if / as though + past simple: perbandingan dengan keadaan tidak nyata sekarang (“seolah-olah dia tahu segalanya”)
  • As if / as though + past perfect: perbandingan dengan sesuatu yang tidak nyata dan terjadi lebih dulu (“seolah-olah dia baru saja melihat hantu”)
  • Kapan present tetap dipakai setelah as if / as though: kalau perbandingannya mungkin benar
  • Mengapa “seolah-olah tidak terjadi apa-apa” menjadi as if nothing had happened, dengan past perfect dan hanya satu kata negatif

Membandingkan dengan sesuatu yang tidak benar

As if dan as though memperkenalkan perbandingan, seperti “seolah-olah” atau “seakan-akan”. Sering kali perbandingan itu hanya menggambarkan kesan, bukan kenyataan. Kalau perbandingannya tidak nyata, kata kerjanya mundur satu langkah ke masa lalu. Polanya sama dengan setelah wish dan dalam second conditional.

Inilah perbedaan utamanya dengan bahasa Indonesia. Dalam “Dia bicara seolah-olah dia tahu segalanya”, kata “tahu” tidak berubah; hanya “seolah-olah” yang menunjukkan bahwa ini tidak benar. Bahasa Inggris memberi tanda kedua pada kata kerja: “She talks as if she knew everything.” (knew, bukan knows). Untuk sesuatu yang lebih dulu, kata kerjanya mundur lagi: “He looked as if he had seen a ghost.”

As if dan as though artinya sama; as though terdengar sedikit lebih formal. Aturan tense-nya sama untuk keduanya.

"She talks as if she knew everything."
"He looked as if he had seen a ghost."

Tidak nyata sekarang: as if / as though + past simple

Kalau kamu membandingkan dengan keadaan khayalan yang berlaku sekarang, tetapi tidak benar, pakai past simple setelah as if / as though: “She talks as if she knew everything.” (“Dia bicara seolah-olah dia tahu segalanya.”) Bentuknya past, tetapi maknanya tentang sekarang.

Untuk be, bahasa Inggris yang cermat memakai were untuk semua subjek: “He treats me as if I were a stranger.” (“Dia memperlakukan saya seolah-olah saya orang asing.”) Dalam percakapan sehari-hari kamu juga akan mendengar “as if I was”, dan itu wajar dalam ragam santai. Yang tidak cocok adalah present “as if I am a stranger” kalau jelas kamu bukan orang asing.

Jangan lupa subjeknya. Dalam bahasa Indonesia kita bisa berkata “Dia bicara seolah-olah tahu segalanya”, tanpa “dia” kedua. Dalam bahasa Inggris subjek wajib: “as if she knew everything”, bukan “as if knew everything”.

"She talks as if she knew everything."
"He treats me as if I were a stranger."

Tidak nyata dan lebih dulu: as if / as though + past perfect

Kalau peristiwa khayalan itu terjadi sebelum saat yang sedang dibicarakan, mundur satu langkah lagi ke past perfect: “He looked as if he had seen a ghost.” (“Dia tampak seolah-olah baru melihat hantu.”) “She spoke as though she had rehearsed it.” (“Dia berbicara seakan-akan sudah berlatih sebelumnya.”)

Kalau dalam bahasa Indonesia kamu bisa menambahkan “sudah” atau “sebelumnya” setelah “seolah-olah”, bahasa Inggris memakai had + past participle, bukan past simple (“as if he saw”) dan bukan present perfect (“as if he has seen”). Dalam bahasa Inggris lisan yang santai kadang terdengar “as if nothing happened”, tetapi pelajaran ini melatih bentuk standarnya: “She acted as if nothing had happened.”

Satu kata negatif saja: “seolah-olah tidak terjadi apa-apa” memakai “tidak” dan “apa-apa”, tetapi dalam bahasa Inggris nothing sudah negatif. Jadi “as if nothing had happened”, bukan “as if nothing hadn't happened”.

"He looked as if he had seen a ghost."
"She spoke as though she had rehearsed it."

Kalau perbandingannya mungkin benar

Tidak semua perbandingan tidak nyata. Kalau sesuatu memang mungkin benar, karena kelihatannya memang begitu, bahasa Inggris tetap memakai present atau present perfect: “It looks as though it's going to rain.” (“Kelihatannya akan hujan.”) Hujan memang mungkin turun, jadi kata kerjanya tidak mundur. Subjek it juga wajib: bukan “Looks as though is going to rain”.

Tense-nya menjadi sinyal: “You look as if you've seen a ghost.” membiarkan kemungkinan bahwa kamu memang melihat hantu. “You look as if you'd seen a ghost.” berarti: tentu saja kamu tidak melihat hantu, hanya kelihatannya begitu. Tanyakan pada dirimu: mungkinkah ini benar, atau hanya kesan? Dalam bahasa Inggris santai, present juga terdengar untuk perbandingan yang jelas tidak nyata (“He acts as if he owns the place.”), tetapi bentuk past membuat ketidaknyataannya jelas, dan bentuk itulah yang dilatih dalam soal-soal.

"It looks as though it's going to rain. (kemungkinan nyata)"
"You look as if you've seen a ghost. (mungkin kamu memang melihatnya)"

Contoh bahasa Inggris sehari-hari

"She acted as if nothing had happened."
"He acts as if he owns the place."
"They looked at me as if I had said something crazy."
"It smells as though something's burning."

Perhatikan

✗She talks as if she knows everything.
✓She talks as if she knew everything.

Dia tidak tahu segalanya, jadi perbandingannya tidak nyata: knows → knew, walaupun “tahu” dalam bahasa Indonesia tidak berubah.

✗He looked as if he saw a ghost.
✓He looked as if he had seen a ghost.

“Seolah-olah sudah melihat hantu”: peristiwa khayalannya terjadi lebih dulu, jadi past perfect (had seen).

✗She acted as if nothing hadn't happened.
✓She acted as if nothing had happened.

“Tidak terjadi apa-apa” punya “tidak” dan “apa-apa”, tetapi nothing sudah negatif: had happened, bukan hadn't happened.

✗He treats me as if I am a stranger.
✓He treats me as if I were a stranger.

Kamu bukan orang asing, jadi perbandingannya tidak nyata: am → were (dalam ragam santai juga was).

✗It looks as though is going to rain.
✓It looks as though it's going to rain.

“Kelihatannya akan hujan” tidak punya subjek, tetapi bahasa Inggris butuh it. Karena ini kemungkinan nyata, kata kerjanya tetap present.

✗He talks as if knew everything.
✓He talks as if he knew everything.

“Dia bicara seolah-olah tahu segalanya” wajar dalam bahasa Indonesia, tetapi setelah as if subjeknya harus disebut lagi: he.

Perbandingan dengan bahasamu

Setelah “seolah-olah” atau “seakan-akan” kata kerjanya tidak berubah: “seolah-olah dia tahu segalanya”, “seolah-olah saya orang asing”

Dalam bahasa Indonesia, hanya kata penghubungnya yang menandai bahwa perbandingan itu tidak nyata. Bahasa Inggris juga menandainya pada kata kerja: present menjadi past simple (knows → knew, am/is → were). “She talks as if she knew everything.” “He treats me as if I were a stranger.” Kalau kamu menerjemahkan kata per kata (“as if she knows”), kalimatnya terdengar seolah-olah kamu menganggap itu mungkin benar.

“Dia tampak seolah-olah sudah melihat hantu.”: “sudah” menunjukkan bahwa peristiwanya terjadi lebih dulu

Untuk peristiwa khayalan yang terjadi sebelum saat yang dibicarakan, bahasa Inggris memakai past perfect: “He looked as if he had seen a ghost.”, “They looked at me as if I had said something crazy.” “Sudah” di sini tidak diterjemahkan menjadi have seen atau already saw; maknanya dibawa oleh had + past participle.

Bahasa Indonesia sering menghilangkan subjek: “Dia bicara seolah-olah tahu segalanya”, “Kelihatannya akan hujan”

Dalam bahasa Inggris setiap anak kalimat setelah as if / as though butuh subjek: “as if she knew everything”, “It looks as though it's going to rain”. Untuk cuaca dan kesan umum, subjeknya it.

Bahasa Indonesia memakai “seolah-olah” untuk kesan yang tidak benar, dan “kelihatannya” atau “sepertinya” untuk dugaan yang mungkin benar

Dalam bahasa Inggris, as if / as though bisa dipakai untuk keduanya, dan tense-nya yang membedakan. Kalau mungkin benar, tetap present atau present perfect: “It looks as though it's going to rain.” Kalau jelas tidak benar, kata kerjanya mundur: “as if she knew”. Jadi jangan memundurkan kata kerja kalau sesuatu memang kelihatannya begitu.

💡 “Seolah-olah” tidak mengubah kata kerja, tetapi as if mengubahnya: knows → knew, am → were.

💡 Sesuatu yang terjadi lebih dulu (“seolah-olah sudah…”) → had + past participle: as if he had seen a ghost.

💡 Tanyakan: mungkinkah ini benar (present tetap) atau hanya kesan (mundur satu langkah)? Dan jangan lupa subjeknya.

Situasi nyata: menggambarkan sikap seseorang

"How was the meeting with the new manager?"

"Strange. He talked as if he already knew everyone, but it was his first day."

"Maybe he did his research beforehand."

"Maybe. Still, he acted as if he had worked here for years."

Latihan

Latihan 1 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence (unreal present comparison).

Latihan 2 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence (unreal past comparison).

Latihan 3 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence.

Latihan 4 · Pilih perbandingan yang tidak nyata

Which comparison is unreal — the speaker doesn't actually know the answer?

Latihan 5 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence (unreal past comparison).

Latihan 6 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence.

Latihan 7 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence (unreal past).

Latihan 8 · Pilih perbandingan yang tidak nyata

Which sentence presents the comparison as clearly unreal — you know they haven't seen a ghost?

Latihan 9 · Gabungkan kalimatnya dengan “as if”

Combine with 'as if' (unreal present): 'He walks. He is in charge, but he isn't.'

Latihan 10 · Gabungkan kalimatnya dengan “as though”

Combine with 'as though' (unreal past): 'She looked tired. She had run a marathon, but she hadn't.'

Latihan 11 · Kelompokkan: tidak nyata sekarang atau lebih dulu

She talks as if she knew everything.
He treats me as if I were a stranger.
He looked as if he had seen a ghost.
She spoke as though she had rehearsed it.

0 / 4 dikelompokkan

Latihan 12 · Kesalahan umum: “seolah-olah tidak terjadi apa-apa” diterjemahkan kata per kata

Indonesian: “Dia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.” Which English sentence is correct?

Kuis singkat

Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.

Pertanyaan 1 / 5

Skor: 0/0

Choose the correct sentence.

Yang sudah kamu pelajari

  • As if / as though + past simple: perbandingan dengan keadaan tidak nyata sekarang (“seolah-olah dia tahu segalanya” → as if she knew everything).
  • As if / as though + past perfect: perbandingan dengan sesuatu yang tidak nyata dan terjadi lebih dulu (as if he had seen a ghost).
  • Untuk be, bahasa Inggris yang cermat memakai were untuk semua subjek; dalam ragam santai juga was.
  • Bahasa Inggris butuh subjek setelah as if dan hanya satu kata negatif: as if nothing had happened.
  • Present atau present perfect setelah as if / as though terutama dipakai kalau perbandingannya mungkin benar; untuk perbandingan yang jelas tidak nyata, bentuk past yang paling jelas.
  • As if dan as though artinya sama; as though sedikit lebih formal.
Lihat semua pelajaran di kategori ini