Since it was raining, we stayed inside. Take an umbrella in case it rains. Dua hubungan yang berbeda: “karena” melihat ke belakang, “supaya” dan “jaga-jaga kalau” melihat ke depan.
Yang akan kamu pelajari
Anak kalimat sebab dan anak kalimat tujuan tampak mirip, tetapi menjawab pertanyaan yang berbeda. Anak kalimat sebab menjawab “Mengapa itu terjadi?”: ia melihat ke belakang, ke sebuah penyebab. Anak kalimat tujuan menjawab “Untuk apa?”: ia melihat ke depan, ke sebuah tujuan atau langkah berjaga-jaga.
Cara kerjanya sama dengan bahasa Indonesia: “Karena hujan, kami tetap di dalam” → “Since it was raining, we stayed inside.” “Saya menabung supaya bisa jalan-jalan” → “I saved money so that I could travel.” Perhatikan dua kata. Since memang berarti “sejak”, tetapi di depan sebuah penyebab (sering di awal kalimat) artinya “karena”. As di sini juga berarti “karena”, bukan “seperti”: “As she was tired, she went to bed early.” Jangan lupa subjeknya: dalam bahasa Indonesia cukup “Karena capek, dia tidur lebih awal”, tetapi bahasa Inggris memerlukan “As she was tired”, bukan “As tired” atau “Because tired”.
Setelah so that biasanya ada kata kerja modal: can/will untuk sekarang dan could/would untuk masa lampau. Bahasa Indonesia tidak membedakannya (“supaya tidak ada yang mendengar”), tetapi bahasa Inggris menyesuaikannya dengan waktu: “She whispered so that no one would hear.” Dan yang paling penting: kalau anak kalimat sebab diletakkan di depan, induk kalimatnya langsung dimulai dengan subjek + kata kerja. Jangan tambahkan so, seperti “jadi” atau “maka” dalam “Karena hujan, jadi…”.
Selain because/since/as, ada dua kata hubung sebab lain dengan padanan yang jelas dalam bahasa Indonesia: given that (“mengingat”, “mengingat bahwa”) bersifat formal dan sering dipakai dalam tulisan dan bahasa yang cermat; seeing that (“berhubung”, “melihat bahwa”) netral atau santai.
Di sini pun induk kalimatnya langsung dimulai, tanpa so: “Seeing that the store was closed, we went home.”, bukan “…, so we went home.” Walaupun dalam bahasa Indonesia kita bisa berkata “Berhubung tokonya tutup, maka kami pulang”, dalam bahasa Inggris kata hubung di awal sudah cukup.
In case menyatakan langkah berjaga-jaga: kamu melakukan sesuatu sekarang supaya siap menghadapi hal yang mungkin terjadi nanti. Padanannya “(untuk) jaga-jaga kalau” atau “kalau-kalau”: “Bawa payung, jaga-jaga kalau hujan” → “Take an umbrella in case it rains.” Ini berbeda dengan so that, yang menyatakan tujuan yang ingin dicapai, dan dengan if, ketika tindakannya bergantung pada apakah sesuatu benar-benar terjadi.
Bedanya dengan if: “Take an umbrella in case it rains.” artinya: bawa sekarang, hujan atau tidak. “If it rains, take an umbrella.” artinya: bawa hanya kalau memang hujan. Karena “jaga-jaga kalau” mengandung kata “kalau”, penutur bahasa Indonesia sering memakai if di sini, padahal maksudnya berjaga-jaga. Dalam bahasa Inggris Britania perbedaannya jelas; dalam bahasa Inggris Amerika lisan kadang terdengar in case dengan arti if (“In case you need me, call me”), tetapi untuk berjaga-jaga, in case benar di mana pun.
Setelah in case dipakai present simple: “in case it rains”, bukan “in case it will rain”, walaupun dalam bahasa Indonesia kita mungkin berkata “kalau-kalau nanti hujan”. Sebelum kata benda, pakai in case of: “in case of fire” (“jika terjadi kebakaran”).
Terjemahan dari “Karena hujan, jadi…”. Dalam bahasa Inggris pilih because atau so, jangan keduanya.
“Jaga-jaga kalau hujan” adalah in case. Dengan if, tindakannya bergantung pada apakah benar-benar hujan.
Setelah in case dipakai present simple, bukan will, walaupun dalam bahasa Indonesia ada “nanti”.
So that (supaya) menyatakan tujuan yang ingin dicapai. Untuk berjaga-jaga terhadap sesuatu yang tidak kamu inginkan, pakai in case (jaga-jaga kalau).
Dalam bahasa Indonesia cukup “Karena capek…”, tetapi anak kalimat bahasa Inggris perlu subjek dan kata kerja: she was tired.
Jangan tambahkan so (seperti “maka” atau “jadi”) setelah anak kalimat sebab: induk kalimatnya langsung dimulai.
“Untuk membeli” adalah to buy. For tidak dipakai di depan bentuk dasar kata kerja.
“Karena hujan, jadi kami tetap di dalam”, “Berhubung semua sudah datang, maka rapat dimulai”: dalam bahasa Indonesia lisan sering ada dua kata hubung
Dalam bahasa Inggris, satu kata hubung sudah cukup: “Because it was raining, we stayed inside.” atau “It was raining, so we stayed inside.” Jangan keduanya: “Because it was raining, so we stayed inside” salah. Begitu juga “Seeing that everyone had arrived, the meeting began.”, tanpa so.
“Bawa payung, jaga-jaga kalau hujan”: langkah berjaga-jaga dengan “jaga-jaga kalau” atau “kalau-kalau”
Padanannya in case + present simple: “Take an umbrella in case it rains.” Jangan if hanya karena ada kata “kalau”: “If it rains, take an umbrella” artinya lain, yaitu bawa payung hanya kalau benar-benar hujan. Dan jangan will setelah in case: bukan “in case it will rain”.
“Dia berbisik supaya tidak ada yang mendengar”: setelah “supaya” atau “agar”, kata kerjanya tidak berubah menurut waktu
Setelah so that, bahasa Inggris memakai modal yang sesuai dengan waktu: can/will untuk sekarang, could/would untuk masa lampau. “She whispered so that no one would hear.” “I saved money so that I could travel.” Kalau subjeknya sama, sering lebih sederhana memakai to + bentuk dasar: “I saved money to travel.”
“Saya ke pasar untuk membeli sayur”: “untuk” + kata kerja
Di depan kata kerja, “untuk” adalah to, bukan for: “I went to the market to buy vegetables.” “For buy” dan “for to buy” salah. For dipakai sebelum kata benda: “I went to the market for vegetables.”
Since biasanya dipelajari sebagai “sejak”, dan as sebagai “seperti” atau “sebagai”
Di depan sebuah penyebab, keduanya berarti “karena”: “Since it was raining, we stayed inside.” = “Karena hujan, kami tetap di dalam.” “As she was tired, she went to bed early.” = “Karena capek, dia tidur lebih awal.” Perhatikan juga bahwa anak kalimat bahasa Inggris selalu perlu subjek: as she was tired, bukan as tired.
💡 “Jaga-jaga kalau” → in case; “kalau” sebagai syarat → if.
💡 Setelah in case: present simple, bukan will.
💡 Since dan as di depan sebuah penyebab berarti “karena”, bukan “sejak” atau “seperti”.
💡 Setelah anak kalimat sebab di awal: subjek + kata kerja, tanpa so (bukan “karena…, jadi…”).
"Did you pack everything?"
"I think so — I brought a jacket in case it gets cold."
"Smart. Seeing that the forecast looks unpredictable, maybe pack an umbrella too."
"Good call. I'll grab one so that we're covered either way."
Latihan 1 · Pilih anak kalimat sebab (reason clause)
Choose the reason clause (explains why something already happened).
Latihan 2 · Pilih anak kalimat tujuan (purpose clause)
Choose the purpose clause (explains a future goal).
Latihan 3 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence with 'seeing that.'
Latihan 4 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence with 'in case' (precaution, not goal).
Latihan 5 · Pilih penjelasan yang benar
Choose the correct explanation of the difference between 'in case' and 'so that.'
Latihan 6 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence with 'given that.'
Latihan 7 · Pilih anak kalimat sebab (reason clause)
Choose the reason clause.
Latihan 8 · Jawab pertanyaan tentang pelajaran yang tepat
For the core because/since/as vs. because of/due to distinction, which lesson covers that in depth?
Latihan 9 · Gabungkan kalimatnya menjadi anak kalimat sebab
Combine as a reason clause: 'The flight was delayed. We missed the connection.' (use 'Since')
Latihan 10 · Gabungkan kalimatnya dengan in case
Combine as a purpose clause with 'in case': 'Bring a charger. Your phone might die.'
Latihan 11 · Kelompokkan: sebab atau tujuan
0 / 4 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: “karena…, jadi…” dengan dua kata hubung
Indonesian: “Karena hujan, kami tetap di dalam.” Which English sentence is correct?
Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
Choose the reason clause.
Klausa adverbia waktu (adverb clauses of time)
Anak kalimat waktu: setelah when, as soon as, atau until dipakai present, bukan will. Juga beda when dan if, while dan during, serta by the time.
Klausa nomina (noun clauses)
Klausa nomina dalam bahasa Inggris: klausa sebagai subjek, objek, setelah is atau preposisi, serta kesalahan umum penutur bahasa Indonesia.
Klausa adverbia kontras (adverb clauses of contrast)
Whereas dan while untuk membandingkan dua fakta, berbeda dengan although untuk konsesi. Kabar baiknya: mirip “sedangkan” dan “sementara”.
Second conditional (pengandaian yang tidak nyata)
Second conditional: past simple setelah if dan would di induk kalimat untuk situasi yang tidak nyata. Plus kesalahan umum: would setelah if.