I was given a book. This needs to be fixed. Kalimat pasif di luar dasar-dasarnya, dan kabar baiknya, “saya diberi buku” sudah memakai pola yang sama.
Yang akan kamu pelajari
Kalau kamu sudah menguasai pasif sederhana, ada beberapa pola lanjutan yang layak dipelajari: orang sebagai subjek dengan kata kerja yang punya dua objek, infinitive pasif, bentuk pasif dengan being, dan pola yang sangat umum needs to be done.
Banyak di antaranya sudah kamu kenal dari bahasa Indonesia: “saya diberi”, “perlu diperbaiki”, “sedang diperbaiki”, “tidak suka diganggu”. Tantangannya ada pada bentuk: satu awalan di- dalam bahasa Indonesia menjadi beberapa kata dalam bahasa Inggris (to be fixed, being repaired), dan tidak satu pun boleh hilang.
Kata kerja seperti give, send, offer, show, dan tell punya dua objek: orang (objek tak langsung) dan benda (objek langsung). Dalam bahasa Indonesia orangnya bisa menjadi subjek kalimat pasif: “Saya diberi buku”, “Kami dikirimi undangan”, “Saya ditawari kesempatan bagus”. Bahasa Inggris melakukan hal yang sama, dan ini justru pilihan yang paling umum: “I was given a book.” “We were sent an invitation.” “I was offered a great opportunity.”
Hati-hati dengan bentuknya. “Kami dikirimi undangan” bukan “We sent an invitation” (itu berarti kami yang mengirim), melainkan “We were sent an invitation”: be + past participle. Tanpa be, maknanya berbalik.
Varian dengan benda sebagai subjek juga ada dalam kedua bahasa: “Buku itu diberikan kepada saya” → “A book was given to me.” Dalam bahasa Inggris varian ini benar, tetapi lebih kaku dan lebih jarang. To (“kepada”) hanya dipakai di varian ini. Kalau orangnya sudah menjadi subjek, jangan menambahkan to: “I was given to a book” salah.
Setelah kata kerja tertentu dipakai infinitive pasif (to be + past participle). Padanannya sangat dekat: “Ini perlu diperbaiki” → “This needs to be fixed.” Karena “diperbaiki” hanya satu kata, orang sering menulis “This needs to fix” (artinya benda itu sendiri yang harus memperbaiki sesuatu) atau “This needs fixed”. Ingat: di- = to be + past participle.
Setelah kata kerja seperti hate, like, enjoy, avoid, atau mind biasanya dipakai gerund pasif (being + past participle): “He hates being told what to do.” Dalam bahasa Indonesia kita cukup memakai di-: “Dia tidak suka disuruh-suruh”, “Saya tidak suka diganggu”. Dalam bahasa Inggris being tidak boleh hilang: “I don't like being interrupted.”, bukan “I don't like interrupted”. Setelah hate dan like, infinitive pasif juga bisa (“He hates to be told what to do”); setelah enjoy, avoid, dan mind hanya being.
Bentuk being + past participle yang sama dipakai untuk pasif yang sedang berlangsung: “Mobilnya sedang diperbaiki” → “The car is being repaired right now.” “The car is repairing” berarti mobilnya yang sedang memperbaiki sesuatu. Tanpa being (“The car is repaired”), kalimatnya terdengar seperti keadaan, “mobilnya sudah selesai diperbaiki”, dan tidak cocok dengan right now.
Pola ini sangat umum untuk mengatakan bahwa sesuatu perlu dilakukan tanpa menyebut siapa yang akan melakukannya, persis seperti “perlu” + di-: “Rencananya perlu dipertimbangkan ulang” → “The plan needs to be reconsidered.” “Laporan ini perlu direvisi” → “This report needs to be revised.”
Jangan menghilangkan to be. “This report needs revised” memang terdengar di beberapa dialek daerah (misalnya di Skotlandia dan sebagian Amerika Serikat), tetapi salah dalam bahasa Inggris baku. Alternatif bakunya adalah needs + bentuk -ing: “This report needs revising.” Dan “This needs to fix” tidak berarti “ini perlu diperbaiki”.
“Kami dikirimi undangan”: tanpa were, kalimatnya berarti kami yang mengirim undangan.
Kalau orangnya subjek, tidak ada to di depan bendanya. To + orang (“kepada saya”) hanya ada di varian “A book was given to me”.
“Perlu diperbaiki” memerlukan infinitive pasif: to be + past participle. “Needs to fix” berarti benda itu yang harus memperbaiki sesuatu.
“Sedang diperbaiki” adalah proses yang berlangsung: perlu being. “Is repaired” terdengar seperti keadaan yang sudah selesai.
“Perlu direvisi” = needs to be revised. Dalam bahasa Inggris baku needs revised salah; needs revising juga bisa.
“Tidak suka diganggu”: setelah like, hate, enjoy, atau avoid, bentuk pasifnya being + past participle.
Kalau sesuatu terjadi padamu, pakai pasif: being interrupted (atau to be interrupted). “To interrupt” berarti kamu yang mengganggu orang lain.
Dalam bahasa Indonesia orang yang menerima sesuatu bisa menjadi subjek kalimat pasif: “Saya diberi buku”, “Kami dikirimi undangan”, “Dia diberi tahu kabar itu kemarin”
Bahasa Inggris memakai pola yang sama, dan ini pilihan yang paling wajar: “I was given a book.” “We were sent an invitation.” “She was told the news yesterday.” Yang perlu kamu tambahkan hanyalah be dalam bentuk yang tepat (was/were) sebelum past participle.
“Buku itu diberikan kepada saya”: kalau bendanya menjadi subjek, orangnya diberi “kepada”
Sama dalam bahasa Inggris: “A book was given to me.” To hanya dipakai kalau bendanya subjek. Kalau orangnya subjek, tidak ada to: “I was given a book”, bukan “I was given to a book”. Varian dengan orang sebagai subjek juga terdengar lebih alami dalam bahasa Inggris.
“Ini perlu diperbaiki”, “Dokumen ini harus ditandatangani”, “Mobilnya sedang diperbaiki”: satu awalan di- sudah cukup
Bahasa Inggris memerlukan bentuk pasif lengkap: “This needs to be fixed.”, “This document needs to be signed.”, “The car is being repaired right now.” Kalau to be atau being hilang, maknanya berubah atau kalimatnya salah: “This needs to fix” dan “The car is repairing” berarti bendanya sendiri yang melakukan tindakan.
“Saya tidak suka diganggu”, “Dia benci disuruh-suruh”: setelah “suka” atau “benci” langsung bentuk di-
Dalam bahasa Inggris dipakai gerund pasif: “I don't like being interrupted.” “He hates being told what to do.” Jangan memakai bentuk aktif: “I don't like to interrupt” berarti kamu tidak suka mengganggu orang lain.
💡 “Saya diberi…”, “Kami dikirimi…” → I was given…, We were sent… Jangan lupa be.
💡 “Perlu diperbaiki” → needs to be fixed, bukan needs to fix atau needs fixed.
💡 “Sedang di-…” → is being done; “tidak suka di-…” → don't like being done.
"Did you hear? I was offered the team lead position."
"That's amazing, congratulations! When were you told?"
"This morning. It still needs to be officially announced, though."
"Well, you deserve it."
Latihan 1 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence (passivizing the indirect object).
Latihan 2 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence (passive infinitive).
Latihan 3 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence (continuous passive: being + past participle).
Latihan 4 · Pilih kalimat yang paling wajar
Choose the more natural sentence.
Latihan 5 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence (passive with two objects).
Latihan 6 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 7 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 8 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 9 · Tulis ulang dengan orang sebagai subjek
Rewrite passivizing the indirect object: 'They gave her an award.'
Latihan 10 · Tulis ulang dengan infinitive pasif
Rewrite using a passive infinitive: 'This document needs someone to sign it.'
Latihan 11 · Kelompokkan: dua objek atau infinitive pasif
0 / 4 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: “dikirimi” diterjemahkan tanpa be
Indonesian: “Kami dikirimi undangan.” Which English passive sentence is correct?
Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
Choose the correct sentence.
Kalimat pasif untuk kabar: It is said that… / He is said to…
It is said that dan subject is said to: cara menyampaikan kabar tanpa menyebut sumbernya, padanan “dikatakan bahwa” dan “diduga” dalam berita.
Have / get something done (kalimat kausatif)
Have/get something done untuk jasa yang dikerjakan orang lain untukmu, dan mengapa “Kemarin saya potong rambut” bukan I cut my hair.
Kalimat pasif dengan get
Pasif dengan get: get + past participle sebagai pasif santai untuk kejadian mendadak, mirip “kena” dan “ke-…-an”, dan cara menerjemahkan “Saya kecurian HP”.
Kalimat pasif dalam semua tense
Kalimat pasif dalam semua tense: past participle tetap, hanya bentuk be yang berubah. Mengapa “sedang diperbaiki” menjadi is being repaired.