Memberi saran: should, if I were you, why don't you

B1 · MenengahKata kerja modal

Dengan should, if I were you, dan why don't you kamu memberi saran, membayangkan diri di posisi orang lain, atau mengusulkan sesuatu dengan sopan.

Yang akan kamu pelajari

  • Should + bentuk dasar: cara paling umum untuk memberi atau meminta saran, seperti “sebaiknya” atau “seharusnya”
  • If I were you, I would…: seperti “Kalau saya jadi kamu, …” atau “Kalau saya di posisimu, …”
  • Why don't you…? mengubah saran menjadi pertanyaan yang ramah (“Kenapa tidak…?”, “Bagaimana kalau…?”)
  • Dalam if I were you dipakai were untuk semua subjek, juga untuk I. Hafalkan sebagai satu ungkapan tetap

Memberi dan meminta saran

Dalam bahasa Inggris ada beberapa cara sehari-hari untuk memberi atau meminta saran. Should paling sering dipakai, tetapi if I were you dan why don't you sama wajarnya.

Should cukup dekat dengan “sebaiknya” atau “seharusnya”: “You should talk to your manager about it.” = “Sebaiknya kamu bicara dengan atasanmu soal itu.” Setelah should langsung bentuk dasar kata kerja, tanpa to dan tanpa -s. Hati-hati dengan “harus”: dalam bahasa Indonesia kita sering berkata “Kamu harus ke dokter” sebagai saran biasa, tetapi must dalam bahasa Inggris terdengar seperti perintah atau keharusan. Untuk saran, pakai should.

Bentuk negatifnya shouldn't (“sebaiknya jangan”), bukan “you not should”. Untuk meminta saran, should dipindah ke depan subjek: “Apa yang harus saya lakukan?” → “What should I do?”, bukan “What I should do?”. (Sedikit lebih formal: ought to, seperti dalam You ought to rest.)

"You should talk to your manager about it."
"What should I do?"

If I were you, I would…

Ungkapan ini memberi saran dengan membayangkan diri di posisi orang lain, persis seperti “Kalau saya jadi kamu, …” atau “Kalau saya di posisimu, …”. Jangan terjemahkan kata per kata: “jadi” di sini bukan become, dan “If I become you” atau “If I am you” salah.

Di sini dipakai were untuk semua subjek, juga untuk I. Ini bentuk khusus (subjunctive) untuk situasi yang dibayangkan. Bahasa Indonesia tidak punya bentuk seperti ini, jadi paling mudah dihafalkan sebagai satu ungkapan tetap: If I were you, I would… Dalam bahasa Inggris informal kadang terdengar “If I was you”, tetapi bentuk bakunya (dan jawaban yang benar dalam ujian) adalah were. Would hanya muncul di bagian kedua, tidak di bagian if.

"If I were you, I would apologize."
"If I were you, I would ask for help."

Why don't you…?

Why don't you…? menyampaikan saran sebagai pertanyaan yang lembut dan ramah. Ini usulan, bukan pertanyaan tentang alasan, mirip “Kenapa tidak minta refund saja?” atau “Bagaimana kalau kamu minta refund?”.

Bedanya, bahasa Inggris memerlukan kata kerja bantu do, dan urutannya tetap: Why + don't + you + bentuk dasar kata kerja (tanpa to, tanpa -ing). Jangan ikuti urutan “Kenapa kamu tidak…”: “Why you don't ask…?” salah.

"Why don't you ask for a refund?"
"Why don't you talk to her directly?"

Contoh bahasa Inggris sehari-hari

"You shouldn't ignore the warning signs."
"My advice would be to save some money each month."
"I think you should see a specialist."
"Why don't you take a break?"

Perhatikan

✗Can you give me an advice?
✓Can you give me some advice?

Dalam bahasa Indonesia ada “sebuah nasihat”, tetapi advice tidak dapat dihitung: some advice atau a piece of advice, tidak pernah an advice atau advices.

✗You look tired. You must go to the doctor.
✓You look tired. You should go to the doctor.

“Kamu harus ke dokter” di sini sebenarnya saran. Must terdengar seperti perintah; untuk saran pakai should.

✗If I become you, I will apologize.
✓If I were you, I would apologize.

Terjemahan kata per kata dari “Kalau saya jadi kamu, saya akan…”. Ungkapan bahasa Inggrisnya tetap: If I were you, I would…

✗If I was you, I would apologize.
✓If I were you, I would apologize.

Dalam ungkapan ini dipakai were untuk semua subjek, juga untuk I. If I was you terdengar dalam bahasa informal, tetapi bentuk bakunya were.

✗What I should do?
✓What should I do?

Dalam kalimat tanya, should berpindah ke depan subjek, berbeda dari “Apa yang harus saya lakukan?”.

✗Why you don't ask for a refund?
✓Why don't you ask for a refund?

Urutannya tidak mengikuti “Kenapa kamu tidak…”: don't langsung setelah why dan sebelum subjek. Setelahnya bentuk dasar, bukan asking.

Perbandingan dengan bahasamu

Kata “harus” dipakai untuk keharusan sekaligus saran: “Kamu harus istirahat”, “Kamu harus coba restoran itu”

Dalam bahasa Inggris keduanya dibedakan. Must menyatakan keharusan yang kuat dan bisa terdengar seperti perintah. Untuk saran, pakai should, yang lebih dekat dengan “sebaiknya”: “I think you should see a specialist.” Kalau kamu ragu, should hampir selalu pilihan yang aman untuk saran.

Kita berkata “Kalau saya jadi kamu, saya akan minta maaf”

Dalam bahasa Inggris ungkapannya tetap: “If I were you, I would apologize.” “Jadi” bukan become, dan bentuknya were, bukan am atau was, meskipun subjeknya I. “Akan” di bagian kedua menjadi would, bukan will.

“Nasihat” dan “saran” dapat dihitung: “sebuah nasihat”, “beberapa saran”, “banyak nasihat”

Advice adalah kata benda yang tidak dapat dihitung, seperti information atau furniture: “some advice”, “a lot of advice”, “a piece of advice”, tidak pernah “an advice” atau “advices”. Kalau ingin memakai a atau bentuk jamak, pakai suggestion: “a suggestion”, “two suggestions”.

“Apa yang harus saya lakukan?” dan “Kenapa kamu tidak minta refund?” mempertahankan urutan kalimat biasa

Dalam bahasa Inggris urutannya berubah: should atau don't pindah ke depan subjek. “What should I do?”, “Why don't you ask for a refund?”. Untuk kalimat negatif, not menempel pada should: “You shouldn't ignore the warning signs”, bukan “You not should ignore…”.

“Saran saya adalah menabung sedikit uang setiap bulan”

Setelah my advice would be atau my advice is, kata kerjanya memakai to: “My advice would be to save some money each month.” Tanpa to (“would be save”) salah.

💡 “Kalau saya jadi kamu” → If I were you, I would… Were untuk semua subjek, bukan become atau am.

💡 Untuk saran pakai should (“sebaiknya”), bukan must: You should see a doctor.

💡 Advice tidak dapat dihitung: some advice atau a piece of advice, tidak pernah an advice.

Situasi nyata: meminta saran dari teman

"I don't know whether to take the job or not. What should I do?"

"If I were you, I'd take it — it's a great opportunity."

"You think so? I'm still a little nervous."

"Why don't you sleep on it and decide tomorrow?"

Latihan

Latihan 1 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence — giving advice.

Latihan 2 · Pilih pertanyaan yang benar

Choose the correct sentence — asking for advice.

Latihan 3 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence — advice with 'if I were you.'

Latihan 4 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence — a suggestion phrased as advice.

Latihan 5 · Pilih bentuk negatif yang benar

Choose the correct negative.

Latihan 6 · Pilih jawaban yang benar

Which structure gives advice by imagining yourself in someone else's position?

Latihan 7 · Pilih kalimat yang lebih wajar

Choose the more natural sentence.

Latihan 8 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence.

Latihan 9 · Lengkapi kalimatnya

Complete: 'If I ___ (be) you, I would take the job.'

Latihan 10 · Lengkapi pertanyaannya

Complete (asking for advice): '___ (should) I tell her the truth?'

Latihan 11 · Kelompokkan

You should rest.
You shouldn't overwork.
If I were you, I'd rest.
If I were you, I wouldn't overwork.
Why don't you rest?
Why don't you take a break?

0 / 6 dikelompokkan

Latihan 12 · Kesalahan umum: “Kalau saya jadi kamu” diterjemahkan kata per kata

Indonesian: “Kalau saya jadi kamu, saya akan minta maaf.” Which English sentence is correct?

Kuis singkat

Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.

Pertanyaan 1 / 5

Skor: 0/0

Choose the correct sentence in standard English.

Yang sudah kamu pelajari

  • Should + bentuk dasar (tanpa to) adalah cara paling umum untuk memberi atau meminta saran: What should I do?
  • Untuk saran, pakai should, bukan must, walaupun dalam bahasa Indonesia kita sering berkata “harus”.
  • If I were you, I would… = “Kalau saya jadi kamu, …”, dengan were untuk semua subjek dan tanpa would di bagian if.
  • Why don't you + bentuk dasar? mengubah saran menjadi usulan yang ramah.
  • Advice tidak dapat dihitung: some advice, a piece of advice, tidak pernah an advice.
Lihat semua pelajaran di kategori ini