Should, ought to, dan had better sama-sama dipakai untuk memberi saran, tetapi masing-masing punya aturan dan tingkat urgensi sendiri.
Yang akan kamu pelajari
Should, ought to, dan had better sama-sama dipakai untuk memberi saran, tetapi posisinya berbeda pada sebuah skala: dari usul yang ramah sampai peringatan yang mendesak.
Kabar baiknya, should bekerja hampir sama dengan “sebaiknya” atau “seharusnya”: setelahnya langsung kata kerja, tanpa kata lain di antaranya. “Sebaiknya kita segera berangkat” → “We should leave soon.” Untuk versi yang lebih kuat, dalam bahasa Indonesia kita berkata “Lebih baik kamu telepon dokter sekarang”. Dalam bahasa Inggris itu adalah had better, yang hampir selalu disingkat menjadi 'd better.
Should dan ought to artinya hampir sama. Perbedaan tata bahasanya: should tidak pernah diikuti to, sedangkan ought dalam bahasa Inggris standar selalu diikuti to: “You ought to see a doctor.” Bentuk negatifnya “You oughtn't to be so hard on yourself.”, tanpa don't. (Dalam bahasa Inggris Amerika kadang terdengar oughtn't tanpa to dalam kalimat negatif, tetapi bentuk dengan to selalu benar.)
Hati-hati dengan kebiasaan menambahkan to. Karena kita belajar have to, want to, dan ought to, banyak pelajar menulis “You should to go”. Itu salah: should langsung diikuti bentuk dasar kata kerja. Dari ketiga bentuk ini, hanya ought yang memakai to.
Dalam percakapan sehari-hari, should jauh lebih sering dipakai. Ought to terdengar sedikit lebih formal, dan dalam kalimat tanya atau negatif sering terdengar kuno: “Ought we to…?” cenderung formal dan khas Inggris Britania. Kebanyakan orang cukup berkata “Should we…?” atau “Shouldn't you…?”.
Had better lebih kuat daripada should atau ought to. Biasanya dipakai untuk situasi tertentu dan menyiratkan bahwa sesuatu yang tidak menyenangkan akan terjadi kalau saran itu tidak diikuti, sering dengan or…: “You'd better finish this today, or you'll be in trouble.” Rasanya mirip “lebih baik kamu… kalau tidak…”. Untuk saran umum (“Sebaiknya kita minum banyak air”) pakai should, bukan had better.
Awas jebakannya: had tampak seperti bentuk lampau, tetapi had better tidak membicarakan masa lalu. Artinya “sekarang atau sebentar lagi, lebih baik kamu…”. Untuk mengkritik sesuatu yang sudah terjadi (“Seharusnya kamu lebih hati-hati”), pakai should have + past participle: “You should have been more careful.” Setelah had better langsung bentuk dasar kata kerja, tanpa to.
Bentuk negatifnya: not diletakkan tepat setelah better: “You'd better not forget your keys.” Jangan pakai wouldn't, karena di sini 'd berarti had, bukan would. (Dalam bahasa Inggris lisan yang santai, terutama di Amerika, 'd sering “hilang”: “You better…”. Namun dalam tulisan dan bahasa Inggris standar, bentuknya 'd better.)
Berbeda dengan should (dan “sebaiknya”), ought selalu perlu to sebelum bentuk dasar kata kerja.
Setelah had better langsung bentuk dasar kata kerja, tanpa to, walaupun have to dan want to membuatmu ingin menambahkannya.
“Sebaiknya kita berangkat” tidak memakai to. Should tidak pernah diikuti to: should + bentuk dasar kata kerja.
'd di sini berarti had, bukan would. Bentuk negatifnya dibuat dengan not tepat setelah better.
“Lebih baik kamu pergi sekarang” tidak diterjemahkan kata per kata. Better tidak menguatkan should: bentuk tetapnya had better.
Urutan “lebih baik kamu…” tidak bisa dipindahkan ke bahasa Inggris. Subjek di depan, lalu 'd better + kata kerja.
Dalam bahasa Indonesia kita memberi saran dengan “sebaiknya” atau “seharusnya” + kata kerja: “Sebaiknya kamu ke dokter”
Ini hampir sama persis dengan should: “You should see a doctor.” Tidak ada kata apa pun di antara should dan kata kerjanya, sama seperti “sebaiknya pergi”. Hanya ought yang berbeda dan selalu perlu to: “You ought to see a doctor.” Had better kembali memakai bentuk dasar tanpa to: “You'd better see a doctor.” Perhatikan juga bahwa kalimat bahasa Inggris tetap perlu subjek dan kata kerja: “Sebaiknya ke dokter” menjadi “You should see a doctor”, bukan “Should go to doctor”.
Kita menguatkan saran dengan “lebih baik”: “Lebih baik kamu pulang sekarang”
Kalau diterjemahkan kata per kata, muncul “Better you go home now” atau “You should better go home now”. Keduanya salah. Dalam bahasa Inggris, better tidak bisa dipakai sendirian sebagai penguat seperti itu. Ungkapan tetapnya adalah had better ('d better) + bentuk dasar kata kerja, dan subjeknya di depan: “You'd better go home now.” Had better adalah satu kesatuan, bukan should + better.
“Seharusnya kamu lebih hati-hati.”: kata yang sama dipakai untuk saran sekarang dan untuk penyesalan tentang masa lalu
Bahasa Indonesia tidak mengubah kata kerja menurut waktu, jadi “seharusnya” bisa berarti saran untuk sekarang maupun kritik tentang sesuatu yang sudah terjadi. Bahasa Inggris membedakannya: untuk sekarang atau nanti “You should be more careful.”, tetapi untuk masa lalu “You should have been more careful.” Had better tidak pernah dipakai untuk masa lalu, meskipun ada had di dalamnya: “You'd better hurry” artinya “Lebih baik kamu cepat-cepat (sekarang)”.
“Kamu harus coba restoran ini!”: kata “harus” sering dipakai untuk saran yang ramah
“Harus” biasanya diterjemahkan menjadi must atau have to, yang menyatakan kewajiban. Untuk saran biasa, bahasa Inggris memakai should: “You should see a doctor.” Untuk rekomendasi yang antusias, penutur asli memang juga berkata “You must try this restaurant!”, tetapi untuk nasihat sehari-hari should terdengar lebih wajar dan sopan.
💡 Should dan had better: bentuk dasar kata kerja tanpa to. Ought: selalu dengan to.
💡 “Sebaiknya kamu pergi” adalah You should go, bukan You should to go.
💡 “Lebih baik kamu pergi” adalah You'd better go, bukan Better you go atau You should better go.
💡 Had better tampak lampau, tetapi artinya “sekarang atau sebentar lagi”. Untuk masa lalu pakai should have + past participle.
💡 Bentuk negatif: oughtn't to… dan 'd better not…; jangan don't ought atau wouldn't better.
"We should leave soon, the traffic will be bad."
"You're right. You'd better grab your coat too, it's cold out."
"Good call. Should we call ahead and let them know?"
"Probably — better safe than sorry."
Latihan 1 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 2 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 3 · Pilih bentuk negatif yang benar
Choose the correct negative with ought to.
Latihan 4 · Pilih peringatan yang paling kuat
Choose the sentence that warns most strongly of a bad consequence if ignored.
Latihan 5 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 6 · Pilih jawaban yang benar
Which form looks like a past tense but is not actually about the past?
Latihan 7 · Pilih bentuk negatif yang benar
Choose the correct negative with had better.
Latihan 8 · Pilih pertanyaan yang benar
Choose the standard (British) question form with ought to.
Latihan 9 · Lengkapi kalimatnya
Complete: 'You ___ (had better) hurry, or we'll miss the flight.'
Latihan 10 · Lengkapi kalimatnya
Complete: 'You ___ (ought/apologize) to her.'
Latihan 11 · Kelompokkan: saran atau peringatan
0 / 6 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: “lebih baik kamu…” diterjemahkan kata per kata
Indonesian: “Lebih baik kamu pulang sekarang.” Which English sentence is correct?
Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
Choose the correct sentence.
Memberi saran: should, if I were you, why don't you
Pelajari cara paling berguna untuk memberi dan meminta saran dalam bahasa Inggris: should, if I were you, dan why don't you, tanpa terdengar memerintah.
Need, needn't, dan don't need to
Kenali dua “wajah” need dalam tata bahasa Inggris – sebagai kata kerja modal (needn't) dan kata kerja biasa (don't need to) – serta needn't have.
Must atau have to?
Must atau have to: must tidak pernah berubah bentuk, jadi have to dipakai untuk masa lalu, masa depan, dan kalimat tanya dengan do. Ini perbedaan utamanya.
Kata kerja modal untuk kemungkinan
Belajar menyatakan kemungkinan dalam bahasa Inggris dengan may, might, dan could – untuk sekarang, nanti, dan masa lalu – serta beda maybe dan may be.