I think you're right. I'm gonna call you. And then we left. Tata bahasa santai dalam obrolan sehari-hari.
Yang akan kamu pelajari
Bahasa Inggris lisan yang informal punya jalan pintasnya sendiri, berbeda dari bahasa Inggris tulis yang rapi. Ini bukan “kesalahan”: dalam percakapan yang penting kecepatan dan kenyamanan, bukan ketepatan formal. Kamu mengenalnya dari bahasa Indonesia: dengan teman kamu bertanya “Udah makan?” atau “Gimana kabarnya?”, tetapi tidak menulisnya dalam surat lamaran kerja.
Kalau kamu mengenali bentuk-bentuk ini, kamu akan jauh lebih mudah memahami penutur asli dan terdengar lebih natural dalam obrolan santai, asalkan tahu kapan bentuk lengkap diperlukan. Perlu diingat: bahasa Inggris tidak punya pasangan “saya/aku” atau “Anda/kamu”. Keformalan terlihat dari bentuk lengkap dan pilihan kata, jadi “wanna” dalam email formal langsung mencolok.
Setelah think, believe, hope, say, dan know, “that” yang mengantar anak kalimat sangat sering dihilangkan dalam percakapan, dan maknanya tetap jelas.
Di sini bahasa Indonesia justru membantu: “bahwa” juga biasanya hilang dalam bahasa lisan (“Saya rasa kamu benar”, bukan “Saya rasa bahwa kamu benar”). Dalam bahasa Inggris kedua versi benar, dan tanpa that terdengar lebih natural dalam percakapan. Tidak ada yang lain yang berubah: urutan kata tetap, dan tidak perlu koma.
Sekelompok kecil gabungan kata kerja yang sangat sering dipakai diucapkan seperti satu kata yang diringkas, dan dalam tulisan santai, misalnya pesan chat, sering juga ditulis begitu: gonna, wanna, gotta, hafta, dunno, kinda, sorta. Mirip dengan “udah” untuk “sudah” atau “gimana” untuk “bagaimana” dalam bahasa Indonesia sehari-hari.
Yang penting: setiap bentuk ringkas menggantikan tepat satu bentuk lengkap. Hati-hati dengan “mau”, yang dalam bahasa Indonesia bisa berarti “ingin” dan juga “akan / hampir”. Kalau artinya ingin, pakai wanna (“Mau ikut?” → “Do you wanna come?”). Kalau artinya sesuatu akan terjadi, pakai gonna: “Mau hujan” → “It's gonna rain”, bukan “It wants to rain”. Gonna hanya untuk going to + kata kerja; dengan tempat, going to tidak diringkas: “I'm going to the station”. Wanna menggantikan want to, bukan wants to: “She wants to come”, bukan “She wanna come”.
Di sekolah kita belajar bahwa dalam tulisan baku “tetapi” dan “dan” tidak membuka kalimat (pakai “Namun,” atau “Selain itu,”). Bahasa Inggris punya aturan sekolah lama yang mirip, tetapi dalam percakapan memulai kalimat dengan kata hubung sangat normal, dan sering juga dalam tulisan santai atau cerita. Hanya dalam tulisan yang sangat formal hal ini dihindari. “Terus kami pulang”, “Tapi saya tetap merasa kita harus pergi”, “Jadi, terus gimana?” juga wajar dalam bahasa Inggris.
Bentuk ringkas seperti “wanna” dan “gonna” cocok untuk percakapan dan chat, tetapi dalam tulisan formal (surat, lamaran kerja, laporan) terdengar tidak profesional, seperti menulis “gimana” dalam surat resmi.
Jangan samakan “informal” dengan “salah”: struktur ini milik ragam santai, bukan kesalahan yang harus selalu dihindari.
Terjemahan dari “Mau hujan”. Di sini “mau” berarti “akan”, bukan “ingin”, jadi pakai going to / gonna.
Wanna hanya menggantikan want to. Dengan he, she, atau it kata kerjanya wants, dan wants to tidak diringkas menjadi wanna.
“Aku mau ke stasiun”: kalau setelahnya tempat, going to tidak diringkas. Gonna hanya untuk going to + kata kerja (I'm gonna call you).
Terjemahan dari “Udah makan?”. Versi santainya “You eaten yet?” atau “Eaten yet?”: yang hilang kata kerja bantunya, tetapi bentuk eaten tetap.
“Mau” punya dua arti: “ingin” (Aku mau kopi) dan “akan / hampir” (Mau hujan, Aku mau berangkat)
Bahasa Inggris memisahkan keduanya. Keinginan: want to → wanna (“I wanna get a coffee.”). Sesuatu yang akan terjadi atau rencana: going to → gonna (“It's gonna rain.”, “I'm gonna leave in five minutes.”). “It wants to rain” terdengar seolah-olah hujannya punya keinginan. Satu lagi: kalau setelah “mau ke…” ada tempat, bahasa Inggris memakai going to tanpa ringkasan: “I'm going to the station.”
Dalam bahasa Indonesia lisan, “bahwa” hampir selalu hilang: “Saya rasa kamu benar”, “Dia bilang dia akan telepon”
Ini kabar baik: bahasa Inggris lisan melakukan hal yang sama dengan that: “I think you're right”, “She said she'd call”. Memakai that juga tidak salah; hanya terdengar sedikit lebih rapi atau formal.
Bahasa Indonesia santai bebas menghilangkan subjek dan memakai “udah” untuk bertanya: “Udah makan?”, “Lagi di mana?”
Bahasa Inggris informal juga memotong, tetapi dengan cara lain: yang hilang adalah kata di awal kalimat, biasanya kata kerja bantu, atau subjek bersama kata kerja bantunya (“You okay?” untuk “Are you okay?”, “Gonna be late” untuk “I'm gonna be late”, “Eaten yet?” untuk “Have you eaten yet?”). Bentuk kata kerjanya tetap: “Already eat?” bukan versi santai dari “Have you eaten yet?”, melainkan kalimat yang salah.
💡 “Mau” = ingin → wanna; “mau” = akan → gonna (It's gonna rain).
💡 “Mau + kata kerja” → gonna; “mau ke + tempat” → going to, tanpa ringkasan.
💡 Gonna, wanna, dan gotta hanya untuk obrolan dan chat; dalam email formal selalu bentuk lengkap.
"gonna be late, stuck in traffic!"
"no worries, see you when you get here"
(kemudian, lewat email) "Dear Professor Lee, I am writing to let you know that I will be a few minutes late to class due to traffic."
"Good call switching it up for the email — that would've looked pretty casual for a professor."
Latihan 1 · Pilih deskripsi yang benar
'I think (that) you're right.' Dropping 'that' here is...
Latihan 2 · Pilih bentuk ringkasnya
Which is the informal spoken reduction of 'going to'?
Latihan 3 · Pilih bentuk ringkasnya
Which is the informal spoken reduction of 'want to'?
Latihan 4 · Pilih bentuk ringkasnya
Which is the informal spoken reduction of 'got to' (meaning 'must')?
Latihan 5 · Pilih deskripsi yang benar
'And then we just left.' Starting a sentence with 'And' here is...
Latihan 6 · Pilih kalimat informal yang tepat
Which sentence uses an informal reduced form appropriately for casual speech?
Latihan 7 · Kalimat mana yang kamu hindari dalam tulisan formal?
Which sentence would you avoid in a formal job application email?
Latihan 8 · Kata mana yang dihilangkan?
'She said (that) she'd call.' Which word is naturally dropped in casual speech?
Latihan 9 · Tulis bentuk ringkasnya
Give the informal spoken reduction of 'have to' (meaning 'must').
Latihan 10 · Tulis ulang kalimatnya dengan gaya informal
Rewrite informally, dropping 'that': 'I believe that she's right.'
Latihan 11 · Kelompokkan
0 / 8 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: “mau” sebagai want
Indonesian: “Kayaknya mau hujan.” Which informal English sentence is correct?
Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
'I dunno' is the informal reduction of...
Kalimat tanya dalam bahasa Inggris lisan
Kalimat tanya dalam percakapan santai: susunan kalimat berita dengan intonasi naik, echo question, dan right? sebagai padanan “…, kan?”.
Bentuk pendek dan elipsis dalam bahasa Inggris lisan
Elipsis dalam bahasa Inggris lisan: menghilangkan subjek atau kata kerja bantu di awal kalimat (Got it!, Want some?, Been waiting long?) saat mengobrol.
Reaksi dan jawaban singkat dalam percakapan
Jawaban singkat untuk mengobrol dalam bahasa Inggris: No way!, Fair enough, Me neither, I bet, dan cara mengatakan “saya juga tidak”, “sama-sama”, “serius?”.
Pola bahasa Inggris lisan
Ciri bahasa Inggris lisan spontan: kalimat yang ditinggalkan (false starts), koreksi diri (repair), dan pengulangan – hal biasa bagi penutur yang fasih.