Drive careful atau drive carefully, I feel bad atau I feel badly: akhiran kecil yang langsung terlihat dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Indonesia, kata “hati-hati” dan “bagus” tidak berubah bentuk.
Yang akan kamu pelajari
Kata sifat dan kata keterangan sama-sama menjelaskan sesuatu, tetapi bagian kalimat yang berbeda. Kata sifat menjelaskan kata benda (a careful driver). Kata keterangan menjelaskan BAGAIMANA sebuah tindakan terjadi (drive carefully). Tertukar di antara keduanya adalah salah satu kesalahan yang paling sering, bahkan di level yang cukup tinggi.
Dalam bahasa Indonesia, kata yang sama dipakai untuk keduanya: “pengemudi yang hati-hati” dan “menyetir dengan hati-hati”, “penyanyi yang bagus” dan “menyanyi dengan bagus”. Paling-paling kita menambahkan “dengan”, dan dalam percakapan sering tanpa “dengan” sama sekali (“Bicaranya pelan-pelan, ya”). Dalam bahasa Inggris kata itu sendiri berubah: careful → carefully. Karena itu -ly mudah sekali terlupa.
Kalau kamu menjelaskan BAGAIMANA sesuatu dilakukan, hampir selalu kamu perlu kata keterangan dengan -ly, bukan kata sifat saja.
Dalam bahasa Indonesia, kalimat seperti “Dia bicara cepat”, “Hati-hati menyetirnya”, “Dia menyanyi dengan indah”, atau “Dia lancar berbahasa Inggris” memakai kata yang sama dengan kata sifatnya. Dalam bahasa Inggris bentuk standarnya kata keterangan dengan -ly: “Drive carefully.”, “She sings beautifully.”, “He speaks English fluently.”, “She learns things quickly.” Jangan terjemahkan “dengan” menjadi with: “She sings with beautiful” salah; cukup satu kata, beautifully.
Tetapi jangan pakai -ly untuk semua kata: beberapa kata keterangan yang sering dipakai tidak memakai -ly, misalnya fast, hard, late, dan early (“He drives fast.”, “She works hard.”). Fastly tidak ada. Hardly juga bukan “dengan keras”, melainkan “hampir tidak”.
Linking verb seperti be, feel, look, seem, taste, smell, dan sound menghubungkan subjek dengan keterangan tentang subjek itu sendiri, bukan tentang sebuah tindakan. Karena itu setelahnya dipakai kata sifat, bukan kata keterangan.
Bahasa Indonesia sebenarnya mirip: “Dia kelihatan senang”, “Saya merasa sedih”, “Supnya enak”, “Susunya bau” – semuanya memakai kata sifat. Masalahnya muncul setelah kamu belajar -ly: banyak pelajar lalu menambahkan -ly di mana-mana dan menulis “She looked happily”, “I feel badly”, atau “This soup tastes well”. Yang benar: “She looked happy.”, “I feel bad about it.”, “This soup tastes good.”, “The milk smells bad.” Jangan lupa kata kerjanya juga: “Supnya enak” bukan “The soup delicious”, tetapi “The soup is delicious” atau “The soup tastes good”. Hanya kalau look adalah tindakan (“melihat dengan teliti”), dipakai kata keterangan: “Look carefully.”
Good adalah kata sifat: menjelaskan kata benda. Well biasanya kata keterangan dan menjelaskan bagaimana sesuatu dilakukan. Well juga bisa menjadi kata sifat yang berarti “sehat”.
Dalam bahasa Indonesia, “bagus” dan “baik” dipakai untuk keduanya: “gitaris yang bagus” dan “main gitarnya bagus”, “ujian yang baik” dan “mengerjakan ujian dengan baik”. Dalam bahasa Inggris harus dipilih: “He plays the guitar well”, “He did really well on the test”, tetapi “It was a good test”. Pengecualiannya linking verb di bagian sebelumnya: “rasanya enak” adalah tastes good. Dan “Saya baik-baik saja” adalah “I'm fine”, “I'm well”, atau dalam gaya santai “I'm good”.
Dalam bahasa Indonesia “hati-hati” tidak berubah bentuk; dalam bahasa Inggris kata kerja drive perlu kata keterangan dengan -ly.
“Nyanyinya indah” – di sini kamu menjelaskan BAGAIMANA dia bernyanyi, jadi perlu kata keterangan beautifully.
“Dengan lancar” tidak diterjemahkan kata per kata. Satu kata keterangan dengan -ly sudah cukup: fluently.
Taste adalah linking verb, jadi setelahnya kata sifat good, persis seperti “rasanya enak” dalam bahasa Indonesia.
Di sini feel menjelaskan perasaanmu, bukan tindakan, jadi pakai kata sifat, sama seperti “saya merasa tidak enak”. (“I feel badly” terdengar dalam bahasa Inggris Amerika informal, tetapi “I feel bad” adalah bentuk standar yang aman.)
Ini menjelaskan bagaimana hasil ujiannya (“dia mengerjakannya dengan baik”): kata keterangan well, bukan kata sifat good.
Really (benar-benar, sangat) adalah kata keterangan yang menguatkan interesting. Real adalah kata sifat (“asli”: a real diamond). “Real interesting” terdengar dalam bahasa Inggris Amerika informal, tetapi bukan bentuk standar.
“Kerja keras” = work hard; hard sudah merupakan kata keterangan. Hardly bukan “dengan keras”, melainkan “hampir tidak”: “He hardly works” berarti “Dia hampir tidak bekerja”.
Dalam bahasa Indonesia kata yang sama menjelaskan benda dan tindakan: “pengemudi yang hati-hati” / “menyetir dengan hati-hati”, “bicara cepat”, “lancar berbahasa Inggris”
Dalam bahasa Inggris, untuk mengatakan bagaimana sesuatu dilakukan, biasanya kamu perlu kata keterangan dengan -ly: “Please speak slowly.”, “Drive carefully.”, “He speaks English fluently.” Anggap -ly sebagai pengganti “dengan” dalam “dengan hati-hati”, “dengan lancar”, “dengan pelan”. “Drive careful” atau “speak slow” memang terdengar dalam bahasa Inggris informal, terutama Amerika, tetapi bukan bentuk standar.
“Bagus” dan “baik” dipakai untuk benda maupun tindakan: “gitaris yang bagus”, “main gitarnya bagus”, “mengerjakan dengan baik”
Bahasa Inggris memisahkan keduanya: good adalah kata sifat, well adalah kata keterangan. “He plays the guitar good” salah; yang benar “He plays the guitar well”. Dalam bahasa Inggris Amerika informal terdengar “He did good”, tetapi dalam bahasa Inggris standar dan dalam ujian yang benar adalah “He did well”.
Bahasa Indonesia memakai kata sifat setelah “kelihatan”, “merasa”, dan “rasanya”: “Dia kelihatan senang”, “Saya merasa tidak enak”, “Rasanya enak”
Bahasa Inggris juga memakai kata sifat setelah look, feel, taste, smell, sound, dan seem, karena kata itu menjelaskan subjeknya: “She looked happy.”, “I feel bad about it.”, “This soup tastes good.” Jadi di sini ikuti intuisi bahasa Indonesiamu dan jangan menambahkan -ly: “looked happily”, “smells badly”, dan “tastes well” salah. (“I feel badly” kadang terdengar dalam bahasa Inggris Amerika informal, tetapi sebaiknya dihindari.)
💡 Apakah kata itu menjelaskan BAGAIMANA seseorang melakukan sesuatu? Pakai kata keterangan, biasanya dengan -ly, walaupun dalam bahasa Indonesia katanya tidak berubah.
💡 Setelah be, feel, look, seem, taste, smell, dan sound pakai kata sifat: tastes good, smells bad, feel bad, looked happy.
💡 “Bagus” untuk benda → good; “dengan baik/bagus” untuk tindakan → well.
"How did it go?"
"I think it went really well — the audience seemed genuinely interested."
"That's great! You spoke really clearly, too."
"Thanks — I was a bit nervous, but I tried to stay calm."
Latihan 1 · Pilih kalimat yang benar
Which is correct?
Latihan 2 · Pilih kalimat yang benar
Which is correct?
Latihan 3 · Pilih kalimat yang benar
Which is correct?
Latihan 4 · Pilih kalimat yang benar
Which is correct?
Latihan 5 · Pilih kalimat yang benar
Which is correct?
Latihan 6 · Pilih kalimat yang benar
Which is correct?
Latihan 7 · Pilih kalimat yang benar
Which is correct?
Latihan 8 · Pilih kalimat yang benar
Which is correct?
Latihan 9 · Perbaiki kesalahannya
Correct the mistake: He plays the guitar good.
Latihan 10 · Perbaiki kesalahannya
Correct the mistake: She is a quick learner and learns things quick.
Latihan 11 · Kesalahan umum: “bagus” selalu menjadi good
Indonesian: “Dia main gitar dengan bagus sekali.” Which English sentence is correct?
Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
Which is correct?
Kesalahan umum dengan kata kerja
Kesalahan kata kerja dalam bahasa Inggris: be yang berlebihan, -s yang terlupa, waktu ditandai dua kali, dan jebakan seperti “saya setuju” dan make/do.
Kesalahan kesesuaian subjek dan kata kerja
Jebakan kesesuaian subjek dan kata kerja: -s untuk he/she/it, kata benda yang menyesatkan, everyone bukan “semua orang”, serta people, police, dan news.
Kesalahan umum dengan artikel
Kesalahan artikel yang sering dibuat penutur bahasa Indonesia: a/an hilang sebelum profesi, the berlebihan dalam kalimat umum, serta nama negara dan sekolah.
Kesalahan umum dengan preposisi
Preposisi yang sering salah dipakai penutur bahasa Indonesia: married to (bukan with), depend on, listen to, arrive at, discuss tanpa about, dan good at.