Menambahkan -s, -ed, dan -ing

A1 · PemulaAturan ejaan

Play → playing, stop → stopped, study → studied: perubahan ejaan kecil agar pelafalan kata tetap bisa ditebak.

Yang akan kamu pelajari

  • Sebagian besar kata cukup ditambah -s, -ed, atau -ing: play → plays, played, playing
  • Kata yang berakhir dengan satu vokal + satu konsonan sering menggandakan konsonan terakhirnya sebelum -ed/-ing: stop → stopped, stopping
  • Kata yang berakhir dengan -e yang tidak dibaca biasanya kehilangan -e itu sebelum -ing (dan sebelum -ed): make → making, hope → hoped
  • Kata yang berakhir dengan konsonan + y mengubah y menjadi i sebelum -s dan -ed (tetapi tidak sebelum -ing): study → studies, studied, tetapi studying

Mengapa ejaannya berubah

Perubahan ini tidak asal-asalan: tujuannya agar kata tetap dibaca dengan cara yang bisa ditebak setelah diberi akhiran. Dalam bahasa Inggris, satu konsonan di antara dua vokal biasanya menandakan bahwa vokal pertama “panjang” (hope, hoping), sedangkan konsonan ganda menandakan bahwa vokalnya “pendek” (hop, hopping).

Ini hal baru bagimu, karena bahasa Indonesia tidak bekerja seperti itu. Vokal kita tidak punya bunyi panjang dan pendek, dan akhiran cukup ditempelkan tanpa mengubah ujung kata dasar: main → mainan, baca → bacaan, tulis → tulisan. Perubahan bunyi dalam bahasa Indonesia justru terjadi di depan, pada awalan (tulis → menulis, pukul → memukul). Karena itu mudah sekali menulis “stoped” atau “runing”. Anggap konsonan ganda sebagai tanda cara membaca: tanpa konsonan ganda, hopping akan terbaca seperti hoping, yang berasal dari hope.

"hop → hopping (vokalnya tetap pendek)"
"hope → hoping (vokalnya tetap panjang)"

Tiga perubahan yang sering muncul, satu tujuan

Menggandakan konsonan terakhir, menghapus -e yang tidak dibaca, dan mengubah y menjadi i adalah tiga perubahan yang paling sering terjadi saat menambahkan -s, -ed, atau -ing. Masing-masing punya pelajaran tersendiri dengan penjelasan lengkap.

Hati-hati dengan -e: dalam bahasa Indonesia setiap e dibaca (sate, kafe, tempe), tetapi e di akhir make atau hope tidak dibaca. Huruf itu hanya menandakan bahwa vokal sebelumnya “panjang”. Karena -ing sudah diawali vokal dan melakukan tugas yang sama, e itu hilang: making, hoping (begitu juga dance → dancing). Lalu y: dalam bahasa Indonesia y hanya dipakai sebagai konsonan (saya, ya), jadi aturan ini benar-benar baru. Dalam bahasa Inggris konsonan + y berubah menjadi -ies atau -ied: studies, studied, carried, parties.

Untuk -s, bahasa Indonesia tidak punya padanannya sama sekali: kita tidak menandai jamak dengan akhiran (“dua kotak”), dan kata kerja tidak berubah menurut subjek (“dia menonton”). Jadi pertama-tama, jangan lupa -s-nya. Kedua, setelah s, x, z, sh, dan ch tambahkan -es, karena di situ akhirannya terdengar sebagai suku kata sendiri: box → boxes, watch → watches, church → churches. Beberapa kata berakhiran -o juga mendapat -es (goes, potatoes). Selebihnya cukup -s saja: cats, books.

"konsonan digandakan: stop → stopped, run → running"
"-e dihapus: make → making, hope → hoped"
"y berubah menjadi i: study → studied, carry → carried"

Contoh bahasa Inggris sehari-hari

"She's studying for her exam and hoping to finish early."
"They stopped the car and started running toward the house."
"He watches the news every evening before dinner."
"We carried the boxes upstairs and closed the door behind us."

Perhatikan

✗I'm siting in the garden.
✓I'm sitting in the garden.

Sit menggandakan t sebelum -ing agar vokalnya tetap pendek. Siting akan terlihat seperti bentuk dari site.

✗She is makeing dinner.
✓She is making dinner.

E di akhir make tidak dibaca dan dihapus sebelum -ing, berbeda dengan huruf e dalam bahasa Indonesia, yang selalu dibaca.

✗I studyed all night.
✓I studied all night.

Konsonan + y berubah menjadi i sebelum -ed: studied.

✗The bus stoped at the corner.
✓The bus stopped at the corner.

Stop berakhir dengan satu vokal + satu konsonan, jadi p digandakan sebelum -ed: stopped.

✗He watchs the news every evening.
✓He watches the news every evening.

Setelah ch (juga s, x, z, sh) akhirannya -es, bukan -s saja. Dan ingat: -s ini wajib dengan he/she/it, walaupun “dia menonton” tidak berubah.

Perbandingan dengan bahasamu

Dalam bahasa Indonesia akhiran ditempelkan begitu saja (main → mainan, baca → bacaan), dan konsonan tidak pernah digandakan untuk menandai vokal pendek

Karena itu penggandaan konsonan dalam bahasa Inggris terasa seperti aturan acak, padahal fungsinya jelas: menjaga bunyi vokal yang pendek. Stop → stopped, run → running, sit → sitting. Tanpa konsonan ganda, siting akan terlihat seperti bentuk dari site, dan hoping (dari hope) tertukar dengan hopping (dari hop). Konsonan ganda adalah petunjuk cara membaca, bukan hiasan.

Dalam bahasa Indonesia setiap huruf e dibaca: sate, kafe, tempe, lele

Dalam bahasa Inggris, e di akhir make, hope, atau write tidak dibaca. Huruf itu hanya menandakan bahwa vokal sebelumnya “panjang”. Sebelum -ing, yang sudah diawali vokal, e itu tidak diperlukan dan dihapus: making, hoping, writing. Kalau tetap kamu tulis karena kebiasaan, hasilnya makeing atau hopeing, dan itu salah.

Dalam bahasa Indonesia y hanya berfungsi sebagai konsonan (saya, ya, kaya) dan tidak pernah berubah saat diberi akhiran

Dalam bahasa Inggris y di akhir kata sering berbunyi vokal, dan konsonan + y berubah menjadi i sebelum -s dan -ed: study → studies, studied; carry → carried; party → parties. Ada dua pengecualian yang mudah: sebelum -ing y tetap (studying, carrying), dan kalau sebelum y ada vokal, y juga tidak berubah (play → played, plays).

💡 Konsonan ganda menjaga agar vokal yang pendek tetap pendek: stop → stopped, run → running.

💡 E di akhir make atau hope tidak dibaca dan dihapus sebelum -ing: making, hoping.

💡 Konsonan + y menjadi -ies / -ied (studies, studied), tetapi y tidak berubah sebelum -ing (studying).

Situasi nyata: menceritakan hari yang sibuk

"What have you been doing all day?"

"I've been studying, then I stopped for lunch, and now I'm planning tomorrow's schedule."

"Sounds productive! Are you still hoping to finish by Friday?"

"Yes, I'm trying my best — I've already carried most of the work forward."

Latihan

Latihan 1 · Pilih ejaan yang benar

Choose the correct -ing form: play → ___

Latihan 2 · Pilih ejaan yang benar

Choose the correct -ed form: play → ___

Latihan 3 · Pilih ejaan yang benar

Choose the correct -ing form: make → ___

Latihan 4 · Pilih ejaan yang benar

Choose the correct -ed form: stop → ___

Latihan 5 · Pilih ejaan yang benar

Choose the correct -ed form: study → ___

Latihan 6 · Pilih ejaan yang benar

Choose the correct -s form (plural): box → ___

Latihan 7 · Pilih jawaban yang benar

Which spelling change happens because a word like 'hop' has a short vowel sound to protect?

Latihan 8 · Pilih ejaan yang benar

Choose the correct -s form (3rd person singular): watch → she ___

Latihan 9 · Tambahkan akhiran dengan benar

Add -ing correctly: run → ___

Latihan 10 · Tambahkan akhiran dengan benar

Add -ed correctly: carry → ___

Latihan 11 · Kelompokkan: konsonan ganda atau -e dihapus

getting
making
stopped
hoping
running
danced
sitting
closed

0 / 8 dikelompokkan

Latihan 12 · Kesalahan umum: -e yang tidak dibaca tetap ditulis

Indonesian: “Saya sedang membuat makan malam.” Which English sentence is spelled correctly?

Kuis singkat

Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.

Pertanyaan 1 / 5

Skor: 0/0

Choose the correct -ing form: write → ___

Yang sudah kamu pelajari

  • Perubahan ejaan saat menambahkan -s, -ed, atau -ing bertujuan agar pelafalan kata tetap bisa ditebak.
  • Tiga perubahan utama: menggandakan konsonan, menghapus -e yang tidak dibaca, dan mengubah y menjadi i. Masing-masing punya pelajaran tersendiri.
  • Berbeda dengan akhiran bahasa Indonesia, akhiran bahasa Inggris sering mengubah ujung kata: stop → stopped, make → making, study → studied.
  • Setelah s, x, z, sh, dan ch tambahkan -es: boxes, watches, churches.
  • Sebagian besar kata mendapat akhiran tanpa perubahan apa pun: play → played, playing.
Lihat semua pelajaran di kategori ini