Study → studied, play → played, die → dying: yang menentukan adalah huruf sebelum y, ditambah aturan untuk menghindari dua i berturut-turut. Dan ingat: bentuk jamak city bukan “citys”.
Yang akan kamu pelajari
Yang menentukan adalah huruf tepat sebelum y di akhir kata. Kalau hurufnya konsonan, y biasanya berubah menjadi i sebelum akhiran seperti -ed, -es (jamak dan he/she/it), -er, dan -est: study → studied, studies; happy → happier; easy → easiest; city → cities. Kalau hurufnya vokal (a, e, o, u), y hampir selalu tetap: play → played, plays; enjoy → enjoyed; stay → stayed; boy → boys.
Dua jebakan bagi penutur bahasa Indonesia. Pertama, bahasa Indonesia tidak punya akhiran jamak (“dua kota”, “kota-kota”), jadi bentuk jamak bahasa Inggris mudah terlupa, dan kalau ingat pun, kita cenderung hanya menambahkan -s: “citys”. Padahal yang benar cities, babies, parties, stories. Kedua, dalam bahasa Indonesia y hanya dipakai sebagai konsonan (saya, ya), dan bunyi vokal di akhir kata serapan ditulis dengan i: hobby → hobi, energy → energi, technology → teknologi. Dalam bahasa Inggris y itu tetap y di akhir kata, dan baru berubah menjadi i ketika ada akhiran: hobby → hobbies.
Beberapa pengecualian umum dengan vokal + y: say → said, pay → paid, lay → laid, dan day → daily.
Walaupun dalam kasus lain y berubah menjadi i, sebelum -ing y tetap ditulis y. Alasannya: ejaan bahasa Inggris menghindari dua i berturut-turut. Ini berbeda dengan bahasa Indonesia, yang biasa menulis ii (diisi, diikuti).
Jadi: studied, tetapi studying; carried, tetapi carrying; tried, tetapi trying. (ii hanya muncul pada beberapa kata yang memang sudah berakhiran i, seperti ski → skiing, dan itu tidak ada hubungannya dengan y.)
Ada sekelompok kecil kata yang sering dipakai dan berakhiran -ie: die (meninggal, mati), lie (berbohong; juga berbaring), tie (mengikat). Sebelum -ing, e yang tidak dibaca dihapus, dan i akan bertemu dengan i dari -ing, jadi ie berubah menjadi y: dying, lying, tying. Dengan -ed, cukup tambahkan -d: died, lied (berbohong), tied. (Catatan: lie dalam arti “berbaring” punya bentuk lampau lay, tetapi bentuk -ing-nya juga lying.)
Perhatikan juga pelafalannya: die, lie, dan tie hanya punya satu suku kata, dengan bunyi “ai” seperti dalam “pantai”, bukan “di-e”. “Dieing” tidak ada; dyeing adalah kata lain (dye = mewarnai kain atau rambut).
Sebelum -ing y tidak pernah berubah menjadi i, bahkan setelah konsonan, karena bahasa Inggris menghindari ii. Jadi: studied, tetapi studying.
Enjoy berakhiran vokal + y, jadi y tetap sebelum -ed. “Enjoied” keliru menerapkan aturan untuk konsonan + y.
City berakhiran konsonan + y, jadi y berubah menjadi i lalu ditambah -es: cities. Tidak cukup hanya menambahkan -s. Begitu juga babies, parties, stories.
Pada die, lie, dan tie, ie berubah menjadi y sebelum -ing: dying, lying, tying. “Dieing” tidak ada.
Bahasa Indonesia tidak punya akhiran jamak: “tiga kota”, “kota-kota besar”
Karena itu, bentuk jamak bahasa Inggris sering terlupa (“three city”), atau dibuat dengan menambahkan -s saja: “citys”, “babys”, “familys”. Dalam bahasa Inggris, konsonan + y berubah menjadi -ies: cities, babies, families, parties, stories. Aturan yang sama berlaku untuk kata kerja dengan he/she/it: she studies, he tries, it carries.
Dalam bahasa Indonesia y hanya konsonan, dan bunyi vokal di akhir kata serapan ditulis dengan i: hobi, energi, teknologi, lobi
Bahasa Inggris menulis bunyi yang sama dengan y di akhir kata: hobby, energy, technology, lobby. Y itu baru berubah menjadi i kalau ada akhiran dan sebelumnya ada konsonan: hobbies, technologies. Kalau sebelumnya vokal, y tetap dan cukup ditambah -s: boys, keys, days, toys.
Dalam bahasa Indonesia dua i berturut-turut itu biasa: diisi, diikuti
Bahasa Inggris justru menghindarinya. Itulah sebabnya y tetap sebelum -ing (studying, trying, bukan “studiing”), dan pada kata berakhiran -ie, ie berubah menjadi y (dying, lying, tying, bukan “dieing”). Pelajari die, lie, dan tie sebagai satu kelompok tetap.
💡 Lihat huruf sebelum y: kalau konsonan, y berubah menjadi i (cities, studied); kalau vokal, y tetap (days, played).
💡 Jangan lupa bentuk jamaknya, dan jangan hanya menambahkan -s: cities, bukan “citys”.
💡 Sebelum -ing, y selalu tetap dan tidak berubah: studying, trying, carrying.
"How's your studying going? Are you enjoying the course at least?"
"Honestly, I'm trying, but I'm worried I'm not covering everything."
"You've carried a heavy workload this semester, though. Give yourself credit."
"Thanks — I'll keep trying and see how it goes."
Latihan 1 · Pilih ejaan yang benar
Choose the correct -ed form: study → ___ (consonant + y)
Latihan 2 · Pilih ejaan yang benar
Choose the correct -ing form: study → ___
Latihan 3 · Pilih ejaan yang benar
Choose the correct -ed form: play → ___ (vowel + y)
Latihan 4 · Pilih ejaan yang benar
Choose the correct -er form: happy → ___
Latihan 5 · Pilih ejaan yang benar
Choose the correct -ing form: die → ___
Latihan 6 · Pilih ejaan yang benar
Choose the correct -ing form: lie → ___
Latihan 7 · Pilih jawaban yang benar
Why does 'try' become 'trying' (not 'triing') with -ing?
Latihan 8 · Pilih ejaan yang benar
Choose the correct plural form: city → ___
Latihan 9 · Tambahkan akhiran dengan benar
Add -ed correctly (consonant + y): carry → ___
Latihan 10 · Tambahkan akhiran dengan benar
Add -ing correctly (keep y before -ing): carry → ___
Latihan 11 · Kelompokkan: y berubah atau tetap
0 / 8 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: jamak dengan -s saja setelah konsonan + y
Indonesian: “Saya suka kota-kota besar.” Which English sentence is correct?
Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
Choose the correct -ed form: worry → ___
Kata yang berakhiran -e
Huruf -e yang tidak dibaca di akhir kata bahasa Inggris: dihapus sebelum akhiran berawalan vokal (-ing), tetap sebelum konsonan (-ly), plus pengecualiannya.
Menggandakan konsonan
Kapan konsonan terakhir digandakan sebelum -ed, -ing, -er, atau -est: pola “satu vokal, satu konsonan” dan aturan tekanan suku kata.
Ejaan Britania dan Amerika
Ejaan bahasa Inggris Britania dan Amerika: -our/-or, -re/-er, -ise/-ize, -ogue/-og, dan konsonan ganda, serta mengapa kamu perlu konsisten memakai satu sistem.
Menambahkan -s, -ed, dan -ing
Mengapa ejaan bahasa Inggris berubah saat diberi akhiran -s, -ed, atau -ing: untuk menjaga pelafalan. Ringkasan konsonan ganda, -e yang hilang, dan y → i.