Will adalah cara paling luwes untuk membicarakan masa depan: untuk perkiraan, janji, tawaran, dan keputusan yang kamu ambil saat itu juga. Hati-hati: saat kita berjanji tanpa “akan” (“Nanti saya telepon”), bahasa Inggris tetap perlu will.
Yang akan kamu pelajari
Will dipakai untuk membuat prediksi tentang masa depan (sering dengan think, probably, atau I'm sure) dan untuk keputusan yang kamu ambil tepat saat berbicara, bukan untuk sesuatu yang sudah kamu rencanakan sebelumnya.
Untuk prediksi, bahasa Indonesia membantu: “Saya rasa nanti akan hujan” disusun sama seperti contoh bahasa Inggrisnya. Kalau kamu membuat perkiraan dan secara alami memakai “akan” (akan hujan, akan menang, akan lulus), dalam bahasa Inggris biasanya cocok dengan will. Namun, untuk rencana yang sudah diputuskan (“Hari Sabtu saya akan ke dokter”) bahasa Inggris biasanya lebih suka be going to, yang dibahas di pelajaran lain.
Keputusan spontan lain ceritanya. Dalam bahasa Indonesia kita cukup berkata “Dingin, ya. Saya tutup jendelanya”, tanpa “akan”. Dalam bahasa Inggris itu tidak bisa: begitu kamu memutuskan sesuatu saat itu juga, kamu perlu will, hampir selalu disingkat menjadi “'ll”.
Will juga pilihan yang wajar untuk berjanji atau menawarkan diri melakukan sesuatu untuk orang lain: keduanya diputuskan saat berbicara.
Di sini jebakannya lebih besar lagi. Dalam bahasa Indonesia sangat biasa berkata “Nanti malam saya telepon”, “Sini, saya bawakan tasnya”, atau “Biar saya yang buka” ketika bel berbunyi. Dalam bahasa Inggris kalimatnya “I'll call you tonight”, “I'll carry that bag for you”, “I'll get the door”. Tanpa will, janji atau tawaran itu terdengar aneh.
Will tidak pernah berubah, apa pun subjeknya, dan setelahnya selalu ada kata kerja bentuk dasar: tanpa -s, tanpa -ing, dan tanpa to.
Ini mirip “akan”, yang juga tidak berubah: I will, you will, she will, they will. Karena kamu sudah belajar akhiran -s untuk he/she/it, kadang -s itu ikut menempel: “she wills” tidak ada. Jangan juga menyamakan will dengan “mau”: “I want to go” menyatakan keinginan, “I will go” membicarakan masa depan, dan di antara will dan kata kerjanya tidak pernah ada to.
Bentuk negatifnya won't (will not), bukan terjemahan kata per kata dari “tidak akan”: “They won't be here tomorrow”, bukan “They not will be here”. Untuk bertanya, will pindah ke depan subjek: “Will you come to the party?”. Tidak perlu do, karena will sudah merupakan kata kerja bantu.
Dalam bahasa Indonesia cukup “Besok saya telepon”, tetapi dalam bahasa Inggris janji memerlukan will.
“Sini, saya bawakan” memakai kata kerja biasa dalam bahasa Indonesia; dalam bahasa Inggris, kalau menawarkan diri, pakai I'll.
Akhiran -s untuk he/she/it tidak berlaku pada will. Sama seperti “akan”, will tidak pernah berubah.
Setelah will selalu ada kata kerja bentuk dasar, tidak pernah bentuk -ing.
Will bukan “mau” atau “ingin” (want to). Di antara will dan kata kerjanya tidak pernah ada to.
“Tidak akan” tidak diterjemahkan kata per kata. Bentuk negatifnya won't (will not), dengan not setelah will.
Will membentuk kalimat tanyanya sendiri dengan pindah ke depan subjek; tidak perlu do.
Dalam bahasa Indonesia kita berjanji dan menawarkan tanpa “akan”: “Nanti saya telepon”, “Saya bantu, ya”, “Biar saya yang buka”
Dalam bahasa Inggris, janji, tawaran, dan keputusan spontan memakai will: “I'll call you tonight”, “I'll help you”, “I'll get the door”. “I call you tonight” terdengar salah bagi penutur asli. Aturan praktisnya: kalau kamu menyanggupi sesuatu saat itu juga, dalam bahasa Inggris katakan I'll.
“Akan” dalam prediksi (“Saya rasa nanti akan hujan”, “Saya yakin dia akan mengerti”)
Di sini bahasa Indonesia membantu: untuk prediksi, will + kata kerja hampir sama dengan “akan” + kata kerja: “I think it will rain”, “I'm sure she'll understand”. Seperti “akan”, will tidak pernah berubah dan kata kerja setelahnya juga tidak berubah: “He will arrive”, tidak pernah “He wills arrive” atau “He will arrives”.
“Mau” bisa berarti ingin dan juga bisa menunjuk masa depan (“Saya mau pergi”)
Dalam bahasa Inggris dua makna ini dipisahkan. Keinginan memakai want to: “I want to go.” Masa depan memakai will tanpa to: “I will go.” Karena “mau” dan “ingin” diikuti kata kerja langsung, mudah tercampur menjadi “I will to go”, padahal setelah will tidak pernah ada to.
Kita bertanya dengan intonasi (“Kamu datang ke pesta?”) dan menyangkal dengan “tidak akan”
Dalam bahasa Inggris, will pindah ke depan subjek: “Will you come to the party?”, bukan “You will come to the party?” dan bukan “Do you will come…?”. Bentuk negatifnya won't: “She won't be late.”, bukan “She not will be late.” Urutan “tidak akan” tidak bisa disalin kata per kata.
💡 “Nanti malam saya telepon” bukan I call you tonight, melainkan I'll call you tonight.
💡 Untuk prediksi (akan hujan, akan lulus), dalam bahasa Inggris biasanya cocok dengan will.
💡 Will sama untuk semua subjek: tidak ada wills, dan setelahnya kata kerja tanpa to, tanpa -s, dan tanpa -ing. Bentuk negatifnya won't.
"Can you send me the file?"
"Sure, I'll email it right now."
"Great, thanks. And will you be at the meeting later?"
"Yes, I'll be there at three."
Latihan 1 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 2 · Pilih kalimat untuk keputusan spontan
Choose the correct sentence — a spontaneous decision made right now.
Latihan 3 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 4 · Pilih bentuk negatif yang benar
Choose the correct negative.
Latihan 5 · Pilih pertanyaan yang benar
Choose the correct question.
Latihan 6 · Pilih kalimat yang berisi janji
Which sentence is a promise?
Latihan 7 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 8 · Pilih kalimat yang berisi tawaran
Which sentence makes an offer?
Latihan 9 · Lengkapi kalimatnya
Complete: 'I think she ___ (will/pass) the exam.' (prediction)
Latihan 10 · Lengkapi pertanyaannya
Complete: '___ you help me with this?' (question with will)
Latihan 11 · Kelompokkan
0 / 4 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: janji tanpa will
Indonesian: “Nanti malam saya telepon, saya janji.” Which English sentence is correct?
Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
Choose the correct sentence.
Bentuk “be going to”
Pelajari cara memakai be going to untuk rencana dan niat yang sudah diputuskan sebelumnya, serta untuk prediksi berdasarkan tanda yang sudah terlihat.
Present continuous untuk rencana yang sudah diatur
Present continuous untuk rencana yang sudah disepakati: mengapa “Besok saya bertemu Ana” menjadi I'm meeting Ana tomorrow, bukan I meet atau I will meet.
Present simple untuk jadwal
Present simple untuk jadwal resmi yang sudah pasti: kereta, penerbangan, jam buka, dan kalender sekolah, walaupun yang dibicarakan adalah masa depan.
Future continuous
Pelajari bentuk dan penggunaan future continuous (will be + -ing) untuk kegiatan yang sedang berlangsung pada waktu tertentu di masa depan.