Be going to sering cocok dengan “mau” atau “rencananya akan” dalam bahasa Indonesia. Yang penting adalah susunannya: am/is/are + going to + kata kerja.
Yang akan kamu pelajari
Be going to menggambarkan sesuatu yang sudah kamu putuskan untuk dilakukan: keputusannya diambil sebelumnya, bukan pada saat berbicara.
Dalam bahasa Indonesia kita biasanya memakai “mau”, “akan”, atau “rencananya”: “Akhir pekan ini saya mau mengunjungi orang tua” → “I'm going to visit my parents this weekend.” Jangan otomatis menerjemahkan “akan” dengan will: untuk rencana yang sudah ada, bahasa Inggris lebih suka be going to. Dan jangan lupa am/is/are: “Dia mau mulai kerja baru” tidak punya kata kerja bantu, tetapi dalam bahasa Inggris harus She's going to start…, bukan “She going to start”.
Hati-hati juga dengan kalimat yang hanya memakai kata keterangan waktu, seperti “Besok saya ke rumah nenek”. Kalau diterjemahkan dengan present simple (“Tomorrow I go to my grandmother's house”), kalimatnya terdengar seperti jadwal tetap, bukan rencana pribadi. Untuk rencana, pakai be going to.
Be going to juga dipakai untuk prediksi kalau kamu sudah melihat tanda bahwa sesuatu akan terjadi.
Dalam bahasa Indonesia kita berkata “Lihat awannya, mau hujan” atau “Awas, gelasnya mau jatuh!”. Di sini “mau” tidak berarti ingin, jadi jangan diterjemahkan dengan want: “It wants to rain” salah. Pakai be going to: “It's going to rain.” Perhatikan juga subjeknya. “Mau hujan” tidak punya subjek, tetapi dalam bahasa Inggris harus ada it: “It's going to rain”, bukan “Is going to rain”.
Going to menunjukkan rencana yang sudah ada atau tanda yang terlihat sekarang. Will dipakai untuk keputusan yang diambil pada saat berbicara dan untuk prediksi yang hanya berupa pendapat.
Karena “akan” bisa dipakai untuk hampir semua masa depan, pertanyaan kuncinya: apakah kamu sudah memutuskannya sebelumnya, atau baru memutuskannya sekarang? Kalau baru memutuskan sekarang (“Ya sudah, nanti saya telepon dia”), pakai will.
“Mau hujan” bukan want. Untuk prediksi berdasarkan tanda yang terlihat, pakai be going to.
“Dia mau mulai kerja baru” tidak punya kata kerja bantu, tetapi dalam bahasa Inggris am/is/are tidak boleh hilang: She's (She is) going to…
“Mau hujan” tidak punya subjek, tetapi kalimat bahasa Inggris memerlukan it.
“Besok saya ke rumah nenek” wajar dalam bahasa Indonesia, tetapi present simple tidak cocok untuk rencana pribadi dalam bahasa Inggris.
Setelah going to selalu kata kerja bentuk dasar. Dengan kata kerja go hasilnya going to go: “Saya mau pergi ke toko”.
Kalimat tanya dibentuk dengan am/is/are di depan subjek, bukan dengan do, dan tidak cukup dengan intonasi saja (“You going to tell him?”).
“Akan” dipakai untuk hampir semua masa depan: rencana, prediksi, dan keputusan spontan
Bahasa Inggris membedakannya. Untuk rencana yang sudah diputuskan dan prediksi berdasarkan tanda yang terlihat, pakai be going to: “I'm going to visit my parents this weekend.” Will lebih cocok untuk keputusan spontan (“I'll call her later”) dan pendapat tentang masa depan. Jadi “akan” tidak selalu will.
“Mau” punya dua arti: ingin (“Saya mau kopi”) dan akan segera terjadi (“Mau hujan”, “Gelasnya mau jatuh”)
Hanya arti pertama yang menjadi want. Untuk arti kedua, termasuk rencana (“Saya mau pindah tahun depan”), bahasa Inggris memakai be going to: “It's going to rain”, “That glass is going to fall”, “I'm going to move next year”. Benda dan cuaca tidak bisa “want”: “It wants to rain” salah.
“Dia mau mulai kerja baru”, “Mau hujan”: tanpa kata kerja bantu, kadang tanpa subjek
Dalam bahasa Inggris be going to memerlukan tiga bagian: subjek + am/is/are + going to: “She's going to start a new job”, “It's going to rain”. “She going to…” dan “Is going to rain” salah. Dalam kalimat tanya dan negatif tidak ada do: “Kamu mau bilang ke dia?” → “Are you going to tell him?”; “Kita tidak akan sampai tepat waktu” → “We aren't going to make it on time.”
Rencana sering diucapkan hanya dengan kata keterangan waktu: “Besok saya ke rumah nenek”, “Tahun depan kami pindah ke Bali”
Kalau diterjemahkan dengan present simple, “I visit my grandmother tomorrow” terdengar seperti jadwal atau kebiasaan, bukan rencana. Untuk rencana yang sudah diputuskan pakai be going to: “I'm going to visit my grandmother tomorrow.” (Untuk janji yang sudah diatur, present continuous juga dipakai: “I'm visiting my grandmother tomorrow”. Yang tidak cocok adalah present simple.)
💡 “Saya mau / rencananya…” (sudah diputuskan) = I'm going to…, bukan selalu I will…
💡 “Mau hujan” bukan want: It's going to rain. Subjek it tidak boleh hilang.
💡 Kalimat tanya dan negatif dengan am/is/are, tidak pernah dengan do: Are you going to…? / I'm not going to…
"What are you going to do this weekend?"
"We're going to visit my sister in the countryside."
"That sounds nice. Are you going to stay overnight?"
"Yes, we're going to stay until Sunday."
Latihan 1 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence — a plan already decided before now.
Latihan 2 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence — a prediction based on visible evidence.
Latihan 3 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 4 · Pilih bentuk negatif yang benar
Choose the correct negative.
Latihan 5 · Pilih pertanyaan yang benar
Choose the correct question.
Latihan 6 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 7 · Pilih jawaban yang benar
Which best describes 'be going to'?
Latihan 8 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 9 · Lengkapi kalimatnya
Complete: 'I ___ (be going to) call the plumber tomorrow.' (planned intention)
Latihan 10 · Lengkapi kalimatnya
Complete: 'Careful, that glass ___ (be going to) fall!' (evidence-based prediction)
Latihan 11 · Kelompokkan: rencana atau prediksi
0 / 4 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: “mau” diterjemahkan menjadi want
Indonesian: “Lihat awannya, mau hujan.” Which English sentence is correct?
Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
Choose the correct sentence.
Masa depan dengan will
Will untuk prediksi, janji, tawaran, dan keputusan spontan, serta cara membuat kalimat positif, negatif, dan tanya dengan will dan won't.
Present continuous untuk rencana yang sudah diatur
Present continuous untuk rencana yang sudah disepakati: mengapa “Besok saya bertemu Ana” menjadi I'm meeting Ana tomorrow, bukan I meet atau I will meet.
Present simple untuk jadwal
Present simple untuk jadwal resmi yang sudah pasti: kereta, penerbangan, jam buka, dan kalender sekolah, walaupun yang dibicarakan adalah masa depan.
Future continuous
Pelajari bentuk dan penggunaan future continuous (will be + -ing) untuk kegiatan yang sedang berlangsung pada waktu tertentu di masa depan.