I used to live there, I'm used to it now, I'm getting used to it: kata-katanya sama, maknanya berbeda. Dalam bahasa Indonesia: “dulu”, “sudah terbiasa”, dan “mulai terbiasa”.
Yang akan kamu pelajari
Used to, be used to, dan get used to memakai kata yang sama sehingga tampak bersaudara, tetapi fungsinya sangat berbeda. Used to menceritakan apa yang dulu sering terjadi. Be used to dan get used to mengatakan bahwa sesuatu sudah terasa biasa bagimu, atau bahwa kamu sedang menyesuaikan diri dengannya.
Bahasa Indonesia memakai tiga ungkapan yang terpisah: “dulu” (“Dulu saya tinggal di desa”), “sudah terbiasa” dan “mulai terbiasa”. Jangan terjemahkan kata per kata, dan jangan terkecoh oleh bunyi used yang mirip “biasa”: tanyakan dulu makna mana yang ingin kamu sampaikan.
Pakai used to + kata kerja dasar (tanpa -ing dan tanpa to kedua) kalau sesuatu dulu terjadi secara teratur, atau suatu keadaan dulu seperti itu, tetapi sekarang tidak lagi. Ini padanan “dulu” dalam bahasa Indonesia: “Dulu saya tinggal di Odesa” → I used to live in Odesa. Karena kata kerja bahasa Indonesia tidak berubah, banyak pelajar menulis “Before I live in Odesa” – kalimat itu salah.
Jebakan terbesar: used to terdengar seperti “biasa”, jadi sering dipakai untuk “biasanya” sekarang. Padahal used to hanya untuk masa lalu. Untuk kebiasaan sekarang pakai usually: “Saya biasanya minum kopi di pagi hari” → I usually drink coffee in the morning. “I used to drink coffee in the morning” berarti dulu, dan sekarang kamu sudah tidak melakukannya lagi.
Dalam kalimat tanya dan negatif dengan did, ditulis use to, tanpa -d: Did you use to…? I didn't use to… (Bentuk didn't used to juga sering terlihat, tetapi dalam bahasa Inggris yang cermat biasanya dianggap salah.) Perhatikan juga pengucapannya: used to dibaca kira-kira “yus-tu”, dengan bunyi s (bukan z), bukan “yu-sed tu”.
Pakai be used to + -ing (atau kata benda atau kata ganti) kalau sesuatu sudah terasa biasa bagimu dan tidak lagi mengejutkan atau mengganggumu: “Saya sudah terbiasa dengan kebisingan”, “Saya sudah terbiasa bekerja di bawah tekanan”.
Jebakan utamanya: dalam bahasa Indonesia, setelah “terbiasa” bisa langsung ada kata kerja (“Saya terbiasa bangun pagi”). Dalam bahasa Inggris, to di sini adalah preposisi, dan setelah preposisi bahasa Inggris memakai bentuk -ing, bukan kata kerja dasar: I'm used to getting up early, bukan I'm used to get up early. Jangan lupa juga be: “sudah terbiasa” tidak punya kata kerja bantu dalam bahasa Indonesia, tetapi dalam bahasa Inggris harus I'm used to…, bukan I used to… atau I already used to…
Pakai get used to + -ing (atau kata benda) kalau kamu menggambarkan PROSESNYA: sesuatu yang baru pelan-pelan menjadi biasa. Padanannya “mulai terbiasa”, “lama-lama terbiasa”, atau “membiasakan diri”, tetapi “diri” dalam “membiasakan diri” tidak perlu diterjemahkan menjadi myself: cukup I'm getting used to it. Biasanya muncul dengan kata seperti slowly, still, atau it took me a while (“butuh waktu cukup lama”).
Walaupun dalam bahasa Indonesia “terbiasa bangun pagi” langsung memakai kata kerja, setelah be used to harus ada -ing atau kata benda: to di sini adalah preposisi.
“Saya biasanya minum kopi” bukan I use to: used to hanya ada untuk masa lalu. Untuk kebiasaan sekarang pakai usually; untuk “sudah terbiasa”, be used to.
“Saya sudah terbiasa dengan cuaca dingin” memerlukan be: I'm used to… Tanpa be, kalimatnya berubah menjadi used to (masa lalu) dan tidak masuk akal.
“Dulu saya tinggal di desa kecil”: “dulu” tidak cukup diterjemahkan menjadi before dengan kata kerja yang tidak berubah. Kebiasaan atau keadaan di masa lalu = used to + kata kerja dasar.
Setelah did, kata kerja kembali ke bentuk dasar, jadi use to tanpa -d, sama seperti did you play, bukan did you played.
“Biasanya” dipakai untuk kebiasaan sekarang: “Saya biasanya minum kopi di pagi hari”. Karena bunyinya mirip, used to sering dianggap sama dengan “biasa”
Used to hanya untuk masa lalu, padanannya “dulu”: “I used to drink tea.” = “Dulu saya minum teh (sekarang tidak lagi).” Untuk “biasanya” sekarang, bahasa Inggris memakai usually (atau normally): “I usually drink coffee in the morning.” Kalimat “I use to drink coffee every morning” salah. Kalau maksudmu “sudah terbiasa”, strukturnya be used to: “I'm used to drinking coffee every morning.”
“Saya sudah terbiasa bangun pagi”, “Saya mulai terbiasa tinggal sendiri”: dalam bahasa Indonesia, setelah “terbiasa” langsung ada kata kerja
To dalam be used to / get used to bukan penanda to-infinitive, melainkan preposisi, seperti “dengan” dalam “terbiasa dengan”. Setelah preposisi, bahasa Inggris memakai kata benda, kata ganti, atau bentuk -ing: “I'm used to the noise”, “I'm used to it”, “I'm used to getting up early”, “I'm getting used to living alone”. Triknya: karena setelah be used to bisa ada kata benda (used to the noise), to itu preposisi, jadi kata kerjanya memakai -ing.
Bahasa Indonesia menunjukkan kebiasaan di masa lalu dengan “dulu” atau “waktu kecil”, dan kata kerjanya tidak berubah: “Waktu kecil saya main bola setiap akhir pekan”
Dalam bahasa Inggris kata kerjanya harus berubah. Kamu bisa memakai past simple (“I played football every weekend”), tetapi used to menegaskan bahwa itu kebiasaan atau keadaan yang sekarang sudah tidak ada: “I used to play football every weekend.” Jangan “Before I play football every weekend.” Untuk peristiwa satu kali atau dengan jumlah tertentu, used to tidak cocok: “I went to Rome three times last year”, bukan “I used to go to Rome three times last year”.
💡 Tanyakan pada dirimu: “dulu” (used to), “sudah terbiasa” (be used to), atau “mulai terbiasa” (get used to)?
💡 “Biasanya” untuk sekarang bukan use to, tetapi usually.
💡 Setelah be/get used to: -ing atau kata benda, tidak pernah kata kerja dasar.
"How's the new city treating you?"
"Honestly, it took me a while to get used to the pace here — it's so much faster than back home."
"And now?"
"Now I'm totally used to it. I used to hate the crowds, but I barely notice them anymore."
Latihan 1 · Pilih bentuk yang benar
Choose the correct form: I ___ live in a small village. (a past habit, not true now)
Latihan 2 · Pilih bentuk yang benar
Choose the correct form: She ___ the noise now — she's lived next to the airport for years.
Latihan 3 · Pilih bentuk yang benar
Choose the correct form: It took him months to ___ waking up so early.
Latihan 4 · Pilih bentuk yang benar
Choose the correct form: We ___ eat out every Friday, but we don't anymore.
Latihan 5 · Pilih bentuk yang benar
Choose the correct form: I'm slowly ___ the new schedule at work.
Latihan 6 · Pilih bentuk yang benar
Choose the correct form: He ___ spicy food — he grew up eating it every day.
Latihan 7 · Pilih jawaban yang benar
Which structure describes a PAST HABIT that is no longer true, using the bare infinitive?
Latihan 8 · Pilih jawaban yang benar
Which structure describes becoming accustomed to something — a PROCESS of adjustment?
Latihan 9 · Lengkapi dengan bentuk yang benar
Complete: When I was a kid, I ___ (use) to be afraid of the dark. (past habit)
Latihan 10 · Lengkapi dengan kata yang hilang
Complete: After a few weeks, she got used ___ driving on the left. (preposition)
Latihan 11 · Kelompokkan kalimat-kalimatnya
0 / 6 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: “biasanya” diterjemahkan menjadi used to
Indonesian: “Saya biasanya minum kopi di pagi hari.” Which English sentence is correct?
Lima pertanyaan beragam untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
Choose the correct form: I ___ smoke, but I quit five years ago.
Been atau gone
Been atau gone dalam present perfect: orangnya sudah kembali atau masih di sana? “Pernah ke” membantumu memilih, tetapi “sudah pergi” bisa menjebak.
Present perfect atau present perfect continuous
Present perfect simple (hasil) atau continuous (durasi), dan cara mengatakan “sudah … selama”, “sejak”, dan “dari tadi” dalam bahasa Inggris.
Present perfect atau past simple
Present perfect atau past simple: waktu yang tidak disebutkan atau saat tertentu di masa lalu, dan mengapa “sudah” tidak selalu berarti have.
So atau such
So atau such untuk menguatkan: so di depan kata sifat atau keterangan, such di depan kata benda. Karena itu “hari yang begitu indah” adalah such a nice day.