Permintaan yang sopan

A2 · DasarKalimat perintah

Please close the door. Close the door, would you? Dua cara sederhana untuk memperhalus kalimat perintah, karena dalam bahasa Inggris perintah tanpa pelembut mudah terdengar kasar.

Yang akan kamu pelajari

  • “Please” diletakkan di awal atau di akhir kalimat perintah; keduanya sopan, bedanya terutama pada nada dan intonasi
  • “Please” tidak diselipkan di tengah perintah: Please close the door, bukan Close please the door
  • Tag pertanyaan di akhir (would you? / will you? / could you?) membuat perintah terdengar lebih seperti permintaan, mirip “…, ya?” dalam bahasa Indonesia
  • Untuk pertanyaan sopan yang lengkap, bukan perintah yang diperhalus (Could you help me?, Would you mind closing the door?), lihat pelajaran “Meminta, menawarkan, dan mengajak”

Dua cara memperhalus perintah

Dalam bahasa Indonesia kita jarang memberi perintah tanpa pelembut: kita memakai “tolong”, “silakan”, “mohon”, atau menambahkan “ya” di akhir (“Tutup pintunya, ya”). Bahasa Inggris juga begitu: kalimat perintah tanpa tambahan apa pun cepat terdengar ketus atau memerintah. Dua tambahan sederhana mengubahnya menjadi permintaan yang ramah tanpa harus membuat kalimat tanya yang lengkap: “please” atau tag pertanyaan di akhir.

Bahasa Inggris tidak membedakan “kamu”, “Anda”, “Bapak”, atau “Ibu”: kalimat perintahnya sama untuk teman, atasan, atau sekelompok orang. Kesopanan tidak terletak pada kata sapaan, tetapi pada please, tag pertanyaan, dan nada bicara.

"Please close the door."
"Close the door, would you?"

Di mana letak “please”

“Tolong”, “silakan”, dan “mohon” biasanya ada di awal kalimat (“Tolong tutup pintunya”, “Silakan duduk”), dan please juga bisa di situ. Bedanya, please juga sangat wajar di akhir: “Take a seat, please.” Yang tidak bisa adalah di tengah, di antara kata kerja dan objeknya.

Kedua posisi sama-sama sopan; bedanya terutama pada nada dan intonasi. Satu please sudah mencakup “tolong” (permintaan) dan “silakan” (mempersilakan). Pada perintah negatif, please diletakkan di depan don't (atau di akhir), persis seperti “Tolong jangan…”: “Please don't slam the door”, bukan “Don't please slam the door”.

"Please take a seat."
"Take a seat, please."

Memperhalus dengan tag pertanyaan

Kalau kamu menambahkan would you?, will you?, atau could you? di akhir perintah, kalimat itu terdengar lebih seperti permintaan: kamu mengajak orang lain untuk setuju, bukan hanya menyuruh. Fungsinya mirip “…, ya?” dalam bahasa Indonesia: “Ambilkan garamnya, ya?” → “Pass the salt, would you?”

Tag ini bentuknya tetap: hanya kata kerja bantu + you, kata kerja bantunya di depan, tanpa mengulang kata kerja utama, dan tidak pernah “yes?” atau “okay?”. Would you? dan could you? terdengar paling halus; will you? lebih langsung dan, dengan nada ketus, bisa terdengar tidak sabar.

"Pass the salt, would you?"
"Turn the music down, will you?"

Contoh bahasa Inggris sehari-hari

"Please turn off your phone."
"Pass the menu, would you?"
"Close the window, please."
"Wait a moment, could you?"

Perhatikan

✗Close please the door.
✓Please close the door. / Close the door, please.

Please diletakkan di awal atau di akhir kalimat, tidak pernah di antara kata kerja dan objeknya.

✗Pass the salt, would you do?
✓Pass the salt, would you?

Tag-nya hanya “would you?”: kata kerja utama tidak diulang di dalamnya.

✗Turn the music down, you will?
✓Turn the music down, will you?

Dalam bahasa Indonesia pertanyaan sering tanpa perubahan urutan kata, tetapi dalam tag bahasa Inggris kata kerja bantu ada di depan subjek: “will you?”, bukan “you will?”.

✗Close the door, yes?
✓Close the door, would you?

“Tutup pintunya, ya?”: partikel “ya” tidak diterjemahkan menjadi yes. Bahasa Inggris memakai tag tetap: would you? / could you? / will you?

✗Would you mind to close the door?
✓Would you mind closing the door?

“Apakah kamu keberatan menutup pintunya?”: setelah mind selalu bentuk -ing, bukan to + kata kerja.

✗Please help to close the door.
✓Please close the door.

“Tolong” di sini hanya pelembut, sama dengan please. Help berarti kamu meminta orang ikut membantu sebuah pekerjaan, jadi kalimatnya terdengar aneh.

Perbandingan dengan bahasamu

“Tolong tutup pintunya”, “Silakan duduk”, “Mohon matikan ponsel”: kata pelembut ada di awal kalimat

Please bisa dipakai untuk ketiganya, dan juga di awal: “Please close the door”, “Please take a seat”, “Please turn off your phone”. Bedanya, please juga wajar di akhir (“Close the window, please”), tetapi tidak pernah di tengah: “Turn off please your phone” salah. Dan jangan terjemahkan “tolong” secara harfiah menjadi help: “Please help to close the door” terdengar seperti kamu meminta orang ikut membantu, bukan sekadar meminta dia menutup pintu.

Dalam bahasa Indonesia kita memperhalus dengan partikel di akhir: “Tutup pintunya, ya”, “Kecilkan musiknya, dong”

Partikel ini tidak diterjemahkan menjadi “yes?” atau “okay?”. Bahasa Inggris memakai tag yang tetap: “Close the door, would you?”, “Turn the music down, will you?”. Urutannya kata kerja bantu + you (dibalik, seperti pertanyaan), bukan “you will?”.

Dalam bahasa Indonesia rasa hormat terlihat dari sapaan: “Silakan masuk, Pak”, “Bu, boleh minta tolong…?”

Bahasa Inggris hanya punya satu you, dan kalimat perintahnya sama untuk semua orang. Untuk permintaan yang paling sopan, pakai pertanyaan lengkap: “Could you help me?”, dan “Apakah Bapak keberatan menutup pintunya?” adalah “Would you mind closing the door?”, dengan -ing, bukan “Would you mind to close…”. Lebih lengkapnya ada di pelajaran “Meminta, menawarkan, dan mengajak”.

💡 Ragu di mana letak please? Taruh di awal atau di akhir: keduanya sopan. Jangan di tengah.

💡 Tag-nya selalu kata kerja bantu + you: would you? / will you? / could you?, bukan “yes?” dan tanpa mengulang kata kerja.

💡 Perintah tanpa pelembut terdengar terlalu langsung dalam bahasa Inggris, seperti perintah tanpa “tolong” atau “ya”: tambahkan please atau tag pertanyaan.

Situasi nyata: di kantor bersama

"It's a bit loud in here. Turn it down, will you?"

"Sorry about that — sure, no problem."

"Thanks. And please close the door on your way out, if you don't mind."

"Of course."

Latihan

Latihan 1 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence.

Latihan 2 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence.

Latihan 3 · Pilih permintaan halus yang benar

Choose the correct softened request.

Latihan 4 · Pilih permintaan halus yang benar

Choose the correct softened request.

Latihan 5 · Pilih permintaan halus yang benar

Choose the correct softened request.

Latihan 6 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence.

Latihan 7 · Pilih versi yang lebih ramah dan sopan

Choose the friendlier, more polite version.

Latihan 8 · Pilih permintaan halus yang benar

Choose the correct softened request.

Latihan 9 · Perhalus perintahnya dengan “please”

Add 'please' to soften this command, at the start: 'Turn off the lights.'

Latihan 10 · Perhalus perintahnya dengan tag pertanyaan

Add a tag question to soften this command: 'Close the window.'

Latihan 11 · Kelompokkan: please atau tag pertanyaan

Please sit down.
Sit down, would you?
Please don't shout.
Turn it down, will you?
Please wait here.
Pass me that, could you?

0 / 6 dikelompokkan

Latihan 12 · Kesalahan umum: “…, ya?” menjadi yes?

Indonesian: “Tutup jendelanya, ya?” Which is the correct English request?

Kuis singkat

Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.

Pertanyaan 1 / 5

Skor: 0/0

Choose the correct sentence.

Yang sudah kamu pelajari

  • “Please” di awal atau di akhir: keduanya sopan, bedanya terutama pada nada.
  • Please di awal sekali (juga di depan don't, seperti “Tolong jangan…”) atau di akhir sekali, tidak pernah di tengah.
  • Tag tetap (would you? / will you? / could you?) mengubah perintah menjadi permintaan, seperti “…, ya?”; will you? yang paling langsung.
  • Perintah tanpa pelembut mudah terdengar kasar dalam bahasa Inggris. Untuk pertanyaan sopan yang lengkap (Could you…?, Would you mind + -ing?), lihat pelajaran “Meminta, menawarkan, dan mengajak”.
Lihat semua pelajaran di kategori ini