Should have, could have, dan would have dipakai untuk hal-hal yang tidak terjadi di masa lalu: kesempatan yang terlewat, keputusan yang keliru, atau kemungkinan yang hanya dibayangkan.
Yang akan kamu pelajari
Should have, could have, dan would have selalu terdiri atas tiga bagian: kata kerja modal + have + past participle. Setiap modal membawa artinya sendiri: penyesalan atau kritik, kesempatan yang terlewat, atau hasil yang dibayangkan. “You should have called me — I was worried.” “I could have helped you, but I didn't know you needed it.”
Dalam bahasa Indonesia, kata seperti “seharusnya”, “bisa”, dan “akan” tidak pernah berubah. Masa lalunya hanya terlihat dari konteks atau kata seperti “tadi”, “kemarin”, atau “sudah”: “Seharusnya kamu meneleponku tadi.” Dalam bahasa Inggris, should, could, dan would juga tidak berubah, tetapi masa lalunya harus ditunjukkan dengan have + past participle. Tanpa have, kalimatnya berbicara tentang sekarang atau masa depan.
Jembatan untuk mengingat: “seharusnya (dulu/tadi)” = should have, “sebenarnya bisa” = could have, “pasti akan / pasti sudah” dalam pengandaian = would have.
Should have menyatakan penyesalan karena sesuatu tidak dilakukan, atau mengkritik sebuah keputusan: “He should have apologized sooner.” = “Seharusnya dia minta maaf lebih cepat.”
Shouldn't have melakukan kebalikannya: mengkritik sesuatu yang memang terjadi. “You shouldn't have spent all that money.” = “Seharusnya kamu tidak menghabiskan uang sebanyak itu.” (Dan uangnya sudah habis.)
Tanpa have tidak bisa: “You should call me” adalah saran untuk sekarang atau nanti (“Sebaiknya kamu meneleponku”), bukan kritik tentang masa lalu. “He should apologized” juga salah: setelah should selalu bentuk dasar atau have + past participle.
Hati-hati dengan “harus” dan “harusnya”. “Harusnya kamu bilang ke saya” adalah kritik → should have: “You should have told me.” Jangan pakai had to: “You had to tell me” berarti kamu memang wajib memberi tahu (karena tidak ada pilihan lain), bukan teguran. Kalau ingin lebih tegas, tambahkan really: “You really should have told me.”
Dan “pasti” untuk menyimpulkan sesuatu yang hampir pasti terjadi adalah must have: “Kamu pasti lupa” → “You must have forgotten.” Ini bukan teguran, melainkan dugaan yang kuat.
Could have menyatakan kemampuan atau kesempatan yang ada di masa lalu tetapi tidak dimanfaatkan, sering dengan alasannya: “We could have won if we'd played better.” = “Sebenarnya kami bisa menang kalau mainnya lebih bagus.”
Bedakan dengan baik: “bisa” dalam bahasa Indonesia tidak berubah, jadi “Kami bisa menang” bisa berarti kami berhasil (→ “We managed to win” / “We were able to win”) atau kami punya kesempatan tetapi kalah (→ “We could have won”). Untuk kesempatan yang terlewat, selalu could have. Could tanpa have adalah kemampuan umum di masa lalu (“I could swim at five”) atau tawaran sekarang (“I could help you” = “Saya bisa membantumu”).
Bentuk negatif couldn't have berarti “tidak mungkin terjadi”: “We couldn't have won without you.” = “Tanpa kamu, kami tidak mungkin menang.” Ini juga masa lalu yang dibayangkan, sama seperti would have.
Could have juga bisa berupa teguran: “They could have told us sooner.” = “Mereka kan bisa memberi tahu kita lebih cepat.”
Could have juga bisa menjadi dugaan tentang masa lalu: “She could have missed the bus.” = “Mungkin dia ketinggalan bus.” Konteksnya yang menentukan: kesempatan yang terlewat atau dugaan.
Would have menyatakan apa yang akan terjadi seandainya masa lalunya berbeda. Bentuk ini khas dalam kalimat pengandaian dengan if + had: “If I had known, I would have come earlier.” = “Kalau saya tahu, saya pasti sudah datang lebih awal.”
Jebakan terbesar bagi penutur bahasa Indonesia: “Kalau saya tahu, saya akan datang lebih awal” tidak menunjukkan waktu sama sekali, sehingga mudah menjadi “If I knew, I would come earlier” atau “If I know, I will come earlier”. Kedua kalimat itu berbicara tentang sekarang atau masa depan. Untuk masa lalu yang tidak terjadi, bagian if memakai had + past participle (“If I had known”), dan bagian lainnya would have (“I would have come earlier”).
Tanpa have, kalimatnya bergeser ke masa kini: “I would come earlier” berarti “Saya akan datang lebih awal (sekarang/nanti)”, dan tidak cocok dengan if tentang masa lalu.
Have tidak boleh hilang: modal + have + past participle. Setelah should tidak pernah ada bentuk past simple.
“Seharusnya kamu tidak bilang begitu” = You shouldn't have said that. Shouldn't juga memerlukan have di depan past participle.
“Sebenarnya saya bisa membantumu”: untuk kesempatan yang terlewat perlu could have + past participle. I could help you adalah tawaran untuk sekarang.
“Harusnya kamu meneleponku”: teguran adalah should have. Had to berarti kewajiban yang memang ada, bukan teguran.
“Kalau saya tahu (kemarin)…”: untuk masa lalu yang tidak terjadi pakai had known dan would have come.
Untuk hasil yang dibayangkan di masa lalu perlu would have + past participle. I would come berbicara tentang sekarang atau nanti.
“Kamu pasti lupa nomorku”: dugaan tentang masa lalu adalah must have + past participle. You must forget terdengar seperti perintah.
“Seharusnya kamu meneleponku”, “Sebenarnya saya bisa membantumu”: “seharusnya” dan “bisa” tidak berubah, masa lalunya hanya terlihat dari konteks
Dalam bahasa Inggris, kalimat tentang masa lalu yang tidak terjadi harus memakai have + past participle setelah modal: “You should have called me”, “I could have helped you”. Tanpa have (“You should call me”, “I could help you”) kalimatnya menjadi saran atau tawaran untuk sekarang. Dan masa lalunya tidak diletakkan pada kata kerja utama setelah should: “You should called me” salah.
“Harus” berarti must atau have to, tetapi “harusnya” dan “seharusnya” sering dipakai untuk menegur: “Harusnya kamu bilang dari tadi!”
Teguran tentang masa lalu adalah should have: “You should have told me earlier!” Kalimat “You had to tell me” berarti ada kewajiban nyata di masa lalu, dan “You must tell me” adalah perintah untuk sekarang. Keduanya bukan teguran.
“Kalau saya tahu, saya akan datang lebih awal”: kalimat pengandaian bahasa Indonesia tidak menandai waktu
Bahasa Inggris membedakan pengandaian tentang sekarang (“If I knew, I would come”) dan tentang masa lalu (“If I had known, I would have come”). Kalau yang kamu maksud adalah kejadian kemarin yang tidak terjadi, kedua bagian kalimatnya harus “mundur”: had known di bagian if, would have come di bagian lainnya.
“Kamu pasti lupa”, “Dia pasti sudah berangkat”: “pasti” untuk dugaan yang kuat
Dugaan kuat tentang masa lalu adalah must have + past participle: “You must have forgotten”, “She must have left already”. Jangan campur dengan should have: should have menegur atau menyesali, must have hanya menyimpulkan apa yang hampir pasti terjadi.
💡 “Seharusnya (tadi/kemarin)…” = should have + past participle, bukan should + past simple dan bukan had to.
💡 “Sebenarnya saya bisa…” untuk kesempatan yang terlewat = could have + past participle.
💡 “Kalau saya tahu (kemarin)” = If I had known; “saya pasti sudah datang” = I would have come.
💡 Teguran = should have; dugaan kuat (“pasti”) = must have.
"You should have come to the party, it was great!"
"I know, I wish I had. I could have come, but I was too tired."
"That's a shame. You would have loved the food."
"Next time I definitely will."
Latihan 1 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence — regret or criticism about the past.
Latihan 2 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence — unrealized past ability.
Latihan 3 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence — a hypothetical past.
Latihan 4 · Pilih bentuk negatif yang benar
Choose the correct negative.
Latihan 5 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence — criticism of a past action that did happen.
Latihan 6 · Pilih jawaban yang benar
Which modal perfect expresses regret about something NOT done?
Latihan 7 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 8 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 9 · Lengkapi kalimatnya
Complete (regret): 'I ___ (should/study) harder for that exam.'
Latihan 10 · Lengkapi kalimatnya
Complete (unrealized ability): 'She ___ (could/win) the race, but she twisted her ankle.'
Latihan 11 · Kelompokkan: should have atau could/would have
0 / 6 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: “seharusnya” tanpa have
Indonesian: “Seharusnya kamu meneleponku kemarin.” Which English sentence is correct?
Lima pertanyaan beragam untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
Choose the correct sentence.
Kata kerja modal untuk menyimpulkan
Menyimpulkan dengan must dan can't dalam bahasa Inggris, untuk sekarang dan masa lalu, dan mengapa “pasti tidak” tidak diterjemahkan dengan mustn't.
Kata kerja modal untuk kemungkinan
Belajar menyatakan kemungkinan dalam bahasa Inggris dengan may, might, dan could – untuk sekarang, nanti, dan masa lalu – serta beda maybe dan may be.
Need, needn't, dan don't need to
Kenali dua “wajah” need dalam tata bahasa Inggris – sebagai kata kerja modal (needn't) dan kata kerja biasa (don't need to) – serta needn't have.
Should, ought to, dan had better
Bandingkan tiga cara memberi saran dalam bahasa Inggris – should, ought to, dan had better – serta perbedaan tata bahasa dan kekuatannya.