Future in the past

B2 · Menengah atasBentuk masa depan

Dengan future in the past kamu kembali ke suatu saat di masa lalu dan menggambarkan masa depan dari sudut pandang saat itu, baik yang akhirnya terjadi maupun tidak, seperti “tadinya mau…” dan “dia bilang akan…”.

Yang akan kamu pelajari

  • Bentuknya: was/were going to + kata kerja bentuk dasar, atau would + kata kerja bentuk dasar
  • Menggambarkan rencana atau harapan yang ada di masa lalu, seperti “tadinya mau…”
  • Sangat sering dalam kalimat tidak langsung (she said she would call): “akan” menjadi would
  • Sering menandai rencana yang berubah atau tidak terlaksana

Masa depan dilihat dari masa lalu

Future in the past menggambarkan sesuatu yang akan terjadi atau diharapkan terjadi, dilihat dari suatu saat di masa lalu, bukan dari hari ini.

Dalam bahasa Indonesia kita berkata “Tadinya saya mau meneleponmu, tapi saya lupa” → “I was going to call you, but I forgot.” “Tadinya mau” = was going to. Untuk apa yang dikatakan atau dipikirkan seseorang, kita memakai “akan”: “Dia bilang dia akan menelepon nanti” → “She said she would call later.” Perhatikan bahwa will berubah menjadi would, walaupun “akan” dalam bahasa Indonesia tetap “akan”.

"I was going to call you, but I forgot."
"She said she would call later."

Bentuknya: was/were going to dan would

Was/were going to + kata kerja bentuk dasar menyatakan rencana atau niat yang ada di masa lalu. Was untuk I/he/she/it, were untuk you/we/they. Negatif: wasn't/weren't going to; kalimat tanya: Was/Were + subjek + going to…?

Karena kata kerja bahasa Indonesia tidak berubah, kata yang menunjukkan masa lalu mudah terlupa. “Tadinya saya mau menelepon” bukan “I want to call” dan bukan “I going to call”: was/were tidak boleh hilang. “I was go to call you” juga salah, karena going harus memakai -ing.

Would + kata kerja bentuk dasar terutama dipakai dalam kalimat tidak langsung dan setelah kata kerja seperti think, know, hope: itu adalah will dari kalimat aslinya yang “digeser” ke masa lalu. Kedua pola ini tidak pernah dicampur: pilih was going to atau would, tidak pernah would going to.

"They weren't going to come, but they changed their minds."
"He said he would arrive by noon."

Rencana yang tidak terlaksana

Salah satu penggunaan yang paling umum adalah rencana yang batal. Kalimatnya biasanya dilanjutkan dengan but dan menjelaskan apa yang terjadi sebagai gantinya, persis seperti “tadinya…, tapi…”.

Dalam bahasa Indonesia kita juga sering berkata “Sebenarnya saya ingin meneleponmu, tapi…”. “I wanted to call you” memang benar, tetapi hanya menyatakan keinginan; “I was going to call you” menyatakan bahwa itu sudah menjadi rencana. Untuk menanyakan rencana, bahasa Indonesia cukup memakai intonasi (“Kamu tadinya mau bilang ke saya?”), tetapi dalam bahasa Inggris was/were pindah ke depan subjek: “Were you going to tell me?” Jangan memakai did (“Did you going to…?”). “You were going to tell me?” hanya terdengar dalam percakapan, untuk menunjukkan rasa kaget.

"He was going to study medicine, but he chose law instead."
"We were going to visit them, but the trip got cancelled."

Will berubah menjadi would

Kalau kamu menceritakan dalam bentuk lampau apa yang dikatakan atau dipikirkan seseorang, will biasanya berubah menjadi would. Ini adalah pergeseran tense (backshift) yang sama seperti dalam semua kalimat tidak langsung.

Bahasa Indonesia tidak mengenal pergeseran ini: “Dia bilang dia akan menelepon”, “Saya kira akan hujan”, kata “akan” tidak berubah. Dalam bahasa Inggris tense-nya harus disesuaikan: “I thought it would rain.” / “I thought it was going to rain.” Will hanya tetap dipakai kalau peristiwanya masih di masa depan dilihat dari hari ini: She said she'll call tonight.

"'I will call you.' → She said she would call me."
"'It will rain.' → I thought it would rain."

Contoh bahasa Inggris sehari-hari

"I was going to text you, but my phone died."
"They said they would arrive by noon."
"Was she going to apply for the job?"
"We thought it was going to be sunny."

Perhatikan

✗I want to call you, but I forgot.
✓I was going to call you, but I forgot.

“Tadinya saya mau meneleponmu” adalah rencana di masa lalu: was going to. “I want” tidak punya bentuk lampau dan hanya berarti keinginan.

✗I thought it will rain.
✓I thought it would rain.

Setelah kata kerja lampau (thought, said, knew), will menjadi would, walaupun dalam bahasa Indonesia “akan” tidak berubah.

✗I going to call you, but I forgot.
✓I was going to call you, but I forgot.

Was/were tidak boleh hilang: “tadinya mau” sama dengan was/were going to secara lengkap, bukan hanya going to.

✗He would going to study medicine, but he chose law instead.
✓He was going to study medicine, but he chose law instead.

Would dan going to tidak pernah digabung: pilih satu pola, was/were going to atau would saja.

✗She said she will call the next day.
✓She said she would call the next day.

Setelah kata kerja lampau seperti said, will biasanya menjadi would, dan wajib kalau dilihat dari saat itu (the next day = keesokan harinya). Will hanya tetap kalau masih di masa depan dilihat dari hari ini: She said she'll call tonight.

✗Did you going to tell me?
✓Were you going to tell me?

Kalimat tanya dibentuk dengan was/were di depan subjek, bukan dengan did.

Perbandingan dengan bahasamu

“Tadinya saya mau meneleponmu, tapi lupa”: rencana di masa lalu diungkapkan dengan “tadinya mau” atau “sebenarnya mau”

Padanannya was/were going to + kata kerja bentuk dasar: “I was going to call you, but I forgot.” Ingat dua hal: “mau” di sini bukan want (“I want to call you” salah karena tidak ada bentuk lampau, dan “I wanted to call you” hanya keinginan), dan be harus sesuai dengan subjeknya: I/he/she was, you/we/they were.

“Dia bilang dia akan menelepon begitu sampai”: dalam kalimat tidak langsung “akan” tetap “akan”

Dalam bahasa Inggris will menjadi would: “He said he would call as soon as he arrived.” Perhatikan juga bagian keduanya: setelah as soon as, bahasa Inggris memakai past simple (as soon as he arrived), sedangkan bahasa Indonesia cukup “begitu sampai”.

“Saya kira akan hujan”, “Saya pikir dia akan datang”: kata kerja bahasa Indonesia tidak menunjukkan waktu

Dalam bahasa Inggris kata kerja anak kalimat menyesuaikan diri dengan kata kerja induk kalimat yang lampau: “I thought it would rain” atau “I thought it was going to rain”, bukan “I thought it will rain” atau “I thought it is going to rain”. Hati-hati juga dengan kata kerja induknya sendiri: “Saya kira…” tentang masa lalu adalah I thought, bukan I think.

💡 “Tadinya mau…, tapi…” → I was going to…, but… (bukan I want to…).

💡 “Dia bilang dia akan menelepon” → He said he would call. Dalam bahasa Indonesia “akan” tidak berubah, tetapi will menjadi would.

💡 Setelah thought/said dalam bentuk lampau: would atau was going to, bukan will atau is going to.

Situasi nyata: menjelaskan perubahan rencana

"I thought you were going to bring dessert?"

"I was! But the bakery was closed, so I got flowers instead."

"No worries — did you tell Sam you'd be late?"

"Yes, I said I would text him when I left."

Latihan

Latihan 1 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence — a plan that existed in the past.

Latihan 2 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence (reported speech).

Latihan 3 · Pilih bentuk negatif yang benar

Choose the correct negative.

Latihan 4 · Pilih pertanyaan yang benar

Choose the correct question.

Latihan 5 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence — a plan that didn't happen.

Latihan 6 · Pilih jawaban yang benar

Which best describes 'future in the past'?

Latihan 7 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence.

Latihan 8 · Pilih kalimat yang benar

Choose the correct sentence.

Latihan 9 · Lengkapi kalimatnya

Complete: 'She ___ (be/going to) meet us at six, but she called to cancel.'

Latihan 10 · Lengkapi kalimatnya

Complete: 'He said he ___ (call) as soon as he arrived.' (reported speech)

Latihan 11 · Kelompokkan: future in the past atau will

was going to leave
will leave
would call
will call
was going to rain
will rain

0 / 6 dikelompokkan

Latihan 12 · Kesalahan umum: “tadinya mau”

Indonesian: “Tadinya saya mau meneleponmu, tapi saya lupa.” Which English sentence is correct?

Kuis singkat

Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.

Pertanyaan 1 / 5

Skor: 0/0

Choose the correct sentence.

Yang sudah kamu pelajari

  • Future in the past dibentuk dengan was/were going to atau would + kata kerja bentuk dasar.
  • Menggambarkan rencana atau harapan yang ada di masa lalu.
  • “Tadinya mau…, tapi…” = I was going to…, but…; was/were tidak boleh hilang.
  • Dalam kalimat tidak langsung will menjadi would, walaupun “akan” tidak berubah.
  • Setelah thought/said dalam bentuk lampau, tense-nya digeser: I thought it would rain.
Lihat semua pelajaran di kategori ini