Dengan future in the past kamu kembali ke suatu saat di masa lalu dan menggambarkan masa depan dari sudut pandang saat itu, baik yang akhirnya terjadi maupun tidak, seperti “tadinya mau…” dan “dia bilang akan…”.
Yang akan kamu pelajari
Future in the past menggambarkan sesuatu yang akan terjadi atau diharapkan terjadi, dilihat dari suatu saat di masa lalu, bukan dari hari ini.
Dalam bahasa Indonesia kita berkata “Tadinya saya mau meneleponmu, tapi saya lupa” → “I was going to call you, but I forgot.” “Tadinya mau” = was going to. Untuk apa yang dikatakan atau dipikirkan seseorang, kita memakai “akan”: “Dia bilang dia akan menelepon nanti” → “She said she would call later.” Perhatikan bahwa will berubah menjadi would, walaupun “akan” dalam bahasa Indonesia tetap “akan”.
Was/were going to + kata kerja bentuk dasar menyatakan rencana atau niat yang ada di masa lalu. Was untuk I/he/she/it, were untuk you/we/they. Negatif: wasn't/weren't going to; kalimat tanya: Was/Were + subjek + going to…?
Karena kata kerja bahasa Indonesia tidak berubah, kata yang menunjukkan masa lalu mudah terlupa. “Tadinya saya mau menelepon” bukan “I want to call” dan bukan “I going to call”: was/were tidak boleh hilang. “I was go to call you” juga salah, karena going harus memakai -ing.
Would + kata kerja bentuk dasar terutama dipakai dalam kalimat tidak langsung dan setelah kata kerja seperti think, know, hope: itu adalah will dari kalimat aslinya yang “digeser” ke masa lalu. Kedua pola ini tidak pernah dicampur: pilih was going to atau would, tidak pernah would going to.
Salah satu penggunaan yang paling umum adalah rencana yang batal. Kalimatnya biasanya dilanjutkan dengan but dan menjelaskan apa yang terjadi sebagai gantinya, persis seperti “tadinya…, tapi…”.
Dalam bahasa Indonesia kita juga sering berkata “Sebenarnya saya ingin meneleponmu, tapi…”. “I wanted to call you” memang benar, tetapi hanya menyatakan keinginan; “I was going to call you” menyatakan bahwa itu sudah menjadi rencana. Untuk menanyakan rencana, bahasa Indonesia cukup memakai intonasi (“Kamu tadinya mau bilang ke saya?”), tetapi dalam bahasa Inggris was/were pindah ke depan subjek: “Were you going to tell me?” Jangan memakai did (“Did you going to…?”). “You were going to tell me?” hanya terdengar dalam percakapan, untuk menunjukkan rasa kaget.
Kalau kamu menceritakan dalam bentuk lampau apa yang dikatakan atau dipikirkan seseorang, will biasanya berubah menjadi would. Ini adalah pergeseran tense (backshift) yang sama seperti dalam semua kalimat tidak langsung.
Bahasa Indonesia tidak mengenal pergeseran ini: “Dia bilang dia akan menelepon”, “Saya kira akan hujan”, kata “akan” tidak berubah. Dalam bahasa Inggris tense-nya harus disesuaikan: “I thought it would rain.” / “I thought it was going to rain.” Will hanya tetap dipakai kalau peristiwanya masih di masa depan dilihat dari hari ini: She said she'll call tonight.
“Tadinya saya mau meneleponmu” adalah rencana di masa lalu: was going to. “I want” tidak punya bentuk lampau dan hanya berarti keinginan.
Setelah kata kerja lampau (thought, said, knew), will menjadi would, walaupun dalam bahasa Indonesia “akan” tidak berubah.
Was/were tidak boleh hilang: “tadinya mau” sama dengan was/were going to secara lengkap, bukan hanya going to.
Would dan going to tidak pernah digabung: pilih satu pola, was/were going to atau would saja.
Setelah kata kerja lampau seperti said, will biasanya menjadi would, dan wajib kalau dilihat dari saat itu (the next day = keesokan harinya). Will hanya tetap kalau masih di masa depan dilihat dari hari ini: She said she'll call tonight.
Kalimat tanya dibentuk dengan was/were di depan subjek, bukan dengan did.
“Tadinya saya mau meneleponmu, tapi lupa”: rencana di masa lalu diungkapkan dengan “tadinya mau” atau “sebenarnya mau”
Padanannya was/were going to + kata kerja bentuk dasar: “I was going to call you, but I forgot.” Ingat dua hal: “mau” di sini bukan want (“I want to call you” salah karena tidak ada bentuk lampau, dan “I wanted to call you” hanya keinginan), dan be harus sesuai dengan subjeknya: I/he/she was, you/we/they were.
“Dia bilang dia akan menelepon begitu sampai”: dalam kalimat tidak langsung “akan” tetap “akan”
Dalam bahasa Inggris will menjadi would: “He said he would call as soon as he arrived.” Perhatikan juga bagian keduanya: setelah as soon as, bahasa Inggris memakai past simple (as soon as he arrived), sedangkan bahasa Indonesia cukup “begitu sampai”.
“Saya kira akan hujan”, “Saya pikir dia akan datang”: kata kerja bahasa Indonesia tidak menunjukkan waktu
Dalam bahasa Inggris kata kerja anak kalimat menyesuaikan diri dengan kata kerja induk kalimat yang lampau: “I thought it would rain” atau “I thought it was going to rain”, bukan “I thought it will rain” atau “I thought it is going to rain”. Hati-hati juga dengan kata kerja induknya sendiri: “Saya kira…” tentang masa lalu adalah I thought, bukan I think.
💡 “Tadinya mau…, tapi…” → I was going to…, but… (bukan I want to…).
💡 “Dia bilang dia akan menelepon” → He said he would call. Dalam bahasa Indonesia “akan” tidak berubah, tetapi will menjadi would.
💡 Setelah thought/said dalam bentuk lampau: would atau was going to, bukan will atau is going to.
"I thought you were going to bring dessert?"
"I was! But the bakery was closed, so I got flowers instead."
"No worries — did you tell Sam you'd be late?"
"Yes, I said I would text him when I left."
Latihan 1 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence — a plan that existed in the past.
Latihan 2 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence (reported speech).
Latihan 3 · Pilih bentuk negatif yang benar
Choose the correct negative.
Latihan 4 · Pilih pertanyaan yang benar
Choose the correct question.
Latihan 5 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence — a plan that didn't happen.
Latihan 6 · Pilih jawaban yang benar
Which best describes 'future in the past'?
Latihan 7 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 8 · Pilih kalimat yang benar
Choose the correct sentence.
Latihan 9 · Lengkapi kalimatnya
Complete: 'She ___ (be/going to) meet us at six, but she called to cancel.'
Latihan 10 · Lengkapi kalimatnya
Complete: 'He said he ___ (call) as soon as he arrived.' (reported speech)
Latihan 11 · Kelompokkan: future in the past atau will
0 / 6 dikelompokkan
Latihan 12 · Kesalahan umum: “tadinya mau”
Indonesian: “Tadinya saya mau meneleponmu, tapi saya lupa.” Which English sentence is correct?
Lima pertanyaan singkat untuk mengecek apa yang sudah kamu pelajari.
Pertanyaan 1 / 5
Skor: 0/0
Choose the correct sentence.
Be about to dan be due to
Be about to untuk sesuatu yang akan terjadi sebentar lagi, be due to untuk sesuatu yang sudah dijadwalkan: dua bentuk masa depan dekat yang sangat berguna.
Future perfect
Pelajari bentuk dan penggunaan future perfect (will have + past participle) untuk tindakan yang sudah selesai sebelum waktu tertentu di masa depan.
Future continuous
Pelajari bentuk dan penggunaan future continuous (will be + -ing) untuk kegiatan yang sedang berlangsung pada waktu tertentu di masa depan.
Future perfect continuous
Cara membentuk dan memakai future perfect continuous (will have been + -ing) untuk menyatakan berapa lama sesuatu sudah berlangsung pada suatu saat nanti.